Pt 15

164 27 20
                                        

I knew I loved you before I met youI have been waiting all my life

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life

_I Knew I Loved You




-----





Min Young menerima handuk kecil yang disodorkan dari pria didekatnya. Ia mendongak bersitatap, lalu tersenyum malu, "Oppa baik sekali. Padahal aku itu anak nakal, loh. Oppa tidak akan marah padaku, kan?" Tangannya sibuk mengusap keringat di dahi.

"Jangan nakal makanya. Nanti ramen malam minggu buat aku semua." Terdengar sebuah tawa menguar sambil menepuk punggung Min Young pelan. "Jadilah gadis penurut," tambahnya merebut botol air dingin dari tangan adiknya. Ralat, adik angkatnya.

Bo Sung memandangi langit sebentar sebelum meneguk air mineral, "Tidak hanya kau yang kesulitan dengan masalah hidup, Yo. Aku merasa juga begitu." Ia menunduk hendak mengetahui wajah sang adik yang termangu. Menggemaskan sampai ingin menggigit pipi gembil Min Young, tapi nanti ujungnya bertengkar lagi.

Diam adalah pilihan tepat.

"Apakah Oppa Jae masih mendekatimu?" Lengan kekar Bo Sung ditarik oleh Min Young, kemudian dipeluk manja untuk sandaran.

"Kenapa?"

"Jangan, Oppa. Dia laki-laki jahat. Jangan mau berteman dengannya lagi. Kumohon," ucap gadis itu penuh tekanan permohonan. 

Satu tahun lalu adik kandung Bo Sung meninggal gegara sakit yang diderita. Sayangnya Park Eunbyul sebagai ibu merasa kehadiran Min Young-lah alasan duka atas putrinya. Min Young anak panti yang diasuh sebab sang putri meminta teman bersama. Semacam saudara perempuan.

Semua tahu ini takdir. Berbeda dengan Eunbyul, yang mulanya menyayangi Min Young layaknya anak kandung, berubah menjadi benci. Hanya Bo Sung yang ada untuk gadis itu. Ia merasakan kesepian mendalam, tapi sungguh, baru kali ini Bo Sung mencurahkan isi hati.

Min Young mengeratkan pelukan, "Jae Oppa menggodaku juga. Aku takut dengannya."

Lirikan teduh merekan air muka sang adik yang mencoba tenang dalam keadaan. Bo Sung tahu niatan baik Min Young. Ia mengusap pucak kepalan adiknya, "Rambutmu harum. Ganti sampo lagi?"

"Yang kemarin tidak cocok."

Ada lirihan tawa. 

Mendadak suasana terpecah ketika pundak Bo Sung merasakan tepukan yang juga membuat Min Young melepas sandaran. Dahinya mengernyit tidak percaya mendapati sosok yang baru saja dibicarakan datang. "Jae Oppa," gumamnya.

HEARTLESS || PJMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang