[Romance & Teen Fiction]
Yumna Putri Kencana, gadis cantik yang memiliki segudang cara menggait laki laki agar tertarik padanya. Fuckgirl, itu adalah julukannya, karna tak jarang ia bergonta ganti pacar. Namun semuanya berubah saat seorang laki laki...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bell pulang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Para siswa dan siswi terutama kelas 12 IPS 3 sedang bersiap pulang. Yumna merapikan alat tulisnya dan memasukkannya kedalam tas.
"Yum. Di jemput gak lo?" Yumna menoleh pada Sera lalu mengangguk.
"Udah nunggu di depan gerbang." Jawab Yumna, yang dia maksud adalah supirnya.
"Yaudah gue duluan ye anjir. Pen berakk. Babay!" Sera berlari meninggalkan Yumna seorang diri di kelas. Yumna hanya bisa menggeleng gelengkan kepala. Tingkah sahabatnya memang seperti itu, rada rada gesrek.
Yumna memakai tas nya dan berjalan keluar kelas. Masih banyak siswa dan siswi yang berlalu lalang, jadi ia tidak merasa sendiri. Ia melewati sekumpulan cowok yang sedang nongrong di bangku yang ada di koridor.
"Yumna!! Salam dari Haikal katanya!"
"Yumna!! Pulang sama gue yuk."
"Ciee sendiri."
Yumna menghela napas kasar. Ia sangat malas mendengar ocehan para siswa yang sering menggodanya. Padahal menurutnya, dia tidak secantik itu sehingga di sukai oleh banyak lelaki.
"Banyak bacot lo." Semprot Yumna pada sekumpulan siswa yang tadi menggodanya.
"Cieee marah aja cantik."
"Ciee yang marah."
"Hah bodoamat!!" Yumna menghentakkan kaki dan mempercepat langkahnya. Yumna berjalan setengah berlari, namun langkahnya terhenti saat mendapati seorang siswa berdiri di luar gerbang sekolah, seperti menunggu jemputan.
'Albi'
Yumna tersenyum licik dan berjalan mendekat. Ia menepuk bahu Albi dari belakang yang membuat sang empu menoleh karna sedikit kaget.
"Hai," sapa Yumna.
Albi hanya diam, ia membalikkan tubuhnya seperti semula, mengabaikan Yumna sepenuhnya. Yumna geram, ia ingin sekali meneriaki Albi, namun ia sadar itu bukan jalan mainnya.
Yumna berdiri tepat di samping Albi dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Yumna menolehkan kepala ke arah Albi, ternyata lelaki itu hanya menatap lurus kedepan mengamati jalan raya.
"Lo lagi nunggu jemputan?" Albi diam. Dia tidak menoleh apalagi menjawab.
"Mau ikut mobil gue aja?" Albi menoleh dan menatap Yumna. "Nggak. Makasih."
Yumna menggigit pipi bagian dalamnya. Kenapa laki-laki ini begitu cuek padanya? Apakah dia begini kepada setiap orang atau hanya padanya saja?
"Oh yaudah. Gue temenin sampe jemputan lo dateng."
Albi kembali menoleh sambil menggeleng. Terlihat sekali jika dia tidak menyukai keputusan Yumna. "Aku gak papa. Kakak bisa pulang duluan."
"Santai aja. Gue temenin." Albi kembali tidak merespon. Ia menatap ke arah jalan dan sesekali mengecek ponselnya.