36

216 14 0
                                        

Sudah lama Naufal tak berada di Markas Anarki. Kali ini ia memutuskan untuk pergi ke markas karna kepalanya benar-benar ingin pecah. Naufal kembali ke dunia yang dimana ia hidup sebagai robot Hariz. Mengikuti pelajaran bisnis bahkan sampai saham untuk melanjutkan bisnis Hariz.

Dulu, ada pundak Laura untuk bersandar. Namun, pundak tempat ia bersandar sudah hilang karna kelalaiannya.

"woi rokok gak?" sapa Jeffrey kepada Naufal yang terlihat berantakan.

"gak dulu bang." balasnya.

"lah si Laura itu." gumam Jeffrey saat melihat Laura datang dengan Dimas dan diikuti teman-teman perempuan seperti Retha, Grezy dan Caca. "bentar ya gue kesana dulu." sambung Jeffrey.

Naufal mendengar nama yang ia kenali, kepala Naufal langsung mencari sosok itu. Perempuan dengan rambut yang dikumcir kuda dan dibalut jaket serta mata yang hilang saat tersenyum. Naufal tersenyum pahit melihatnya, mengingat bahwa oerempuan itu bukan miliknya lagi.

"kalo masih sayang kejar lah." ledek Chandra.

"bacot." balas Naufal.

"Baskara." ucap Jevano memberi isyarat kepada Naufal bahwa Baskara menunggu Naufal didepan markas.

"ngapain?" tanya Naufal yang hanya dibalas dengan menaiknnya pundak Jevano.

Naufal bangun dari tempat duduknya dan menghampiri Baskara yang sudah menunggu Naufak didepan markas.

"kenapa?" tukas Naufal.

"gue mau ngomong dan gue gak tau harus nemuin lo dimana selain disini." ucap Baskara yang tak dibalas oleh Naufal.

"itu bukan anak lo, tapi anak gue." ungkap Baskara. Emosi Naufal yang menggebu langsung menarik kerah jaket milik Baskara, "maksud lo apa anjing!" bentak Naufal.

"Abel hamil anak gue, bukan lo." jelas Baskara. Tangan Naufal melemah, yang langsung ditepis oleh Baksara.

"gue pikir lo pinter, sejak kapan lo mabok bisa macem-macem? gue temen mabok lo dari SMP dan selama lo mabok, lo langsung tepar. Gimana caranya lo mau macem-macem." jelas Baskara lebih lanjut.

Naufal masih diam mencerna kata perkata yang Baskara lontarkan.

"lo kemana aja anjing! baru muncul setelah gue putus sama Laura dan tunangan sama Abel!" teriak Naufal.

"sorry, gue kabur karna gue bener-bener shock. Pas gue balik, banyak omongan kalo Abel pindah sekolah ke tempat lo dan gue cari tau tentang pertuangan lo dari salah satu temen gue disana, Gavin." jelas Baskara.

"ah setan!" teriak Naufal.

"gue minta maaf karna udah bikin lo dan Laura gini, tapi ijinin gue buat jelasin ke bokap lo." tutur Baskara.

Naufal menatap mata Baskara tajam, ia mengenal baik Baskara, dari mata Baskara
terlihat penyesalan.

"lo tau rumah gue kan? Lo jelasin ke bokap gue." pinta Naufal "kalo perlu apa-apa
bilang." sambung Naufal yang langsung menepuk pundak Baskara dan kembali pergi kedalam markas.

Didalam markas ia melihat Laura yang sedang tertawa karna lelucon dari Jeffrey yang bahkan tak lucu. Naufal mengendus nafas kasar, ia fikir kalau sudah telat jika meminta Laura untuk kembali. Bahkan Laura juga tidak akan mau karna orangtua mereka sudah bertunangan.

"siap gak ya gue satu rumah sama mantam yang bahkan gue masih sayang?" batin Naufal.

"Fal sini gabung." ajak Jeffrey yang di-iya-kan eh Naufal.

"cie mantan." ledek Dimas.

"bang Dimas bisa bercanda juga ternyata." ucap Grezy.

"bisa, tapi garing." balas Laura.

Between Us [end]✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang