Hayy semuanya!!!
Aku kembali lagi dengan cerita JenoKarina yang paling fenomenal!!!
Ada yang masih kangen kah dengan cerita ini???
Jangan lupa untuk vote dan comment nya yah!!!
Happy Reading
"Huftt. Capek juga," keluh Karina mengelap keringat yang membasahi keningnya.
Karina berjalan gontai memasuki gedung apartemen itu. Kaca mata kembali bertengger di wajahnya. Siapa lagi yang memberikan kalau bukan Jeremy.
Sehabis memberikan dirinya makanan, lelaki itu kembali memberikan sebuah kaca mata baru untuknya. Katanya sih sudah janji. Padahal Karina tak berpikir serius pada janji itu.
Lagipula ia bisa beli sendiri kok nanti. Tapi, ya sudahlah! Pemberian orang lain, ngapain juga ditolak. Niat Jeremy juga baik. Awalnya Jeremy menanyakan apakah Karina masih mau memakai kaca mata. Karina dengan mantap menjawab 'iya'.
Bukan tanpa alasan, perkataan Jeno tadi membuat mood-nya hancur. Lelaki itu mengatakan jika dirinya tak bagus tak memakai kaca mata. Entah kenapa ia harus memikirkan perkataan lelaki yang berstatus suaminya itu.
'ting'
Lift sudah terbuka, Karina kembali melangkahkan kakinya menuju kamar apartemen. Memasukkan kata sandi dan masuk ke dalam. Namun, matanya langsung melebar melihat pemandangan di depan matanya.
Lidahnya terasa kelu. Bahkan, tanpa sadar Karina mengepalkan tangannya dengan kuat. Rasa amarah mulai menguasai dirinya.
"Apa yang kau lakukan Jeno?!" teriak Karina dengan tatapan emosi.
Jeno yang terlihat bermesraan dengan seorang gadis Sontak menoleh ke arah Karina. Namun, pandangan matanya biasa saja. Seolah yang dilakukannya itu hal yang biasa.
Jeno bangkit dari duduknya dan memandang dingin pada Karina.
"Emang ada yang salah dengan yang aku lakukan?" tanya Jeno dengan nada datar.
Karina mengeratkan rahangnya. Apa lelaki ini tak tahu konsep pernikahan?! Apa dia tak tahu yang dilakukannya itu salah?!
"Aku...."
Baru saja ingin berucap, gadis yang bermesraan dengan Jeno tadi bangkit dari duduknya dan bergelayut manja di tangan Jeno.
"Sayang, dia siapa sih?! Ganggu aja," ketus gadis itu.
"Tenanglah, Minju. Dia hanya seorang pelayan di sini. Aku enggak tau kenapa dia tiba-tiba datang dengan wajah emosi di sini," tukas Jeno dengan tatapan tajam.
"Hei, kau itu yang tau diri dong! Enggak usah sok kenal dengan Jenoku. Mending pergi buatkan kita makan deh," desis Minju
Karina menatap geram pada pasangan laknat itu. Entah berapa gadis yang sudah dikencani oleh suaminya ini.
"Hei, apa kau enggak denger ucapan pacarku?! Ayo, pergi sana! Buatkan kita makan!" perintah Jeno
Karina menghela napas kasar. Segera ia berlalu dari hadapan kedua orang itu. Lebih baik ia pergi daripada harus terus melihat pasangan hina itu.
Karina menundukkan kepalanya dan mengepalkan tangannya dengan kuat di atas meja pantry. Mengangkat kepalanya seraya menghela napas kasar.
"Sabar Karina! Sabar! Kau enggak akan selamanya bersama cowok busuk itu! Aku akan segera pergi dari sini. Dan enggak ada satu pun yang akan menghalangiku," geram Karina
Karina lebih memilih mengalah. Ia tak mau berbuat banyak keributan nanti. Jadi, dia menuruti keinginan Jeno untuk membuatkan makanan untuk Jeno dan pacarnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUNG MARRIED
Ficção AdolescenteSUDAH PINDAH KE FIZZO APP. KALAU MAU TAHU KELANJUTANNYA BAGAIMANA, DOWNLOAD APP FIZZO DAN CARI NAPEN "MILABSA" DENGAN JUDUL "YOUNGS MARRIED". READ FREE ON FIZZO APP [HARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] [JANGAN MENJIPLAK HASIL KARYA ORANG. KARENA KAR...
