jangan lupa vote dan komen yaa❤
ADIK KELAS
Albi keluar dari kamar mandi dengan handuk putih melilit di pinggangnya. Sepulang mereka dari pantai memang sudah sangat siang. Pantai di siang hari sangat panas sehingga Albi yang mengusulkan pulang.
Awalnya Yumna bersikeras ingin pulang pada sore hari, namun jika sudah Albi yang membujuk, Yumna selalu bisa luluh. Mengingat itu Albi tak bisa menyembunyikan senyum di bibirnya. Entah kenapa, namun Yumna selalu bisa mengambil seluruh perhatiannya.
Ia tak menyangka akan memiliki perasaan semacam ini pada kakak kelasnya itu. Jika di ingat ingat, kesan pertama mereka kurang bagus. Bukan hanya itu, harusnya Albi tak boleh memiliki perasaan seperti ini pada Yumna karna perlakuan gadis itu padanya dulu.
Namun siapa yang menyangka ia justru jatuh sedalam itu. Albi suka, ia suka semua hal tentang Yumna. Cara gadis itu tersenyum, memanggilnya dan cemburu. Albi kembali terkekeh geli saat mengingat bagaimana ekspresi kesal Yumna saat melihat ada gadis lain berada di dekatnya.
Albi tersadar dari lamunannya karna ponselnya berdering. Ia mengambil ponsel berlogo apple itu dan melihat siapa yang menelpon.
Bunda calling...
Melihat siapa yang menelpon Albi segera mengangkatnya.
"Halo."
"Sayang? Apa kabar? Gimana liburan kamu?" Albi tersenyum singkat mendengar bagaimana perhatian sang bunda padanya.
"Aku baik. Liburannya nggak membosankan."
"Gimana Yumna? Dia gak marah kan karna bunda gajadi ikut?" Albi menggeleng walau tau bundanya tak dapat melihatnya.
"Nggak bunda. Jangan khawatir."
"Syukur kalo begitu. Kamu udah makan nak?"
Pintu tiba-tiba diketuk membuat Albi mengalihkan perhatiannya ke sumber suara.
"Udah bunda. Nanti Albi telpon lagi ya?"
"Iya sayang. Have a nice day sayang. I love you."
"I love you too bunda." Dan seketika sambungannya terputus.
Albi segera memasang baju kaus putih dan celana selutut, kemudian berjalan ke pintu dan membukanya. Diluar, ia mendapati Irish tersenyum sambil menyerahkan paperbag yang entah apa isinya.
"Ini apa?" Albi memperhatikan paperbag di tangannya dengan bingung. Ia membukanya, melihat isi dari paperbag itu yang ternyata sebuah kain songket khas Bali.
"Kemarin ibu nitipin itu buat Ian. Tapi aku baru inget kasi Ian sekarang." Jawab Irish. Albi menganggukkan kepala mengerti lalu mengucapkan terima kasih.
"Ian ada waktu nggak sore ini?" Irish bertanya penuh harap.
Albi menggeleng. "Kegiatan aku palingan cuma di sini. Kenapa?"
"Aku mau ajak Ian jalan jalan, mau? Gak jauh dari sini ada kafe yang baru buka juga, lagi promo. Kalo Ian mau, kita bisa pergi kesana bareng." Ajak Irish dengan senyum yang tak pernah luput dari wajahnya.
Albi terlihat berpikir, menimbang nimbang.
Pintu kamar sebelah terbuka. Membuat Albi dan Irish menoleh bersamaan. Yumna keluar dari kamarnya, ia menoleh kesamping- menatap dua manusia yang sedang berdiri memerhatikannya.
"Kalian ngapain?" Tanya Yumna dengan sebelah alis terangkat.
"Klo gitu aku balik dulu ya, Ian. Kalo Ian setuju nanti sore-"
KAMU SEDANG MEMBACA
Adik Kelas
Teen Fiction[Romance & Teen Fiction] Yumna Putri Kencana, gadis cantik yang memiliki segudang cara menggait laki laki agar tertarik padanya. Fuckgirl, itu adalah julukannya, karna tak jarang ia bergonta ganti pacar. Namun semuanya berubah saat seorang laki laki...
