ADIK KELAS | PART 13

1K 68 4
                                        

Yumna memakan sarapannya dengan tenang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yumna memakan sarapannya dengan tenang. Hari ini adalah hari terakhirnya menjalani hukuman skors. Menurutnya hukuman skors itu tidak terlalu buruk. Walau kadang ia merasa bosan di rumah, tapi ia juga tidak perlu pusing memikirkan tugas tugas sekolah.

Notifikasi di ponselnya berbunyi membuat Yumna langsung memeriksa dan membaca pesan yang terkirim padanya.

Sera
|Baby Yumna!!!
|Kangen!!!

Yumna
Dateng ke rumah|

Sera
|Males
|Besok lo masuk kan?

Yumna
Iya|
Bosen di rumah|
Seharian rebahan mulu|

Sera
|Mau ikut gue nggak?

Yumna
Kemana?|

Sera
|Rumahnya Firda

Yumna
Ngapain?|

Sera
|Mamanya lahiran
|Yok jenguk
|Skalian shoping!!!

Yumna
Yaudah|
Sore gue jemput|

Yumna menutup ponselnya kemudian melanjutkan sarapannya. Dari arah dapur, Ranti tiba tiba datang dengan wajah berbinar. Yumna menatap Maminya aneh, tidak biasanya Maminya akan tersenyum lebar seperti ini.

"Mami kenapa dah?" Tanya Yumna sambil memakan sarapannya.

"Besok Papi kamu bakal pulang." Jawab Ranti antusias.

"Serius?!" Kali ini Yumna yang histeris. Pantas saja Maminya tersenyum seperti itu, ternyata Papinya akan pulang toh.

Papinya memang bertugas di luar negri sebagai diplomat. Karna propesi Papinya lah yang membuat nya jarang sekali berada di rumah.

"Iyalah. Makanya nanti temenin Mami perawatan ya."

"Sore aku gabisa. Soalnya udah janjian sama Sera mau jenguk temen."

"Oh yaudah. Nanti sama Sari aja." Yumna mengangguk mendengar keputusan akhir Maminya. Berbicara tentang tante Sari membuat Yumna mengingat Nara. Karna Nara lah ia harus menjalani hukuman seperti ini.

Gadis bernama Nara itu benar benar membuatnya geram setengah mati. Apa ia harus memberikan gadis itu pelajaran? Tapi bagaimana jika Maminya tau soal ini? Belum lagi Papi nya besok akan pulang.

"Mih. Yumna mau nanya. Tante Dahlia tuh gapunya anak lain selain Albi?" Entah kenapa tiba tiba ia mengingat tante Dahlia.

"Iya. Albi itu anak satu satunya. Kenapa nanya gitu?"

Adik KelasTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang