[ Are you happy today?]
*****
Biru dan teman-temannya langsung menuju rumah sakit Integral. Mereka langsung menghampiri meja informasi dan mempercepat jalan mereka menuju ruang ICU yang telah diarahkan resepsionis.
Mereka berhenti di depan ruang perawatan intensif tersebut. Keadaan masih sepi, menandakan di dalam masih dilakukan pemeriksaan.
Suara sesuatu melangkah membuat tujuh orang itu mengangkat wajahnya bersamaan, mereka sama-sama menatap seorang gadis yang menghampiri mereka dengan wajah cemas.
"Kak, maaf apa di dalam ada pasien atas nama Raja?" tanya gadis itu terlihat tak tenang
Mereka saling bertatapan sebentar, sebelum akhirnya Biru menjawab, "Iya, dia masih ditangani dokter sepertinya. Lo kenal Raja?"
"G-gue temen nya Kak."
Mereka saling memandang, lalu Juna ambil suara, "sejak kapan Raja punya temen cewek?"
Gadis itu terlihat menggigit bibirnya bawahnya, dan ekor matanya bergerak kanan-kiri.
"Lo beneran kenal Raja?" tanya Biru membuat gadis itu sedikit tersentak, saat ia hendak menjawab pintu ruangan terbuka
Teman-teman Raja langsung bergerak mendekati dokter dan perawat yang baru saja keluar ruangan, melupakan gadis tadi begitu saja.
"Ada keluarga pasien?" tanya dokter mengedarkan pandangannya
"Kami teman, bukan. Kami kerabat, duh pokoknya Raja sudah seperti saudara kami. Bagaimana dokter?" tanya Biru penasaran
Dokter tersebut kembali bertanya, "apa ada keluarga pasien yang bisa kami temui?"
Biru menggeleng, "sementara ini belum dok, orang tua pasien sedang berada di luar negeri. Bagaimana keadaan pasien, baik-baik saja kan?"
Dokter tersebut pasrah, dan memilih memberi tahu kondisi Raja.
"Pasien mengalami benturan yang cukup keras, akan tetapi untunglah tidak ada cedera yang serius. Sementara ini, pasien jangan di ajak bicara dan berpikir yang berat-berat. Pasien akan di pindahkan ke ruang rawat inap, silahkan menyelesaikan administrasi terlebih dahulu ya." jelas dokter tersebut dan diangguki oleh Biru dan teman-teman
Dokter tersebut pamit pergi, lalu Juna dan Bima langsung menuju tempat administrasi.
Biru kemudian menoleh ke Dara, "Dar lo pulang aja ya, udah malem nanti di cari om Haris."
Dara menggeleng, "gue nunggu lo aja."
"Nggak bisa Daraa, gue sama Juna nungguin Raja di sini sampai bokap nyokap nya Raja balik ke sini."
Dara tanpa sadar menyentuh lengan Biru, "beneran gapapa gue tinggal?"
Biru menampilkan senyumnya, "Lo khawatir ya?"
Dara langsung menarik tangannya, "ge-er!"
Biru terkekeh pelan, "pulang ya, sama Jeha jangan sendiri. Kalau udah sampai rumah, kabarin. Jangan mampir ke mana mana, bahaya. Kalau ada apa-apa di jalan langsung call gue, oke?"
Dara mengangguk cepat, "Iya-iya, bawel banget temen gue."
"Temen nya jangan diperjelas dong!" seru Biru mengapit hidung Dara
Teman-teman mereka langsung batuk jamaah, "sori mas ini rumah sakit, bukan tempat bulan madu!"
"Sirik aja anak setan!" desis Biru mengejek teman-temannya
KAMU SEDANG MEMBACA
PLAYBOY CLASSMATE
Novela JuvenilDara, gadis berhati keras, terjebak dalam permainan cinta yang dirancang oleh Biru, si playboy kelas kakap. Semakin dalam Dara terlibat, semakin sulit baginya untuk membedakan antara cinta sejati dan sandiwara. Akankah Dara mampu keluar dari jebakan...
