(C O M P L E T E)
[2 OF HEART UNIVERSE]
"Young-ah. Bisakah kau kerjakan PR-mu dulu?"
"Acara televisinya belum selesai, Paman. Besok aku kerjakan."
"Besok? Menyontek temanmu yang sudah selesai?"
Ayolah, hidup Hwang Jimin jelas berbeda sekali setelah...
'Cause I'm off my face, in love with you I'm out my head, so into you And I don't know how you do it But I'm forever ruined by you
_Off My Face
-----
Mata Jimin mengerjap saat cahaya matahari menelisik maju memenuhi kamar tidur. Duduk dengan memijat kepala yang terasa amat berat, lalu mengeluh banyak hal. Ia sadar istrinya sudah tidak ada di ranjang dan bisa jadi Min Young pergi berjalan-jalan pagi dengan Nabi. Atau kemungkinan mengganggu Yonggi.
Mengedarkan pandangan ke segala arah demi mencari sambutan gelas air mineral di pagi hari, sembari mengelus leher yang terasa bersuhu normal, tapi sayang termometer masih akan menunjukkan kejanggalan suhu normal manusia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa masih saja sakit?" keluhnya menumpu berat kepala pada tangan tatkala ia sudah mengetahui waktu yang menunjuk siang hari.
Bahkan air yang diharapkan oleh Jimin tidak sama sekali tersedia. Sampai memaksa dirinya harus bangun saat tidak ada suara dari rumahnya. Jimin berpikir jika mungkin Min Young akan bersenang-senang bersama Nabi dan Yonggi, mengingat tempo hari gadis itu merengek minta pergi berjalan-jalan.
Jimin bukan tidak mau menuruti permintaan istrinya, ini terlalu berat bagi Jimin yang masih ditahap awal dalam mengurus masalah pendidikan dan karir. Selama ini Jimin dibantu Jungkoo, atau setelah berteman baik, juga mendapat bantuan Taekyung. Namun mereka bukan lelaki yang akan masuk dalam ranah pendidikan.
Padahal Jimin berada di area dimana ia mengampu sebuah sekolah. Bukan sebagai kepala sekolah, tetapi banyak hal dan sistem yang ingin direvisi. Belum lagi urusan dinas dan pertemuan beberapa orang penting.
Jimin pernah menjadi dosen, bukan pemilik sekolah SMA dimana anak didik adalah orang-orang yang berada di jangkauan usia labil menuju dewasa. Waktu yang dimiliki Jimin jadi taruhan. Ia jadi kasihan dengan Min Young yang hamil besar, kadang sampai harus menangis sendirian jika Jimin pulang telat.
Mungkin Jimin merasa abai sebab di awal kehamilan sang istri, ia sangat protektif. Tidak memperbolehkan Min Young banyak hal yang bisa mengacu pada kelelahan. Lalu berubah setelah ia mulai berkutat pada pekerjaan di usia kehamilan yang ke-lima bulan.
Atensi berpindah pada bantal yang terjatuh, memungutnya pelan dan Jimin bersiap keluar untuk mendapati segelas air. Sumpah dia sangat membutuhkannya. Kenapa Min Young tega meninggalkan Jimin yang sakit? Astaga. Mungkin gadis itu juga kesal.