Hayy!!! Semuanyaaa!!!
Akhirnya author bisa up bab baru untuk cerita ini setelah sekian lama!
Soalnya cerita ini mau author masukkan untuk ikutan WSA 2022!!!
Do'ain semoga author menang yah sebagai karya fanfic terbaik!!!
Aamiin!!!
Happy Reading
Sembilan tahun kemudian....
Hari demia hari yang kembali berlalu. Sudah banyak musim yang juga terlewati. Hingga akhirnya sembilan tahun berlalu dan harus kembali ke tanah kelahirannya.
Sebuah pesawat mendarat sempurna di bandara internasional Jakarta. Para penumpang pesawat terlihat menuruni pesawat itu bersamaan. Salah satunya, seorang wanita cantik dengan kaca mata hitamnya juga nampak turun dari sana.
Setelah mengambil kopernya, ia segera menuju ke tempat di mana orang akan menjemput dirinya. Ia melihat sebuah papan nama bertuliskan namanya di sana. Senyum lebar langsung terbit di wajahnya melihat hal itu.
"Lana!" panggilnya dengan sedikit berteriak.
Wanita yang memegang papan namanya itu, lantas menoleh ke arahnya. Senyum lebar juga terlihat di wajahnya. "Karina!" Dengan cepat ia berlari mendekati wanita dengan blazer biru dongker itu.
Keduanya langsung memeluk dengan erat. "Auhh! Aku sangat merindukanmu, Lana!" ucap wanita bernama Karina itu.
"Apalagi aku tau yang sangat merindukanmu juga! Kau jadi bertambah semakin cantik yah. Tubuhmu bahkan sangat seksi. Beda dulu, agar datar," ucap Lana dengan nada sedikit berguyon.
Sebuah pukulan pelan diterima Lana di bahunya. "Apaan sih, Lana. Kau ini ada-ada aja deh. Kau juga banyak berubah. Jadi semakin cantik dan manis. Tadi aja aku sempat pangling karena tidak mengenal dirimu. Jika saja aku tak mengingat ini," timpal Karina menunjuk tahi lalat di dekat pipi wanita itu.
Keduanya sontak tertawa bersama.
"Udah ah! Kau pasti capek bukan? Perjalanan dari Berlin ke Jakarta kan sangat lama," ujar Lana menuntun Karina berjalan bersamanya.
Karina menaruh kepalanya di bahu Lana seraya mengangguk pelan. "Bener-bener capek emang. Yahh, tapi bagaimana lagi? Ini sudah tuntutan pekerjaan aku harus balik ke sini untuk mengurus masalah proyek di sini. Tapi, aku tetap senang karena bisa bertemu denganmu. Aku juga sangat merindukan Bibi Ani tau," jelas Karina
Lana terkekeh pelan. "Kau tenang saja. Saat ini Bibi Ani memasakkan sesuatu yang spesial untukmu di rumah. Oh ya, bagaimana kabar kakek dan nenek? Mereka sehat-sehat aja kan di sana?" tanya Lana
Karina mengangguk pelan. "Yahh, mereka baik-baik saja. Pengobatan di Berlin kan sangat bagus. Apalagi kakek dan nenek banyak mendapat teman di sana. Jadi, aku agak tenangan," jawab Karina
Lana mengajak Karina masuk ke dalam mobil yang menjemput. Setelahnya, mobil itu berjalan meninggalkan area bandara.
Karina membuka jendela melihat suasana kota Jakarta yang selama sembilan tahun ini ia tinggalkan.
"Ternyata ada banyak perubahan pada kota ini selama aku pergi," gumam Karina tersenyum tipis.
"Yahh, begitulah. Begitu pula dengan beberapa orang yang mungkin akan berubah seiring berjalannya waktu," ucap Lana
Apa dia juga berubah yah? Sembilan tahun sudah berlalu. Dia pasti sudah memiliki kehidupannya sendiri bersama orang yang ia cintai ~ batin Karina
Akhirnya mobil itu sampai di halaman rumah keluarga Vamana. Yahh, Karina kembali ke rumah papanya. Walaupun dalam hati ia tak ingin kembali ke sini. Tapi, mau tak mau ia harus kembali. Karena bagaimanapun juga, ia selama sembilan tahun ini agak khawatir meninggalkan papanya bersama dua wanita licik itu. Apalagi saat mendengar Lana pernah bercerita jika papanya itu suka sakit-sakitan saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUNG MARRIED
Teen FictionSUDAH PINDAH KE FIZZO APP. KALAU MAU TAHU KELANJUTANNYA BAGAIMANA, DOWNLOAD APP FIZZO DAN CARI NAPEN "MILABSA" DENGAN JUDUL "YOUNGS MARRIED". READ FREE ON FIZZO APP [HARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] [JANGAN MENJIPLAK HASIL KARYA ORANG. KARENA KAR...
