32

180 14 11
                                        

Pagi ini, SMA Garuda digegerkan oleh berita bahwa siswi mereka ada yang sedang mengandung. Beritanya cepat sekali merayap. Namun, berita itu langsung di bantah oleh pihak sekolah.

Pihak sekolah mengumumkan hasil test urine dan semua negatif, pihak sekolah meyakinkan bahwa testpack yang ditemui saat itu ialah milik seorang staff hotel.

"ko bisa negatif semua, berarti-" tutur Caca yang dipotong oleh Retha "gak usah diomongin disini njirt, lo polos banget.".

"bantuan bokap Naufal lah, apalagi." sindir Grezy.

"yuk bisa yuk jangan rumpi di kelas, ngeri banyak mata-mata." balas Retha yang takut akan aib temannya terbongkar.

Laura yang melihat tingkat teman-temannya hanya bisa diam tak berkutik apapun, bisa saja ucapan Grezy benar. Atas bantuan Hariz, hasil test urine menjdi negatif semua.

"Laura, bisa ngobrol berdua?" sapa Abel yang datang dari depan pintu menuju kursi Laura.

"bisa Bel." jawabnya, "kalo ada guru bilangin gue ke UKS dulu ya." sambung Laura kepada teman-temannya lalu dibalas anggukan kecil serta acungan jempol.

Laura dan Abel pun langsung berjalan keluar kelas menuju rooftop. Rooftop adalah tempat yang paling aman untuk mereka berbicara agar tak ada yang mendengar pembicaraan mereka.

"kenapa Bel?" tanya Laura to the point.

"lo udah tau kan?" tanya Abel, "gue bener-bener minta maaf banget Laura, gue gak tau akan kaya gini." sambung Abel.

"Bel, gue udah bilang it's not your fault." jawab Laura, "gak usah di bahas lagi ya, lo harus mikir positif dan harus happy biar bayi lo gak kenapa-kenapa." sambung Laura.

"Lau," tutur Abel yang melihat kebaikan dma ketulusan Laura membuat Abel tak enak hati. "maafin gue." sambungnya dan langsung memeluk Laura.

🐰🐰🐰

Bel istirahat berbunyi, hampir semua murid berkeliaran menuju luar kelas. Ada yang menuju perpustakaan, ruang guru sekedar untuk menanyakan tugas, atau kantin.

Laura melangkahkan kakinya menuju kantin, sebenanrnya teman-temannya tak ingin kalau Laura menuju kantin karna pasti akan bertemu Naufal, tapi Laura tak merasa keberatan oleh hal itu.

Mereka menuju kantin yang dimana harus melewati koridor-koridor kelas 11 maupun 12. Dikoridor tersebut banyak siswinya g sedang berbincang dan memainkan gitar agar tak terlalu sepi.

"anak kelas 10, lewat bukannya permisi atau apa." tutur Natta.

Tatapan lelah menghadapi Natta itu yang terpapar jelas di raut wajah Laura dan teman-temannya.

"mau apa lagi si nenek lampir." bisik Grezy.

"udah putus ya lo? Berita Naufal tunangan sama Abel udah banyak loh." tutur Natta.

Deg... sakit rasanya.

"ya mereka di level keluarga yang sama, demi bisnis mereka harus tunangan sekarang biar gak ada cewe gatel kaya Laura si." sindir teman Natta yang bernama Rizka.

"yeu sirik aja lo, minggir-minggir." balas Retha dengan tangan yang ingin membelah antarabtunuh Natta dan Rizka yang menghalangi jalannya.

"minggir Riz, ada cewe gatel." hina Natta.

"bacot lo." celetukan Laura ini membuat semua mata teman-temannya membesar dan terkejut dengan apa yang keluar dari mulutnya itu, begitupun Natta dan Rizka yang sama terkejutnya.

Between Us [end]✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang