20

212 23 8
                                        

Hari terakhir ujian akhir semester sudah didepan mata, seluruh murid SMA Garuda telah melaksanakan kewajibannya untuk mengikuti ulangan tersebut. Hampir semua siswa terlihat senang karna ulangan sudah berlalu, namun tidak untuk Naufal yang terlihat murung.

"eh basket yuk sama anak Senam." ajak Rendra.

"Senam? SMA 6?" tanya Chandra yang dibalas anggukan oleh Rendra.

"ayo aja si." ucap Jevano.

"yuk, dimana?" tanya Naufal.

"di lapangan si Senam, sekarang aja yuk jalan. Temen gue udah nunggu." ajak Rendra.

"bentar, gue ijin ibu negara dulu ya." ujar Naufal yang langsung meninggalkan teman-temannya dan berlari menuju kelas Laura.

"dasar bucin." sindir Chandra.

Laura yang sedang berbincang dengan teman-temannya meras aterkejut saat seseorang melingkarkan tangannya dileher Laura seraya memeluk.

"hadeh bucin, males banget." celetuk Retha melihat Naufal yang setengah memeluk Laura.

"sabar ya, gak pernah diginiin kan lo?" ledek Grezy.

"kampret ya lo." gerutu Retha.

"bawel dah lo pada. By, aku mau basket sama temen-temen aku di SMA 6 dulu ya." ujar Naufal.

"oiya? Aku juga mau kesana disuruh kepsek buat gladiresik lomba" ujar Laura.

"kayanya kita jodoh deh, bisa sama-an gini." tutur Naufal.

"oeek" respon ketiga temannya yang sudah enggan dengan kebucinan Naufal.

"yaudah, kita bareng aja." ajak Naufal yang dibalas anggukan oleh Laura.

"gue duluan ya, nanti kalo sempet gue nyusul ke Caca." ungkap Laura kepada teman-temannya yang dibalas ancungan jempol oleh ketiganya.

🐰🐰🐰

Laura yang sedang berada di lobby menunggu Naufal yang tengah mengambil tas di lapangan basket. Sebenarnya Laura sudah selesai sejak tadi, namun Laura ingin melihat Naufal terlebih dahulu.

"sorry lama, yuk aku anter ke rumah Caca." ajak Naufal.

"padahal aku mau liat kamu basket dulu, lagian aku pake ojek online ke Caca juga gapapa." jawab Laura.

"gak mau, ntar kamu malah liatin cowo lain." kekeuh Naufal dengan tangan yang bergeloyotan di tangan Laura.

"anjir ya lo Fal. Shock gue liat lo gini." ucap teman Naufal yang baru saja ia kenal, yang dikenalakan oleh Rendra. Sebut saja Zaidan.

"eh Dan, gue mau balik duluan ya. Mau bucin." pamer Naufal.

"dasar lo, bulol. Main lagi lah kapan-kapan." ungkap Zaidan.

"pasti. Yaudah duluan Dan." jawab Naufal yang langsung pergi menuju parkiran motor dengan tangan yang tak lepas dari genggaman Laura.

Perjalanan dari lobby menuju parkiran tak terlalu jauh, hanya melewati koridor yang terdapat perpustakaan dan ruang guru di sisi kanan kirinya. Naufal yang tak melepas genggamannya dari Laura itu menggoyangkan tangan keduanya kedepan kebelakang seperti anak kecil yang sedang berjalan. Laura hanya bisa pasrah dengan kelakuan kekasihnya itu.

"Naufal?" sapa seorang perempuan dengan rambut panjang digerai lengkap dengan seragam yang melekat dibadannya.

Naufal yang terkejut langsung melepaskan genggamannya dengan Laura dan menatap wajah perempuan itu. Laura yang bingung kenapa tangannya di lepas ganya menatap kearah Naufal dan perempuan itu bersamaan.

Between Us [end]✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang