Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 30 (Rann minta maaf)

10 10 0
                                        









Pagi ini Rann bangun seperti biasanya, kemudian bersiap untuk berangkat ke sekolah. Karena di hari senin dia harus berangkat lebih pagi dari hari biasanya.





Rann keluar dari kamarnya, berjalan menuruni tangga menuju ruang makan untuk sarapan. Ada pemandangan berbeda pagi ini. David sudah siap menyantap makanannya dengan pakaian yang sudah rapi.


"Tumben banget, Kakak udah rapi sepagi ini? Biasanya juga, Issabell yang tarik Kakak dari kamar, kalau hari senin," ucap Rann heran dengan penampilan David.


"Ya, kan berubah dong, Bell," jawab David tak mau kalah.


"Ah, paling kebetulan aja, tadi ba'da subuh gak tidur lagi," elak Rann, seraya mendudukkan dirinya.


"Tau aja, Bell, jangan buka kartu dong." David hanya cengengesan menanggapi tuduhan sepupunya itu.


Keduanya menikmati sarapan dengan lahap kemudian bersiap untuk ke sekolah. 


Hari ini Rann di suguhkan dengan upacara bendera sedangkan David ada kelas pagi.


Sesampainya di sekolah Rann keluar dari mobil. Seperti biasanya, David akan langsung pergi setelah Rann keluar dari mobilnya.


Rann berjalan melewati koridor seperti biasa, banyak pasang mata yang memandangnya dengan beribu-ribu pengertian, ada yang memandang kagum, heran bahkan iri.


"Pagi, Rann," sapa Azim yang sepertinya baru dari toilet.


"Pagi, gue duluan ya," jawab Rann kemudian berlalu meninggalkan Azim karena tak mau terjebak obrolan unfaidah.


Hari ini, pelajaran berjalan seperti biasanya. Dengan keadaan kelas yang sama, penuh dengan keributan Ivan dan kawanannya. Dengan kolaborasi celotehan cewek-cewek yang membaur menjadi satu. Semua itu baru berakhir setelah Bell istirahat berbunyi nyaring.


Yang tadinya ribut kini berganti berebut jalan untuk keluar dari kelas. Begitu juga dengan Rann, Alika dan Tiara yang bergegas ke kantin.


Mereka berjalan melewati koridor yang sudah mulai ramai dengan lalu lalang siswa. Rann berjalan sembari mendendangkan lagu yang bait liriknya terus ia ulang.


Can't nobody do it like you

Said every little thing you do, hey baby

Said it stays on my mind


"Lupain deh, Rann, ngapain sih, masih di ingat?" celetuk Alika.


"Ya tuh. Ganti yang baru napa, yang udah di depan mata," timpal Tiara namun Rann tak merespon keduanya.


Rann tetap berjalan dengan bernyanyi ria hingga seseorang menghentikan aktivitasnya saat telah memasuki kantin.


"Rann!!" 


Terdengar suara nyaring Anna memanggilnya dari salah satu meja di kantin.


                           *****


        

Hari ini seperti biasanya, pelajaran berjalan dengan lancar. Tapi entah mengapa, di hari ini Samudra seakan ingin melihat wajah cantik dari seorang Rannia Krishna.


Ya, nama itulah yang tertera di nametage cewek itu, saat di temuinya di ruang musik.


Cewek cantik dengan sikap cuek sedingin es itu, berhasil menarik perhatian dari seorang Samudra Alvian. Entahlah, apa yang dimiliki cewek itu.


SamRannCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang