Dara, gadis berhati keras, terjebak dalam permainan cinta yang dirancang oleh Biru, si playboy kelas kakap. Semakin dalam Dara terlibat, semakin sulit baginya untuk membedakan antara cinta sejati dan sandiwara. Akankah Dara mampu keluar dari jebakan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Pernah ke sini nggak?" tanya Biru memarkirkan mobilnya
Dara menggeleng tak mengalihkan perhatiannya dari gemerlap lampu dan keramaian di depannya, "Nggak pernah, ini first time!"
"Cuma pernah liat di YouTube sama di film film doang"
Biru menoleh, "Serius?"
Dara mengangguk antusias, "Iya! Katanya kalo ada kayak gini banyak yang jual permen kapas??"
"Ho oh, nanti kita beli ya"
Dara tersenyum lebar, "Yeay! Ayo cepetan aku mau cobain!"
Biru tertawa melihat tingkah gemas Dara. Ia kemudian mengajak Dara turun lalu menggandeng pacarnya itu untuk membeli tiket masuk.
Usai itu, mereka berdua masuk. Biru sama sekali tidak melepas genggamannya. Ia kemudian membelikan permen kapas untuk Dara.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kok kempes?" tanya Dara lugu ketika mengigit permen kapas itu
Biru mengacak rambut Dara gemas, "Ya emang gitu sayang, kan itu gula"
Dara menampilkan deretan giginya, "Oiya ya!"
Biru kemudian mengajak Dara berkeliling, melihat atraksi bambu gila, menonton anak kecil memancing, melihat lempar gelang, lalu Dara dengan antusias menunjuk tempat lukis. Ia kemudian menyeret tangan Biru agar mendatangi tempat itu.
"Kamu mau ngelukis?" tanya Biru menaikkan alisnya
Dara mengangguk antusias, "Kita warnain bareng ya??"
"Oke"
Biru kemudian melakukan pembayaran alhasil keduanya duduk di depan stand kanvas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.