ADIK KELAS
Acara api unggun sudah di mulai. Seperti murid murid yang lain, Yumna juga duduk menghadap api unggun yang menyala besar.
"Mayan lah ya. Gak bosen bosen amat nih camping." Ujar Sera yang duduk di sampingnya.
"Lumayan lah." Jawabnya. Yumna menatap satu persatu orang, mencari keberadaan Albi. Namun ia tidak menemukan sosok laki laki itu. Jelas Albi sedang bersama dengan Nara, buktinya gadis itu juga tidak berada di sini.
Yumna kembali menatap api unggun di depannya. Entah kenapa hati nya terasa tidak tenang. Berkali kali ia menghela napas mencoba menenangkan diri, namun tidak bisa.
Dari kejauhan, Yumna melihat Nara berjalan ke arah Vano. Gadis itu terlihat berbicara serius. Tidak tau apa yang mereka bicarakan, namun Nara dan Vano kini adu mulut. Nara menangis namun itu tak membuat Vano melembut sedikitpun.
"Kenapa tuh?" Tanya Sera.
"Nembak Vano kali." Jawab Yumna asal.
Namun kemudian netranya dan Nara bertatapan. Nara berlari ke arah Yumna, membuatnya bingung.
"Kak Yumna." Nara sesegukan.
"Lo kenap-"
"Albi kak. Albi belum balik sampe sekarang." Tangisan Nara semakin kencang, membuat semua perhatian terarah padanya.
"Maksud lo? Albi belum balik gimana?"
"Albi belum balik dari hutan! Pas dia pergi cari kayu bakar!"
Mendengar itu, rasa khawatirnya memuncak.
"Siapa temen sekelompoknya?"
"Mereka." Nara menunjuk Vano dan teman temannya.
Tanpa pikir panjang, Yumna menghampiri Vano yang sedang menatapnya was was.
"Dimana Albi?"
"Maksud lo?"
"Dimana Albi, sialan!!!"
"Gue gak tau!"
Satu tamparan mendarat dengan mulus di pipi Vano, membuat kepalanya tertoleh karna tamparan Yumna lumayan keras.
"Ada apa ini?!" Pak Zainul tiba tiba datang karna melihat keributan. Yumna membalas tatapan pak Zainul tanpa rasa takut.
"Albi hilang pak." Adu Yumna.
"Apa?! Albi?!"
"Iya pak. Saya mohon, tolong cari Albi. Dia takut gelap." Nara menangis semakin kencang.
Tanpa pikir panjang pak Zainul lalu berbalik menghampiri guru yang lain. Yumna kemudian menoleh ke arah Vano yang hanya diam sejak tadi.
"Jahat banget lo." Ucap Yumna kemudian pergi.
.
.
.
Malam sudah semakin larut, namun pencarian Albi belum juga di hentikan oleh tim SAR. Orang tua Albi sudah di kabarkan oleh pihak sekolah mengenai hal ini. Yumna bisa mendengar suara panik tante Dahlia dari telpon.
Awalnya Yumna memaksa untuk ikut melakukan pencarian. Namun para guru menolak, dengan alasan terlalu berbahaya. Para murid juga di arahkan untuk istirahat, karna sekarang jam sudah menunjukan pukul satu dini hari.
Yumna menggigit kukunya. Ia tidak bisa tidur karna khawatir. Alhasil ia menunggu di depan api unggun seorang diri. Sedangkan para guru laki laki berjaga di depan tenda masing masing.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adik Kelas
أدب المراهقين[Romance & Teen Fiction] Yumna Putri Kencana, gadis cantik yang memiliki segudang cara menggait laki laki agar tertarik padanya. Fuckgirl, itu adalah julukannya, karna tak jarang ia bergonta ganti pacar. Namun semuanya berubah saat seorang laki laki...
