34

180 15 1
                                        

Setelah acara pertunangan, teman-teman Laura memutuskan untuk menginap bersama dirumah Laura sekedar untuk menemani Laura yang pasti hatinya sedang tidak baik.

"topeng lo bisa lo buka depan kita." ucap Caca.

Grezy dan Retha yang sedang menggunakan masker wajah didepan kaca rias hanya saling menatap memberi isyarat antar satu sama lain. Mereka yakin kalau Laura sedang tidak baik-baik saja. Mereka berdua langsung menghampiri Laura dan Caca yang sedang duduk diatas kasur.

"anjing." teriak Caca terkejut dengan tangan di dadanya karena wajah kedua temannya yang penuh masker wajah baru datang dari belakangnya. Tanpa merasa bersalah, Retha dan Grezy hanya membalas dengan cengiran.

"wo bwisa nangis depwan kita." tutur Retha yang terdengar tak jelas karna maskernya sudah mulai mengeras yang membuat ia sulit berbicara namun tetap dapat dipahami.

Laura menggeleng, menandakan ia tak bisa menangis. "gak tau kenapa, gue gak bisa nangis." tutur Laura, "kesedihan gue bener-bener gak seberapa dibanding kebahagiaan gue ngeliat ibu bisa bahagia, jadi ya gue gak bisa nangis" sambungnya dengan menarik nafas lega.

"bohong kalo gue gak sedih karena Naufal sama Abel, tapi gue juga gak mau egois. Abel jauh lebih butuh Naufal." jelas Laura. "dari sini gue jadi belajar, saat lo sama dia, lo bisa memanfaatkan waktu yang ada dan bikin memories indah bareng, karna lo gak akan tau kapan dia pergi." sambung Laura, ntah dorongan darimana, mereka langsung memberi Laura pelukan hangat untuk menguatkan sahabatnya yang sebenarnya rapuh.

Teman-temannya yang mendengar ucapan Laura merasa tersentuh, mengapa sahabatnya ini harus merasakan bahagia-nya hanya sebentar, apa semesta sekejam itu dengan Laura atau malah semesta sedang mempersiapkan bahagianya Laura nanti? Ntah.

🐰🐰🐰

Cahaya sinar matahari melewati celah dari jendela kamar Laura yang langsung menyorot wajah-nya yang membuat ia terbangun. Laura menyunggingkan senyumnya melihat teman-temannya yang masih terlelap. Mengingat kejadian semalam, membuatnya merasa lebih baik karena memiliki sahabat seperti mereka.

/flasback on/

Mereka memberi Laura pelukan sekedar untuk menguatkan, namun malah terjadi baku hantam antara Retha, Grezy juga Caca.

"aduh ko gue nagis." ucap Grezy heran.

"masker lo luntur anjir Grezy!" balas Caca yang dibalas gelak tawa karena wajah Grezy yang terlihat konyol dengan masker yang luntur hanya mengikuti aliran air matanya.

"eh?!" gumam Retha yang menyadari maskernya retak akibat menertawakan Grezy.

"Retha masker lo retak kena muka gue anjir!" protes Caca, Retha yang tak ingin mendengar omelan Caca langsung berlari menuju kamar mandi untuk membasuk wajahnya.

/flashbak off/

Setelah Laura mencuci wajah di kamar mandi yang terletak dikamarnya, Laura keluar kamar untuk mengambil segelas air putih didapur.

glek...

satu teguk, dua teguk.

Ada seseorang yang muncul dari kamar mandi yang terletak didekat dapur membuat Laura menyemprotkan air minumnya ke wajah dan baju seseorang itu, yang merupakan Jeffrey.

"eh yaampun bang maaf." ucap Laura merasa tak enak.

"iya gapapa, santai aja santai." balas Jeffrey dengan tangan mengibas-kan bajunya. "gue masuk kamar mandi dulu ya mau cuci muka." sambungnya yang dibalas anggukan tak enak oleh Laura.

Setelah Jeffrey masuk kembali kedalam kamar mandi, Laura langsung mencari Dimas untuk memarahinya.

"abang! Kenapa lo gak bilang ada temen lo!" protes Laura kearah Dimas yang sedang mengikatkan tali sepatu lari-nya.

Between Us [end]✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang