Hayy semuanya...
Aku kembali lagi dengan cerita JenoKarina yang paling fenomenal!!!
Jangan lupa untuk vote dan comment nya!!!
Mumpung cerita ini gratis yah!!!
Jadi bantu aku yah!!!
Happy Reading
'ting tong'
'ting tong'
"Iyah, tunggu sebentar!" teriak Karina yang segera berjalan ke arah pintu.
Karina yang sedang sibuk memasak tiba-tiba mendengar suara bel apartemen yang berbunyi. Dengan segera ia menuju pintu untuk melihat siapa yang datang sepagi ini.
Karina membulatkan matanya sempurna kala melihat sosok ibu mertuanya sedang berdiri di luar. Karina seketika panik, ia takut kalau sampai ibu mertuanya itu tahu kalau dia dan Jeno tak tidur bareng.
Karina segera membuka pintu apartemen itu, khawatir kalau ibu mertuanya itu akan menunggu lama di luar.
'cklek'
"Salamat pagi, Ma. Ayo masuk," Sapa Karina mempersiapkan Emily masuk.
Emily dengan senang hati menerima ajakan itu. Menantunya sangat ramah padanya. Karina mengajak ibu mertuanya itu untuk duduk di soda ruang keluarga.
"Saya enggak tau kalau Mama bakal datang sepagi ini," celetuk Karina seraya menatap ke arah tangga.
"Maafin Mama yah enggak kasih tau kamu dulu. Maunya sih nanti siang Mama mau datang. Tapi, Mama bosan di rumah sendirian. Jadi, Mama datang aja ke sini. Sekalian mau anterin ini," jelas Emily seraya memberikan beberapa paper bag pada Karina.
"Ini apa Ma?" tanya Karina seraya menerima pemberian paper bag itu.
"Itu pakaian-pakaian sekolah kamu. Kamu kan akan satu sekolah dengan Jeno," ungkap Emily
"O-Oh gitu ya. Tapi kenapa Mama yang anterin, saya kira Papa saya yang akan mengantarnya," timpal Karina tak enak hati.
"Eihh, jangan sungkan kayak gitu. Selain Mama anggap kamu sebagai menantu Mama, kamu juga udah Mama anggap seperti anaknya Mama sendiri. Anggaplah Mama ini seperti Helena, Mama kandung kamu," balas Emily dengan senyuman lebar.
Karina membalasnya dengan senyuman lebar pula. Hatinya sungguh menghangat kala mendengar perkataan Emily.
"Makasih yah Ma. Mama Helena pasti seneng deh karena aku mempunyai Mama yang sangat baik sekarang," ujar Karina
"Kamu tenang aja yah. Ada Mama di sini yang akan selalu mendukungmu. Oh ya, Jeno di mana? Apa dia masih tidur jam segini?" tanya Emily
Karina tergugu dengan pertanyaan itu. Dia mana tahu kalau Jeno itu sudah bangun atau belum. Mereka aja tidak satu kamar.
"Emm, iyah Ma. Jeno masih tidur. Dia kayaknya sangat lelah karena acara kemarin," jelas Karina
"Itu selalu malas yah. Kenapa enggak contohin kamu ini yang udah pagi-pagi bangun. Kalau lagi itu anak salat subuh. Hemm, Mama mohon yah sama kamu, ajarin Jeno biar rajin ibadah juga," pinta Emily
"Iyah, Mama tenang aja yah. Saya akan berusaha," jawab Karina
"Humm, kamu lagi masak yah. Daritadi Mama mencium aroma yang lezat gitu," komentar Emily
"Oh iya! Bentar yah Ma. Aku ke dapur dulu. Belum selesai masak juga," pamit Karina seraya beranjak ke dapur.
Emily mengikuti langkah Karina menuju dapur. Emily menatap takjub pada masakan yang dibuat Karina. Omelette ege, bacon, butter bread, bahkan di sana ada pudding kedelai hitam.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUNG MARRIED
Teen FictionSUDAH PINDAH KE FIZZO APP. KALAU MAU TAHU KELANJUTANNYA BAGAIMANA, DOWNLOAD APP FIZZO DAN CARI NAPEN "MILABSA" DENGAN JUDUL "YOUNGS MARRIED". READ FREE ON FIZZO APP [HARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] [JANGAN MENJIPLAK HASIL KARYA ORANG. KARENA KAR...
