17. Tanpa Kaca Mata(2)

737 78 6
                                        

Hayy semuanya!!!

Aku kembali lagi dengan cerita JenoKarina yang paling fenomenal!!!

Ada yang masih kangen kah dengan cerita ini???

Jangan lupa untuk vote dan comment nya yah!!!

Happy Reading

Pagi hari yang cerah disambut Karina dengan sibuk memasak di dapur untuk sarapan. Seperti biasa ia akan bangun pagi-pagi sekali. Ia hanya memasak nasi goreng seafood pagi ini.

Terserah jika suaminya itu mau makan atau tidak. Yang penting dia sudah melakukan dengan baik kewajibannya sebagai seorang istri. Lagipula sudah menjadi kebiasaannya saat di desa. Memasak setiap pagi membantu Neneknya.

Sesekali ia bersenandung kecil dengan earphone di telinganya. Lantunan piano klasik yang ia dengar membuat pikirannya tenang. Bahkan kepalanya ikut bergoyang mengikuti lantunan musik itu.

Saking asyiknya memasak dan mendengarkan musik, ia sampai tak sadar jika Jeno sudah turun dan melihatnya di dapur. Jeno terkekeh pelan melihat sikap lucu Karina yang menggoyangkan kepalanya sekaligus menarikan tangannya.

Karina mematikan kompor listrik itu dan meraih dua piring. Tak lupa ia menghiasi piring itu dengan sayuran dan telur mata sapi. Ia tersenyum senang ketika hasil masakannya memuaskan hatinya. Karina juga melepas earphone yang ia kenakan.

Karina dibuat terkejut kala melihat Jeno yang berada di belakangnya sedang menyandar pada pintu dapur sambil melipat kedua tangannya.

"E-Ehm, kau membuatku kaget," ucap Karina seraya membawa dua piring itu ke atas meja

Jeno pun mengikuti langkah Karina dan duduk di depannya. Karina kembali terkejut melihat Jeno yang duduk. Ia pikir lelaki ini tak akan mau sarapan lagi.

"Kenapa ekspresimu seperti itu?" tanya Jeno saat ia menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya.

Karina langsung tersadar dari lamunannya.

"A-Aku pikir kau enggak mau lagi sarapan dengan masakanku," jawab Karina

Karina masih ingat dengan jelas dalam memori kepalanya. Bagaimana lelaki di hadapannya ini menghina sarapan yang ia buat. Jujur, siapa yang tak sakit hati diucapkan dengan kata kasar seperti itu.

Jeno meletakkan sendoknya dan menatap Karina. "Aku minta maaf soal itu. Saat itu aku lagi emosi, makanya melampiaskannya padamu," jelas Jeno dengan wajah serius.

Karina melebarkan matanya kala mendengar kata 'maaf' yang dilontarkan Jeno. Apa ini masih Jeno yang sama? Dia tak mimpi kan?

"Kenapa kau terkejut? Apa enggak biasa denger orang berkata maaf?" tanya Jeno yang kembali memakan makanannya.

"Aneh aja kalau dengan kau yang mengucapkannya," tutur Karina yang mulai memakan makanannya.

Jeno tersenyum tipis. Ia melihat Karina yang fokus pada makanannya.

"Apa yang terjadi pada kaca matamu?" tanya Jeno

Karina mengangkat wajahnya. "Pecah"

"Karena perkelahian itu?" tanya Jeno lagi.

Karina mengangguk pelan. Ia tak ingin mengingat kejadian itu lagi. Hatinya sangat sakit mengingat kata-kata Lia yang menusuk hatinya.

Jeno yang melihat ekspresi Karina yang tak ingin ditanyain lagi, memilih untuk melanjutkan makannya saja. Jeno sedikit menyadari kalau gadis di depannya ini cantik dengan tanpa kaca mata.

Karina yang merasakan kalau Jeno sedang menatap intens padanya, langsung mengangkat kepalanya untuk memastikan. Namun, dengan cepat Jeno mengalihkan pandangannya dan memfokuskan makan. Karina jadi tersenyum geli melihat Jeno yang nampak malu.

YOUNG MARRIED Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang