Pt 20

186 31 15
                                        

I can show you the worldShining, shimmering, splendidTell me, princess, now when didYou last let your heart decide?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

I can show you the world
Shining, shimmering, splendid
Tell me, princess, now when did
You last let your heart decide?

_A Whole New World





-----






Kenyataan bahwa sepasang suami istri yang ini memang sangat jarang bersama dalam satu ranjang menjadikan atmosfer ruangan terselimuti kabut kecanggungan. Dimana Min Young menyibukkan diri pada pergulatan posisi tidur yang kurang nyaman, dan Jimin diam pada ponsel. Menekan huruf sampai terbentuk sebuah kalimat yang siap dikirim.

Sekarang ekspresi Jimin berubah setelah tidak ada lagi yang ingin dia lakukan dengan ponsel pintarnya. Berpikir jika hanya diam-diaman seperti ini bisa membuatnya tertidur dalam renungan rasa bersalah. Ia melirik Min Young yang tertutup selimut. Utuh. Tidak ada bagian yang terlihat sama sekali.

Pernah tidak merasakan enak jika ada manusia yang berada dalam satu ruangan denganmu? Dan lagi, mereka terikat sebuah janji suci. Tidak masalah jika Jimin mau mengangkat suara, tapi masih bingung harus bilang apa.

"Ini bagaimana, sih?!" Gerutuan Min Young terdengar cukup jelas mencapai rungu Jimin yang menghela napas melihat gerakan abstrak dari sang istri. 

Tangannya terang-terangan meraih ujung selimut yang kemudian disibak sampai kepala Min Young muncul. Nah, sekarang gadis itu menatap kosong padanya, seakan memang ada yang disembunyikan dengan sengaja. Jimin tiba-tiba ingin jadi mutan yang mempunyai telepati tinggi agar bisa membaca pikiran Min Young. Bibirnya bergerak pelan, "Mau kubuatkan susu?" Jeda tiga detik untuk berpikir, "Kalau ada."

Tentu saja Jimin lupa tentang mereka yang tidak sedang ada di rumah. Kediaman Yonggi begitu mewah, besar, tapi sayangnya kosong. Dekorasi elegan tanpa corak norak sama sekali, layaknya ruangan hotel yang rapi. Jimin suka.

"Yang coklat!" celetuk Min Young cepat dengan binar mata menyorot anggukan paham dari Jimin. Tidak beralih meski pribadi berkaos hitam itu berdiri pun menyuruhnya diam tanpa berisik. 

Takut mengganggu Yonggi. Kalau benar, Min Young bisa percaya kakaknya pasti langsung mengusir. Kendati masih masa pendekatan, Min Young sudah pernah tinggal selama beberapa hari di rumah ini. Dan, ya, Yonggi sosok yang lumayan bisa akrab. 

Sementara pribadi Jimin merasa sebaiknya dia keluar saja dulu. Mencarikan susu, karena pastilah tidak sopan kalau langsung mengais makanan milik Yonggi tanpa sepengetahuan. Pun izin nantinya Jimin merasa tidak enak saja. 

HEARTLESS || PJMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang