25

164 18 4
                                        

Laura dengan perasaan khawatirnya berlari menuju kelas Naufal melewati koridor demi koridor untuk sampai kekelas kekasihnya itu. Laura melihat dari jendela mencari sosok yang sudah ia cari semalaman. Nihil, dia tak meneukan sosok itu, malinkan temannya.

"Laura? Naufal belum dateng." ucap Jevano.

"tau lo, masih pagi udah bucin aja." ledek Chandra.

"kalo Naufal udah dateng bilang ya, dari semalem gak ada kabar." jawab Laura, "gue khawatir." sambungnya.

"iyaa Lau." jawab Jevano yang dibalas tatapan bingung oleh Chandra, mereka berdua bingung karna Naufal tak pernah menghilang tanpa kabar, biasanya Naufal selalu bermalam dirumah Chandra atau di arena balap tapi semalam, Naufal tak berada di keduabtempat itu.

Laura mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah karna habis berlari dari gerbang sekolah menuju kelas Naufal tadi.

"lo kenapa anjir?" tanya Caca yang baru datang.

"kaya abis lari maraton lo." sambung Retha yang jalan bersama Caca.

"Naufal gak ada kabar, gue khawatir aja si soalnya semalem lagi telfonan terus Winda dateng dan," ucapan Laura terpotong karna ia ragu untuk menceritakannya "mereka ribut, terus tiba-tiba mati handphonenya." sambung Laura.

"ntar kita coba cari ke rumahnya aja, atau lo ada nomor Winda?" tanya Caca yang di balas gelengan oleh Laura.

"haloo," sapa Grezy yang baru datang. "ada apaa ni?" tanya Grezy antusias. "gosip ya gosip?" sambungnya.

"ah males ada Grezy, bubar-bubar." ledek Retha yang langsung mengajak Caca dan Laura tak menanggapi Grezy.

"anak kampret." ledek Grezy kearah Retha.

🐰🐰🐰

Pulang sekolah kali ini lebih cepat dari biasanya, karena semua guru mengadakan rapat untuk study tour.

Tanpa fikir panjang, Laura dan teman-temannya langsung menuju kerumah Naufal menggunakan kendaraan Caca.

"Ca, lo lancar kan bawa mobilnya?" tanya Retha yang punya kenangan buruk disetiri Jevano, yang dimana mobil yang Jevano bawa berjalan mundur di tanjakan.

"gue bukan Jevano ya." jawab Caca, "seatbelt nya pake." sambung Caca, dan langsung menancapkan gas mobil kencang.

"ASTAGFIRULLAH CACA!" teriak Retha dengan tangan menggenggam sabui pengaman dengan kuat.

"ca, gue masih mau hidup anjing." protes Grezy, sedangkan Laura hanya diam tak berkurik, mood nya sedang tidak baik memikirkan Naufal.

Tak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampai kerumah Naufal, karma bantuan Caca yang mengemudi dengan cepat.

Laura langsung turun dan memencet bel rumah tersebut, sampai pekerja rumah Naufal keluar.

"bi, maaf. Naufal ada?" tanya Laura sopan.

"eh neng Laura ya?" tanya pekerja itu, "den Naufal gak pulang dari semalem, abis berantem sama neng Winda langsung keluar gitu aja." sambungnya.

Laura yang mendengarnya pun putus asa, Naufal tak ada dirumah. Terlintas satu tempat yang dimana Naufal pasti berada disana, Laura pamit kepada pekerja Naufal itu lalu kembali masuk kedalam mobil Caca.

"Apartemennya Naufal." ucapnya, Caca mengangguk paham dan langsung menancapkan gas mobilnya dengan laju.

Butuh waktu sekitar 12menit untuk mereka sampai ke apartemen yang baru Naufal tempati itu.

Apartemen dengan 30 lantai berdiri disekitar daerah elite Jakarta Selatan, hanya orang yang memiliki kartu akses yang bisa masuk ke apartemen ini. Untungnya, Laura diberi kartu itu oleh Naufal, jadi Laura bisa masuk sesukanya.

Between Us [end]✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang