15. Jangan Menganggapku Lemah

569 74 11
                                        

Hayy semuanya!!!

Aku kembali lagi dengan cerita JenoKarina yang paling fenomenal!!!

Ada yang kangen dengan si arogan Jeno???

Atau dengan si penyabar Karina??

Atau dengan si penyelamat Jeremy???

Atau dengan si julid Lia???

Komen di bawah yaww???

Jangan lupa untuk vote-nya juga yah!!!

Happy Reading

'srakk'

"Akhh! Sakit! Lepaskan! Hei!" teriak Lia saat Karina tiba-tiba saja menarik kuat rambutnya itu.

"Jangan pernah mengatakan sesuatu yang kau saja enggak tau! Kau pikir aku ini takut denganmu, hah?! Asal kau tau sendiri, kau dan Mamamu yang jalang itu yang udah buat hancur keluargaku! Kedatangan kalian itu adalah malapetaka bagi keluargaku. Jadi jangan anggap tinggi dirimu. Karena kau dan Mamamu itu sama-sama rendahan!" murka Karina dengan tatapan tajam.

Mereka semua sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Karina. Sungguh, mereka tak pernah melihat Karina yang begitu marah seperti itu. Bahkan, Winter dan Giselle terkejut. Namun, mereka sangat senang saat melihat Karina yang sangat berani memberi Lia pelajaran.

"Kalian jangan percaya apa kata anak haram ini! Dia itu pembual! Dia dan Mamanya itu yang perusak rumah tangga orang! Liat aja Mamanya yang enggak ada sekarang. Dia itu penyebab Mamanya udah enggak ada. Mana ada orang tua yang mau anak haram kayak dia. Akhh!" teriak Lia kembali saat Karina makik menarik rambutnya itu.

"Kau jangan asal bicara ya! Kau itu pembohong besar. Kalian semua pembohong besar. Kalian penyebab Mamaku enggak ada. Karena rencana licik kalian itu! Akhh!" teriak Karina saat Lia malah menarik rambutnya juga.

"Kau itu yang pembohong besar!" teriak Lia

Akhirnya terjadilah aksi saling tarik rambut antara keduanya. Hingga rambut yang diikat oleh Karina terlepas. Bahkan, kaca mata yang dikenakan oleh Karina sudah jatuh ke lantai dan pecah karena diinjak. Namun, Karina tak menyadari hal itu karena fokus pada aksi saling tarik rambut.

Winter dan Giselle ingin memisahkan keduanya, namun Yeji dan Yuna malah menahan mereka.

"Hei, kenapa kalian menghalangi kami?! Minggir gak! Apa kalian berdua tak mau menghentikan aksi brutal teman kalian itu?!" protes Winter

"Heh, biarin aja mereka bertengkar. Bukankah asyik liat ada adegan menarik," timpal Yeji

"Benerr tuh! Liat! Ini akan menjadi trending di sekolah kita. Perkelahian antar saudara. Pasti akan menjadi berita yang panas ini!" sahut Yuna yang malah merekam aksi pertengkaran itu.

"Hei, Yuna! Hentikan itu! Kenapa kau malah merekamnya?! Kau mau buat kelas kira jadi malu, hah?! Jangan rekam lagi!" omel Giselle yang ingin mengambil ponsel itu.

Namun, dengan cepat Yeji menghalangi.

"Jangan ganggu deh! Biarin aja kenapa sih?!" keluh Yeji

"Kalian ini enggak kasihan dengan teman kalian sendiri apa?! Bagaimana kalau bos kalian itu masuk ke ruang BK?!" keluh Winter

"Terserah deh ya! Yang penting kami dapat konten bagus saat ini. Udah yah, aku mau lanjut rekam dulu. Yeji, jagain mereka," ucap Yuna seraya kembali merekam.

'bats'

"Hei, siapa yang...."

Sontak Yuna melototkan matanya kala melihat orang yang mengambil ponselnya itu. Yuna menelan saliva dengan kasar.

"Je-Jeremy?!" pekik Yeji

Jeremy memandang dengan penuh dingin pada Yuna.

"Apa kau pikir ini ajang kontes, hah?! Kenapa kau malah merekam bukannya memisahkan mereka?! Kalian juga! Apa kalian buta melihat aksi pertengkaran yang tak kalian hentikan itu?!" murka Jeremy seraya mendekati keduanya.

Jeremy mendorong kedua gadis itu hingga bisa saling pisah.

"Apa yang kalian lakukan?! Apa kalian pikir ini ring tinju buat kalian berkelahi?!" geram Jeremy memandang marah pada keduanya.

Semua yang ada di sana tertegun melihat sikap tegas dari Jeremy. Sempat mereka mengira jika Jeremy akan membela Karina saja.

"Bukan aku Jer, ini tuh ulah si anak cupu itu," kilah Lia dengan rambut yang acak-acakkan.

"Udah! Kalian berdua sama-sama salah karena berkelahi di sekolah," jelas Jeremy

Ia menoleh pada Karina yang tampak berjongkok. Ia melihat Karina yang sepertinya mencari kaca matanya. Tepat di dekat kakinya, kaca mata itu terletak.

Jeremy mengambil kaca mata itu dan terkejut melihat kaca mata yang sudah pecah itu.

"Karina, ayo berdiri," ujar Jeremy

"Bentar dulu, aku masih cari kaca mataku," timpal Karina yang tetap bertahan dengan posisi jongkok.

"Ini kaca matamu di tanganku," balas Jeremy

Sontak Karina bangkit dari jongkoknya. "Mana kaca mataku?" tanya Karina mengulurkan tangannya.

Sempat Jeremy terdiam sebentar.

"Ayo ikut aku!" tutur Jeremy seraya menarik tangan Karina buat menjauh dari kerumunan itu.

Semua yang ada di sana terkejut dengan tindakan Jeremy yang tiba-tiba. Terlihat wajah kesal pada ketiga gadis itu terutama Yuna. Benar! Yuna sudah menyukai Jeremy sejak lama. Namun, lelaki itu tak pernah meliriknya sama sekali.

Di satu sisi, Winter dan Giselle menatap dengan lega karena kedatangan Jeremy.

"Jeremy! Kau mau bawa aku ke mana?" tanya Karina yang tak tahu arah tujuan Jeremy yang menarik tangannya itu

"Udah! Kau ikut aja," tegas Jeremy

Berbagai pasang mata menatap keduanya. Membuat Karina menundukkan kepalanya dalam. Di saat yang sama, Renjun kebetulan habis dari toilet dan terkejut melihat Jeremy yang menarik tangan Karina.

"Kayaknya aku harus kasih tau Jeno nih," gumam Renjun seraya pergi.

Akhirnya Jeremy menghentikan langkah mereka ketika masuk ke dalam ruang UKS.

"Duduk di sini!" titah Jeremy mendudukkan tubuh Karina di atas ranjang UKS.

Setelahnya, Jeremy pergi ke sebuah lemari yang cukup besar di sana. Ia membuka lemari itu dan mengambil sesuatu di sana. Lalu, ia kembali ke hadapan Karina.

"Kaca matamu pecah, kau pakai kontak lens dulu yah," celetuk Jeremy seraya menyerahkan kontak lens medis kepada Karina.

Karina sangat terkejut ketika melihat kaca matanya yang sudah pecah itu. Karina jadi terlihat sangat sedih. Melihat hal itu membuat Jeremy jadi ikutan sedih.

"Kau kenapa mau nangis? Kau tenang aja yah. Aku janji akan belikan kau kaca mata yang baru. Jangan nangis yah," papar Jeremy

"Bukan masalah baru atau enggaknya. Kaca mata ini dibelikan oleh Nenekku ketika aku berulang tahun kemarin. Sekarang udah rusak. Aku tak bisa menjaga dengan baik pemberian Nenekku," lirih Karina menundukkan wajahnya.

"Jangan sedih gitu. Lagipula Nenekmu enggak akan tanya juga kan. Terus enggak selamanya juga kau akan memakai kaca mata itu. Pasti akan berubah kan," papar Jeremy

Karina menganggukkan kepalanya mengerti. Tapi tetap saja wajah sedih itu ia tampilkan.

"Kau cantik tanpa kaca mata ternyata," celetuk Jeremy sambil menatap dalam wajah Karina.

Karina sendiri sangat tertegun dengan perkataan Jeremy. Ia langsung mengalihkan pandangannya dari Jeremy.

~TBC~

Aduuduh enggak melting tuh dipuji dengan si Jeremy!!! 😍😘

Manis banget yah tuh mulut, Jeremy!!!

Jangan lupa untuk vote dan comment nya yah!!!

Sampai jumpa!!!

YOUNG MARRIED Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang