Hello reader semuanya!!!
Aku kembali dengan cerita JenoKarina yang gaje ini!!!
Jangan lupa untuk vote and comment-nya!!!
Happy Reading
Karina masih memikirkan ucapan Jeno sedari tadi. Di mana pria itu mengatakan akan membatalkan pernikahannya dengan Lia, untuk kembali bersamanya. Entah kenapa ia berpikir jika itu sepertinya tidak akan berhasil. Ia malah jadi khawatir ke depannya ia pasti akan disebut sebagai pelakor oleh semua orang. Terus, bagaimana dengan Jeffrey nanti?
Ah! Ngapain ia harus memikirkan pria itu lagi? Pasti Jeffrey masih bersenang-senang dengan selingkuhannya itu. Apakah ia harus batalkan saja pertunangannya dengan Jeffrey? Apakah itu juga mungkin?
Karina yang sedari tadi mondar-mandir, membuat dua sahabatnya yaitu Winter dan Giselle memandang bingung padanya. Winter dan Giselle saling pandang sejenak. Yahh, Karina mengajak kedua sahabatnya itu untuk bertemu. Mungkin ia bisa cerita pada keduanya saja.
Karena Karina juga tak ingin kembali dulu ke kantornya. Ia yakin banyak gosip di sana bertebaran tentang kejadian tadi.
"Kar, kau hanya mondar-mandir aja dari tadi. Tapi, kau enggak cerita apa pun pada kami," komentar Winter
"Iyah, nih. Ada apa sih sebenarnya?" tanya Giselle
Karina akhirnya berhenti mondar-mandir. Ia menatap kedua sahabatnya itu dengan tatapan sendunya. "Aku bingung banget tau sekarang," keluh Karina seraya duduk di depan keduanya sambil menelunsupkan kepalanya ke meja.
"Bingung kenapa?" tanya Winter
Karina mengangkat kepalanya. Ia mulai menceritakan kejadian dari awal, di mana ia bertemu dengan Jeno sebagai rekan kerja. Jeno yang menarik tangannya keluar dari perusahaannya, sampai di mana Jeno mengatakan akan membatalkan pernikahannya dengan Lia.
Sontak kedua sahabatnya itu melebarkan mata dan mulutnya mendengar mendengar cerita Karina.
"Whats?!" teriak keduanya bersamaan. Yang membuat Karina refleks menutup kedua telinganya.
"Jeno mengatakan itu semua?" tanya Giselle dengan tatapan tak percaya.
Karina mengangguk lemah. "Kalau menurut kalian bagaimana aku harus bersikap?" tanya Karina
"Jujur aja nih yah, Kar. Aku saja sangat terkejut nih mendengarnya. Masalahnya tuh, dari yang aku dengar. Mereka sudah mulai melakukan foto pra-wedding. Bahkan, sudah sampai menentukan tanggal. Bukannya aku tak ingin mendukung," jelas Winter dengan wajah tak enak.
"Aku tau kok. Makanya aku merasa ini sepertinya tak akan berhasil. Aku juga sudah memiliki tunangan. Dan lagi, yang akan menikah dengan Jeno adalah saudaraku sendiri. Kalau sampai batal, yang malu juga Papa. Saat ini kesehatan Papa kurang baik. Sebaiknya jangan ada masalah yang terjadi," timpal Karina dengan wajah sendunya.
"Emm, Kar. Maaf yah jika aku bertanya seperti ini. Apa kau masih menyukai, Jeno?" tanya Giselle hati-hati.
Karina agak tertegun dengan pertanyaan itu. Sempat ia terdiam saja.
"Mau aku suka atau enggak, itu tidak ada gunanya bukan? Aku dan Jeno hanyalah masa lalu yang tak akan mungkin berulang. Kami sudah memiliki kehidupan masing-masing. Sebaiknya aku tidak menganggap serius perkataan Jeno tadi," jelas Karina
Winter menggenggam tangan Karina. "Apa pun yang terjadi, kami akan selalu ada untukmu Karina. Kau sudah kembali ke sini. Tentunya kami akan menjagamu juga," ujar Winter dengan senyuman lebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUNG MARRIED
Roman pour AdolescentsSUDAH PINDAH KE FIZZO APP. KALAU MAU TAHU KELANJUTANNYA BAGAIMANA, DOWNLOAD APP FIZZO DAN CARI NAPEN "MILABSA" DENGAN JUDUL "YOUNGS MARRIED". READ FREE ON FIZZO APP [HARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] [JANGAN MENJIPLAK HASIL KARYA ORANG. KARENA KAR...
