18

209 22 13
                                        

Anggota anarki ditambah dengan Laura juga teman-temannya telah menyelesaikan acara amal yang rutin mereka lakukan setiap 4 bulan sekali. Seperti rencana awal, mereka tidak akan pulanh pergi Jakarta-Bandung mereka akan bermalam satu malam di villa milik keluarga Caca yang terletak di Lembang Bandung.

"kalian bisa bebas pilh kamar." ujar Caca mempersilahkan semua masuk, "anggep rumah sendiri aja." sambungnya.

"sebat boleh kan?" celetuk Tio.

"boleh kak, santai aja." jawab Caca.

"mabok?" celetuk Yuda.

"gak ada mabok-mabok. Banyak anak dibawah umur." jawab Jeffrey yang disetujui hampir semua yang ada disana.

Kegiatan hari ini sudah selesai, semua pun sepakat untuk tak membuat acara malam di villa milik Caca itu karna besok mereka harus kembali ke Jakarta dengan mengendarai
motor.

Seteleh selesai makan malam, ada yang memilih untuk langsung tidur atau bermain walau hanya berbincang.

Diruang tv ada Laura, Naufal dan teman-temannya yang lain. Mereka sedang berbincang mengenai hal-hal konyol yang terjadi di panti asuhan tadi.

"lagian lo kenapa narik Retha biar jadi mc njir? Salah banget." ujar Rendra.

"gue mikir kan Retha bacot jadi ga awkward lah malah demam panggung dia." sahut Chandra.

"bikin gue malu aja lo, Chan." keluh Retha.

"oiya, lo pernah ke panti itu ya Lau?" tanya Chandra yang dibalas dengan gelengan kepala Laura.

"oh, gue kira pernah. Soalnya pas gue ke ibu panti, dia bilang kaya pernah liat lo gitu" sambung Chandra.

"salah orang kali dia, gue gak pernah ke panti itu." jawab Laura dengan mata mengarah kearah Naufal yang langsung berdiri dan menjauh ketika menerima telfon.

"gue kesana dulu ya." sambung Laura mencoba menghampiri Naufal yang menerima telfon di luar.

Laura mencari Naufal yang cepat sekali hilangnya, ia memiliki perasaan tak enak karna Naufal tak pernah menjauh saat menerima telfon. Atau mungkim itu dari Papahnya, makanya ia menjauh.

"Laura?" sapa Jeffrey dari belakang, yang membuat Laura sedikit terkejut.

"eh? iya kak?" jawab Laura canggung.

"gue Jeffrey." ucap Jeffrey.

"iyaa, Laura udah tauu kakak dari bang Dimas." jawab Laura.

"panggil gue bang Je aja." perintah Jeffrey.

"ohh iya bang Je." ujar Laura mengikuti apa yang Jeffrey minta.

Naufal yang sehabis menerima telfon langsung masuk kembali dan melihat Laura yang sedang berbincang dengan Jeffrey.

"cewe gue bang." sindir Naufal takut Laura di rebut Jeffrey

"sebelum janur kuning melengkung mah gue tikung juga gapapa Fal." sahut Jeffrey yang membuat kedua mata Laura membulat terkejut.

"gak gak gak. enak aja lo. Dapetinnya susah nih." gerutu Naufal yang langsung memeluk Laura seraya menjaga agar tak diambil.

"hahaha gak lah, makanya jagain ya Fal." tutur Jeffrey sambil menepuk pundak Naufal sebagai isyarat memberi pesan, kemudian meninggalkan Naufal dan Laura berdua dengan posisi Naufal masih memeluk Laura sepihak.

"ini gak mau di lepas nih?" sindir Laura.

"heheh," sahut Naufal smabil melepskan pelukannya. "kalo ada cowo yang modusin lo, bilang ya biar gue kasih pelajaran." sambung Naufal.

Between Us [end]✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang