13. Kamu Itu Ganjen!

576 73 4
                                        

Hayy semuanya!!!

Aku kembali lagi dengan cerita JenoKarina yang paling fenomenal!!! 😘😍

Ada yang kangen enggak dengan nih cerita???

Jangan lupa untuk vote dan comment nya yah!!!

Happy Reading

"Kalian sudah paham, apa kesalahan kalian?!" bentak Pak Handoko dengan alis yang menukik.

"Iyah Pak"

"Iyah"

Jeno dan Jeremy menundukkan kepalanya. Tapi, mereka masih saling bertatapan dengan tajam.

"Hei, jangan mulai lagi yah!" sentak Pak Handoko ketika melihat dua anak itu saling melempar tatapan tajam.

Pak Handoko menghela napas kasar. Ia memijat kening kepalanya yang berdenyut.

"Sekarang, kalian pergi ke tiang bendera dan hormat di sana sampai jam istirahat kedua!" perintah Pak Handoko

Sontak Jeno mengangkat wajahnya dengan ekspresi tak terima.

"Pak! Itu lama banget tau. Yang ada saya akan langsung pingsan," tolak Jeno

"Ohh, kamu mau saya tambah lagi hukumannya?! Jangan kira saya takut hanya karena Papamu adalah penyumbang dana terbesar di sekolah ini. Kamu enggak akan pingsan. Ayo pergi!" tegas Pak Handoko

Akhirnya Jeno pun pasrah pergi untuk menjalankan hukumannya itu. Sedangkan Jeremy sudah pergi sejak disuruh tadi. Benar-benar murid yang teladan!

Jeno memandang sinis pada Jeremy yang sudah hormat duluan. Ia pun mengangkat tangan untuk hormat juga.

"Apa kau menyukainya?" tanya Jeno tiba-tiba.

Namun, Jeremy tak menjawab pertanyaan Jeno. Ia lebih memilih untuk tetap diam. Hal itu membuat Jeno jadi kesal karena diacuhkan. Seorang Jeno Witton diacuhkan ketika berbicara?!

"Hei, apa kau tuli?" bentak Jeno

"Aku enggak tuli. Hanya saja, aku enggak mau membuang waktuku untuk berbicara denganmu," ujar Jeremy dengan wajah datar.

Jeno mengeraskan rahangnya. Ia pun terpikiran suatu ide yang licik. Lihat saja senyum licik yang ia tampilkan.

"Ohh, jadi kau emang menyukai pelayanku itu. Hmm, baguslah! Nanti aku akan memberikannya untukmu. Tapi nanti, tunggu aku bosan," jelas Jeno dengan senyum miringnya.

Gotcha!

Jeremy langsung menatap nyalang pada Jeno.

"Jangan menghinanya lagi! Kau pikir dirimu itu pantas mengatakan itu. Aku yakin, kau pasti sudah mengancam Karina hingga dia mau menjadi pelayanmu," desis Jeremy

"Heh, bukankah kau udah denger penjelasanku di kantin tadi? Aku bilang keluarganya dia itu mendapatkan belas kasihan dari keluargaku. Seperti keluargamu juga, kalau kau tak lupa. Jadi, kalian berdua itu emang cocok sih. Sama-sama benalu," hina Jeno dengan smirknya.

'srak'

Jeremy menggenggam erat kwrah seragam Jeno dan menatapnya tajam.

"Kau jangan berlagak Jeno! Kau pikir itu semua kau yang melakukannya?! Itu semua keinginan orang tuamu sendiri. Kau enggak akan ada Apa-apanya tanpa keluargamu itu!" geram Jeremy

Jeno malah menatap sengit pada Jeremy.

"Hei, yang benar hormatnya!" tegur Pak Handoko yang berada di atas gedung kelas.

Jeremy melepas genggaman itu dengan sedikit dorongan. Ia pun kembali memberi hormat pada bendera. Jeno tersenyum sinis sebelum mengangkat tangannya juga.

YOUNG MARRIED Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang