ADIK KELAS | PART 14

1K 64 7
                                        

"Mami

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Mami."

Satu tamparan mendarat di pipi mulusnya, hingga membuat wajah Yumna tertoleh ke samping. Matanya terasa panas, namun entah kenapa ia malu hanya untuk menujukkan air mata saat ini.

"Siapa yang ajarin kamu bertingkah seperti preman?! Siapa?!" Teriakan Ranti menggema di koridor. Awalnya Ranti ingin mengajak Yumna menjemput Papinya di bandara. Karna itu Ranti datang ke sekolah sekalian untuk meminta izin agar Yumna bisa pulang lebih awal.

Saat ia keluar dari ruang guru, ia tidak sengaja bertemu dengan Albi, dan laki laki itulah yang mengantar Ranti ke kelas Yumna. Tetapi siapa sangka Ranti malah mendapati Yumna sedang menindas temannya. Ia tidak pernah menyangka bila Yumna akan melakukan hal seperti itu. Terlebih saat Ranti melihat siapa korban dari perbuatan Yumna yang tak lain adalah putri dari temannya sendiri, Nara.

"Mami kecewa sama kamu." Ranti kemudian memeluk Nara yang masih menangis. Terdengar kalimat penenang yang Mami nya ucapkan untuk menenangkan Nara.

Yumna menaikkan pandangannya. Ia menatap Albi datar. Menghela napas pelan, Yumna kemudian berbalik menghadap sang Mami.

"Mih. Dengerin dulu."

"Ayo kita ke uks dulu. Tante temenin yah." Ranti kemudian memapah Nara di bantu oleh teman Nara yang tadi. Ranti seolah sengaja mengabaikan ucapan Yumna.

Yumna menarik napas dalam kemudian menghembuskannya pelan. Hati nya terasa sangat sakit melihat Mami nya mengacuhkannya seperti ini. Terlebih lagi, ini adalah pertama kalinya Ranti menamparnya.

"Kak-"

"Nggak. Jangan ngomong apa apa." Ia kemudian berbalik lalu menatap wajah Albi.

"Ceramahnya nanti aja ya Bi. Sekarang lo susul dulu noh sahabat lo. Gua liat tadi lututnya luka." Ujar Yumna kemudian pergi meninggalkan Albi seorang diri.

.

.

.

Yumna melihat kedepan dengan tatapan kosong. Ia tidak memiliki mood untuk belajar lagi sehingga ia lebih memilih untuk pergi ke rooftop sekolah. Suara pintu yang terbuka membuatnya tersadar dari lamunannya.

"Ngapain di sini?" Tanpa menoleh pun ia tau jika laki laki yang sekarang duduk di sampingnya adalah Vano.

"Nyari angin. Lo sendiri ngapain ke sini? Kaga belajar?" Yumna tetap memandang lurus kedepan.

"Ngikut lo lah. Abis dari koridor gue langsung nyusulin lo ke sini." Jawab Vano enteng.

Yumna menoleh menatap Vano yang ternyata juga sedang menatapnya. "Lo liat?"

Vano mengangguk sebagai jawaban yang membuat Yumna mendengus. Yumna kemudian kembali menatap suasana di depannya. "Kasar banget ya gue?"

"Kaga. Tuh adkel aja yang cengeng." Jawab Vano lagi.

Adik KelasTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang