ADIK KELAS
"Yumna. Kamu nginep aja ya disini. Ini udah malem banget kalo kamu pulang." Ucap Dahlia selesai makan malam berdua dengan Yumna. Jangan tanyakan kemana perginya om Arga, ayah Albi itu adalah orang yang sangat sibuk.
"Gapapa kok bunda. Aku pulang aja." Balas Yumna.
"Jangan gitu. Gak baik cewek pulang sendiri malem malem gini. Bunda juga gak enak hati liat kamu pulang. Toh mami kamu juga gak ada di rumah kan. Jadi nginep aja ya." Tatap Dahlia penuh harap.
Yumna akhirnya mengangguk dengan terpaksa. Ia tak ingin membuat orang sebaik tante Dahlia kecewa. Toh benar juga apa yang bunda Albi ini bilang, sekarang sudah jam 10 malam.
"Di deket kamar Albi ada kamar kosong. Kamu bisa langsung istirahat di sana habis ini." Ucap Dahlia.
Yumna mengangguk. Ia juga sudah merasa letih. Matanya berat ingin segera masuk ke alam mimpi. Yumna pergi ke lantai atas, tempat kamarnya berada. Ia masuk dan tak lupa mengunci pintunya. Beberapa saat lalu Dahlia memberinya paperbag yang berisi baju tidur padanya. Wanita paruh baya itu sangat pengertian, ia tau saja jika Yumna tak bisa tidur dengan pakaian yang digunakan seharian.
Sebelum tidur Yumna menyempatkan diri untuk mandi terlebih dahulu. Setelah itu ia melangkah ke ranjang dan tak lupa mematikan saklar lampu utamanya. Ia kemudian mulai memejamkan mata.
.
.
.
Yumna menggeliat dan mencoba mencari posisi nyaman untuk kembali terlelap. Suara ketukan terus terdengar dari luar, namun Yumna menghiraukannya karna ia sangat butuh istirahat.
Suara ketukan itu terdengar lagi bahkan lebih keras dari sebelumnya.
"Aduh siapa sih." Gumam Yumna sambil meng cek layar ponselnya. Masih jam 12 malam dan siapa yang mengetuk pintu mengganggu orang tidur saja.
Yumna bangkit dengan malas. Suara ketukan itu kembali terdengar membuatnya sedikit takut karna bisa jadi itu hantu. Namun dengan langkah pasti Yumna berjalan ke arah pintu dan membukanya perlahan.
Pintu itu terbuka dan menampilkan Albi di depannya. Bibir laki laki itu tersenyum samar sebelum langsung memeluk erat Yumna, membuat ia terdorong sedikit kebelakang karna tak siap.
"Ngapain?"
"Aku gabisa tidur." Cicit Albi.
Yumna menutup pintu dengan kakinya lalu menarik tangan Albi ke arah tempat tidur. Jika Albi datang padanya dan mengatakan jika dia tidak bisa tidur, berarti Albi ingin tidur bersamanya.
Albi dan Yumna naik ke tempat tidur. Tak lupa Yumna menarik selimut untuk menghangatkan tubuh mereka berdua. Albi dan Yumna tidur berhadapan dengan guling yang menjadi pembatas.
"Tau dari mana aku nginep?" Tanya Yumna.
"Aku keluar terus liat mobil kakak masih ada. Trus aku cek semua kamar tamu, dan ternyata kak Yumna ada di sini." Jawab Albi.
"Trus kenapa nyari aku?"
"Aku gabisa tidur." Ucap Albi.
Yumna menghela napas. "Harus banget tidur sama aku?"
Albi terdiam sesaat dan tiba tiba bangkit. "Kalo emang gak boleh, aku balik ke kamar aja."
Yumna terkekeh sebelum menarik tangan Albi agar kembali tidur di dekatnya.
"Ngambekan banget. Padahal kan cuma nanya."
Albi diam.
"Gimana keadaan kamu? Enakan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Adik Kelas
Teen Fiction[Romance & Teen Fiction] Yumna Putri Kencana, gadis cantik yang memiliki segudang cara menggait laki laki agar tertarik padanya. Fuckgirl, itu adalah julukannya, karna tak jarang ia bergonta ganti pacar. Namun semuanya berubah saat seorang laki laki...
