12. Pembelaan Jeremy

531 68 5
                                        

Hayy semuanya....

Aku kembali lagi dengan cerita JenoKarina yang paling fenomenal!!! 😍

Jangan lupa untuk vote dan comment nya yah!!!

Happy Reading

"Hentikan ini semua! Kenapa kalian menghina Karina terus?! Apa kalian tak malu, hah?!" geram Jeremy menatap tajam wajah Jeno dan Lia.

"Jeremy! Kenapa kau membela cupu ini terus?! Dia yang salah kok. Harusnya dia enggak perlu sekolah di sini. Buat citra sekolah kita bakal buruk dengan penampilannya ini," hina Yuna

Karina mengepalkan tangannya kuat. Apa yang salah dengan penampilannya? Apa hanya karena Karina memakai kaca mata terus harus dihina seperti ini? Heh, dunia ini benar-benar lucu.

"Diam Yuna! Kau pikir bisa mengatakan itu dengan seenaknya?! Apa kau pikir kau udah menghasilkan sesuatu untuk sekolah ini sehingga kau seenaknya menghina orang seperti itu?! Apa maksudmu dengan penampilan?! Apa itu segalanya hingga kau ataupun kalian semua menghilangkan moralitas kalian sebagai manusia?!

Asal kalian tau, Karina yang kalian sedang hina ini adalah murid yang sedang dibanggakan oleh para guru. Padahal dia baru masuk ke sini. Kalau kalian tak percaya, kalian bisa datang ke ruang guru. Tanya, apa pendapat mereka tentang Karina. Karina memang dari desa, tapi pemikirannya jauh lebih maju daripada orang kota kayak kalian yang hanya mementingkan sebuah status," geram Jeremy

"Apa yang terjadi?! Karina!" pekik Winter yang muncul di tengah kerumunan bersama Giselle.

"Ohh, aku tau. Pasti ini kerjaan kalian kan? Kalian yang buat masalah untuk Karina lagi," sindir Giselle dengan tatapan tajam.

"Hei, jangan asal nuduh ya! Kita enggak ada buat apa-apa kok. Temanmu yang cupu aja tuh yang bikin heboh," hina Yeji

"Hei, kucing garong! Jaga yah mulutmu! Mau aku tampol tuh mulut dengan gorengannya Bi Iyem?" tukas Winter

"Apa?! Kau berani?!" sahut Yeji

"Hei, sudah! Kenapa kalian yang jadi pada ribut sih?!" keluh Jeremy

"Dia tuh yang duluan. Gitu sih sama-sama kaum looser emang gitu. Rendahan!" hina Yuna

"Yuna! Kau bisa diem enggak?! Jangan makin memperkeruh suasana yang ada. Jangan seenaknya menghina orang lagi disaat kalian lebih hina dari mereka," tukas Jeremy

'prok-prok'

"Hebat! Hebat banget! Sepertinya kau benar-benar ingin menjadi pahlawan kesiangan yah? Kenapa? Kau menyukainya? Tenang aja aku bakal kasih kalau aku udah bosan yah? Eh, tapi dia bukan seleramu kan? Kau tenang aja, aku punya banyak yang akan aku kenalkan padamu," hina Jeno dengan senyuman meremehkan.

Karina merasakan sakit yang amat mendalam di dadanya kala mendengar hinaan dari Jeno yang notabene-nya adalah suaminya itu. Kenapa Jeno begitu jahat dengannya? Apa karena pernikahan ini? Asal ia tahu jika Karina juga tak menyukai pernikahan ini juga.

'bugh'

Semua orang yang ada di sana langsung memandang terkejut bahkan memekik kala melihat Jeremy memberikan bogeman mentah pada wajah Jeno hingga pria itu tersungkur ke tanah.

"Jangan berani menghinanya lagi! Kau pikir dirimu itu lebih baik, hah?! Jangan seenaknya memberikan cap pada seseorang. Dia bukan barang! Lebih baik kau memikirkan perilaku dan nilaimu itu sebelum bertindak!" murka Jeremy dengan tatapan tajam.

Jeno bangkit dari jatuhnya. Ia menatap tajam wajah Jeremy.

'bugh'

Jeno yang tak terima akhirnya membalas memberikan bogeman mentah pada wajah Jeremy. Namun, tak sampai membuat lelaki itu tersungkur.

"Kau pikir dirimu baik, hah?! Kau jangan mencoba menasehatiku dengan semua omong kosongmu itu. Aku enggak jika kau itu ketua OSIS ataupun pemegang nilai tertinggi di sekolah, karena pada akhirnya, aku yang lebih populer darimu. Kau jangan lupa kalau kau dan keluargamu itu hidup dengan mendapat belas kasihan dari keluargaku. Sama dengan cewek itu," geram Jeno sambil menunjuk Karina.

Karina mengeraskan rahangnya. Jeno benar-benar menghinanya dengan sungguh keterlaluan. Orang-orang itu mulai menggunjingnya.

"Jeno hentikan! Berhenti menghina Karina terus! Kau pikir dirimu itu sempurna, hah?!" protes Giselle

"Emang aku sempurna. Baru tau ya?" ucap Jeno dengan nada sombongnya.

"Jeno hentikan ini semua! Jangan menghina siapa pun lagi," tukas Jeremy

"Kalau aku enggak mau terus kenapa? Masalah gitu? Dia itu asistenku. Jadi, terserah aku mau ngapain," timpal Jeno

Lia maju ke dekat Jeno.

"Jeno benar, Jer. Kau ngapain juga sih habisin waktumu itu membela anak haram ini," hina Lia memandang jijik pada Karina.

"Tutup mulutmu itu! Kau jangan seenaknya menghina orang disaat dirimu tak begitu bagus," sindir Jeremy memandang tajam Lia.

"Kenapa? Dia bener kok. Cewek itu cuma seorang pelayan. Untuk apa kau mengasihi cewek enggak guna itu," hina Jeno kembali.

Mata Karina sudah memerah karena menahan tangis.

Jeremy menarik kerah Jeno dan menatapnya tajam.

"Berhenti menghinanya!"

"KALIAN SEMUA BUBAR!"

Semua langsung bubar begitu mendengar suara teriakan dari guru BK mereka, Pak Handoko.

Pak Handoko mendekati Jeremy dan Jeno yang sudah saling melepas diri.

"Kenapa kalian berkelahi?!" tanya Pak Handoko

Kedua lelaki itu tak menjawab. Mereka malahan saling menatap tajam satu sama lain.

"Hei, kenapa diam aja?! Jawab!" bentak Pak Handoko

"Itu Pak, cewek itu yang salah. Dia yang buat semua keributan ini terjadi," tukas Yuna sambil menunjuk Karina.

Karina membulatkan matanya karena tuduhan itu. Baru akan membuka mulut untuk membela dirinya, ternyata Jeremy sudah lebih dulu membuka mulutnya.

"Enggak Pak! Ini terjadi hanya karena masalah pribadi kami. Enggak ada sangkut pautnya dengan Karina," kilah Jeremy

"Bagus! Sekarang kalian berdua ikut saya ke ruang BK," perintah Pak Handoko

Jeremy dan Jeno akhirnya mengikuti langkah Pak Handoko.

"Hebat banget yah bisa membuat dua orang yang famous di sekolah kita berantem hanya karena cewek cupu ini," sindir Lia dengan tatapan sinis.

"Apa maksudmu Lia? Mereka berkelahi bukan karena Zeline tau. Jangan asal nuduh," tukas Winter

"Terserah! Emang itu kenyataannya. Semua orang di sini juga melihatnya. Iya kan?" timpal Lia

"Iyah betul!"

"Bye. Yuk guys! Kita pergi aja," ucap Lia seraya pergi dan diikuti oleh kedua temannya itu.

Semua murid pun bubar dari kerumunan itu.

"Mereka bertengkar karena aku kan?" tanya Karina

"Enggak Karina! Jangan salahkan dirimu terus. Ini bukan salahmu. Okey," timpal Winter

Namun, Karina masih memasang wajah bersalahnya.

~TBC~

Yayyy untung Jeremy!! 😘

Tapi kasihan jadi masuk BK😭

Jangan lupa untuk vote dan comment nya yah!!!

Sampai jumpa!!!

YOUNG MARRIED Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang