ADIK KELAS
Yumna berjalan di koridor seorang diri karna Sera sudah pulang lebih dulu bersama Rangga. Saat ia sudah berada di gerbang, ia mengedarkan pandangan mencari mobil jemputannya. Melihat mobil jemputannya sudah datang, Yumna pun berjalan mendekat ke sana.
Namun langkahnya terhenti karna tiba tiba seseorang menahan pergelangan tangannya. Yumna menoleh dan mendapati Albi tersenyum padanya.
"Albi. Kenapa?" Yumna berusaha berbicara se-biasa mungkin, walau jantungnya sekarang berdetak tak karuan.
"Biar aku yang anter kamu pulang." Ucap Albi tanpa melepas tangan Yumna.
Yumna menoleh sejenak ke arah supirnya yang kini berdiri di depan pintu mobil. "Supir aku udah jemput. Gimana dong?"
Albi mengikuti arah pandang Yumna. "Tunggu sebentar." Ucapnya kemudian berjalan ke arah mobil Yumna, berbicara singkat dengan pak supir.
Yumna tak tau apa yang di bicarakan Albi dengan supirnya, tapi setelah mereka selesai bicara, supir Yumna terlihat mengangguk.
Albi kembali menghampiri Yumna kemudian menarik tangannya ke arah mobil Albi.
"Bi. Jemputan aku gimana?" Yumna terlihat bingung.
"Udah aku suruh pulang aja. Lagian sebelum ini aku udah minta izin ke Mami Ranti buat bawa kamu ke rumah." Jawab Albi enteng sambil membukakan Yumna pintu mobil.
"Ayo masuk." Suruh Albi saat Yumna hanya diam sambil menatapnya.
Yumna kemudian masuk dan duduk di belakang. Saat Albi hendak menyusul, Nara tiba tiba datang entah dari mana, dan dengan tidak tau diri langsung duduk di sebelahnya.
Yumna menoleh ke samping, menatap Nara kesal setengah mati. "Lo ngapain main duduk- duduk aja?"
Nara menoleh dan tersenyum lebar. "Kak Yumna mau ke rumah Albi kan? Sekalian aku juga mau kesana."
Pintu mobil terbuka, Albi masuk dan duduk di samping pengemudi. Sekilas dia menoleh ke belakang, dengan senyum samar di bibirnya.
"Hah! Kenapa sih?! Kenapa kamu gak kasi tau kalo si Nara bakal ke rumah kamu juga?!" Yumna menatap Albi kesal.
Albi menoleh. "Bunda cari Nara juga."
Yumna menghela napas kasar kemudian mengipasi dirinya dengan tangan. "Bener bener ya." Yumna mencoba membuka pintu mobil- berniat untuk keluar. Namun ternyata pintunya sudah terkunci.
"Albi! Udah deh mending aku keluar."
"Jangan gitu. Pak ayo jalan."
Mobil itu kemudian berjalan meninggalkan pekarangan sekolah.
.
.
.
"Yumna." Dahlia memeluk tubuhnya saat ia baru saja masuk kerumah besar itu. Yumna tersenyum canggung saat Dahlia mengurai pelukannya dan menatapnya.
"Bunda. Maaf yang kemarin. Yumna gak sopan langsung pulang gitu." Yumma bersungguh- sungguh minta maaf. Hatinya terasa tidak enak, terlebih pada Dahlia dan Arga.
"Gak pa- pa. Bunda ngerti. Ayo masuk dulu." Dahlia menarik tangan Yumna menuju meja makan. Albi dan Nara sudah pergi entah kemana. Sahabat sejati itu memang sehati, jika satu menghilang yang satu lagi mengikuti.
"Makan dulu ya. Habis itu kita ngobrol." Dahlia menarik satu kursi di sampingnya agar Yumna bisa duduk.
Tak lama setelah itu beberapa ART datang membawa bermacam menu makanan. Albi dan Nara yang tidak terlihat dari tadi juga kini ikut bergabung di meja makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adik Kelas
Teen Fiction[Romance & Teen Fiction] Yumna Putri Kencana, gadis cantik yang memiliki segudang cara menggait laki laki agar tertarik padanya. Fuckgirl, itu adalah julukannya, karna tak jarang ia bergonta ganti pacar. Namun semuanya berubah saat seorang laki laki...
