Hayy semuanya!!!
Aku kembali lagi dengan cerita JenoKarina yang paling fenomenal!!!
Yang masih kangen bisa komen di bawah yahh!!
Jangan lupa vote nya jug yah!!!
Happy Reading
"Karina! Apa harus kamu pergi secepat ini sayang?"
Karina tersenyum manis mertuanya itu. Ia mengangguk lemah.
"Bukankah masa kontraknya udah habis, Ma? Karina harus pergi sekarang. Lagipula, udah enggak ada harapan aku ada di sini lagi. Aku juga sudah menyelesaikan semuanya," jelas Karina dengan senyum tipis.
'grep'
Sang mertua, Emily, memeluk erat menantunya itu. Sungguh, ia tak rela jika Karina harus pergi secepat ini. Biarlah, dia sudah cerai dengan anaknya. Tetap saja ia tak rela jika anak itu pergi. Emily sudah menganggap Karina sebagai anak perempuannya sendiri. Karena Karina adalah anak dari sahabatnya.
"Mama sangat bersyukur kamu ada di antara kami. Kamu sudah membuat Jeno berubah. Dia jadi lebih banyak belajar sekarang. Dia juga sudah jarang tak bermain perempuan lagi. Mama sangat bersyukur karena hal itu. Mama sudah yakin jika kamu pasti bisa membuat Jeno berubah. Mama akan tetap sayang sama Karina meskipun kita berpisah. Kamu juga jangan melupakan Mama dan Papa yah. Kami akan selalu ada untukmu, kapanpun kamu panggil kami," papar Emily seraya mengelus dengan lembut rambut Karina.
Karina mengangguk kuat di dalam pelukan itu. Ia membalas pelukan itu tak kalah erat. Menyalurkan jika dia sebenarnya juga tak ingin berpisah dari mertuanya ini. Karena Karina sangat nyaman dengan Emily. Terasa jika dia memiliki Ibu kembali.
Karina melepaskan pelukan itu dan tersenyum lebar pada wanita yang sebentar lagi akan ia tinggalkan jauh. Karena setelah ini, Karina tak akan kembali lagi ke Jakarta. Ia akan meninggalkan semua kenangan yang ada di sini. Termasuk kenangannya dengan Jeno.
"Ma, aku harus berangkat sekarang yah. Pesawatku sudah akan berangkat. Mama dan Papa jaga kesehatan yah. Oh ya, bisakah aku minta satu permintaan terakhir?" tanya Karina
"Apa itu sayang?" tanya Emily balik.
"Jangan kasih tau siapapun, apalagi Jeno ke mana aku pergi. Aku hanya ingin tenang saat ini Ma," pinta Karina
"Iyah, kamu tenang aja. Hanya Papa dan Mama yang tau hal ini. Kamu yang semangat yah di sana. Mama dan Papa akan selalu menunggu kepulanganmu di sini," jawab Emily dengan senyum lembut.
Karina tersenyum tipis. Ia mulai berjalan menjauhi Emily dengan lambaian tangan. Hingga tubuhnya menghilang di balik pintu kaca karena sudah harus menaiki pesawat. Entah ke mana Karina pergi. Yang pasti saat ini ia sudah pergi meninggalkan semuanya.
Di sana Emily menangis dengan diam. Hatinya sangat sedih karena anak perempuannya sudah pergi.
"Jeno, kamu pasti menyesal Nak. Kamu membuang berlian yang berharga yang kamu genggam," lirih Emily
***
"Ke mana jalang itu?! Heh, aku yakin dia pasti sedang bermain lagi dengan banyak pria di luar sana. Cih, benar-benar murahan!" geram Jeno membanting semua barang di apartemennya.
Matanya masih berkilat penuh amarah saat ini. Ia mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Kau akan merasakan apa akibat dari perbuatanmu ini, jalang!"
***
Pagi menyambut Jeno. Saat ia turun dari tangga, hanya keheningan yang menyambut dirinya. Entah mengapa, rasa sakit memenuhi dadanya saat ini. Ia teringat jika setiap ia turun dari tangga, pasti akan ada gadis itu yang sedang masak.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUNG MARRIED
Fiksi RemajaSUDAH PINDAH KE FIZZO APP. KALAU MAU TAHU KELANJUTANNYA BAGAIMANA, DOWNLOAD APP FIZZO DAN CARI NAPEN "MILABSA" DENGAN JUDUL "YOUNGS MARRIED". READ FREE ON FIZZO APP [HARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] [JANGAN MENJIPLAK HASIL KARYA ORANG. KARENA KAR...
