Adik kelas
"Kalian saling kenal?" Pertanyaan tante Sari menyadarkan Yumna dari lamunan. Ia menatap Albi yang ternyata juga sedang menatapnya tidak suka.
"Enggak."
"Iya! Dia adik kelas aku tante." Jawab Yumna secepat kilat. Dia memandang Albi tajam, tapi seolah tidak perduli Albi malah membuang pandangan.
'Syombong amat'
"Oh kalo gitu kamu belum kenal dong anak tante? Kenalin namanya Nara, lebih muda dari kamu." Ucap tante Sari memperkenalkan putri cantiknya.
"Hai kenalin. Nara." Nara menyodorkan tangan dan di balas oleh Yumna.
"Yumna." Balasnya kemudian melepaskan tautan tangan mereka.
"Nara ini baru kelas 10. Tante udah urus surat pindah sekolahnya ke SMA kalian. Untung aja ada kamu ya, tante harap nanti kamu bisa berteman baik sama Nara."
"Tante tenang aja. Albi yang bakal jagain Nara..." Albi menatap Yumna tajam. "Dari pengganggu." Sambungnya dengan menekan setiap katanya.
Seolah tertancap panah di jantung. Kenapa Yumna merasa yang di maksud Albi adalah dirinya. Apa dia pernah mengganggu Albi? Seingatnya tidak pernah.
"Ah iya tante tenang aja." Balas Yumna.
"Kalo gitu Yumna permisi dulu ya tante, Nara, Albi. Soalnya ada urusan."
Setelah menyalimi tante Sari, Yumna berbalik pergi. Perasaannya sangat jengkel. Ia geram dengan laki-laki bernama Albi itu. Apakah ia harus membatalkan rencananya dan membalas Albi hingga puas?
Yumna menyugar rambutnya kebelakang.
'Awas lo setan'
...
Yumna berlari di koridor yang sepi karna pelajaran pertama sudah di mulai. Tadi malam ia begadang karna bermain game, sehingga paginya ia terlambat bangun.
"Sial sial sial abis gue." Yumna mempercepat langkahnya dan saat di belokan ia tidak sengaja menabrak seseorang.
"Ah anjir kalo jalan pake mata!! Buta lo?!!" Bokongnya terasa panas. Yumna kemudian berdiri sambil menepuk nepuk roknya.
"Eh.." Yumna mematung melihat siapa yang ada di depannya. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya karna takut.
"P-pak Zainul. A-anu pak saya kira siapa." Pak Zainul, guru BK berkumis tebal itu melotot ke arahnya.
"Sudah terlambat, berkata asar pula."
"A-anu pak-"
"Lari keliling lapangan 20 putaran sekarang juga!!!!!!"
"Ampun pak!!!"
.
.
.
Dan disinilah Yumna sekarang. Berlari di bawah sinar matahari pagi dengan keringat yang sudah membasahi tubuh. Padahal baru dua kali putaran, kenapa bisa seberkeringat itu? Ya jelas karna luas lapangannya tidak manusiawi.
"Sial banget pagi pagi. Gila!!!" Teriak Yumna sambil terus berlari walau terengah engah. Jika saja pak Zainul tidak sedang mengawasinya, Yumna pasti lebih memilih duduk berleha leha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adik Kelas
Fiksi Remaja[Romance & Teen Fiction] Yumna Putri Kencana, gadis cantik yang memiliki segudang cara menggait laki laki agar tertarik padanya. Fuckgirl, itu adalah julukannya, karna tak jarang ia bergonta ganti pacar. Namun semuanya berubah saat seorang laki laki...
