Ran-Pandangan Pertama
1. Tertarik
"Gitar kupetik, bass ku betot!" Sorakan meriah menyambut kedatangan Biru, sang raja gombal SMA Aritmatika. Dengan senyum lebar dan rambut yang disisir rapi, ia mendekati sekelompok siswi kelas 10. "Hei nona cantik, apakah kamu termasuk 7 keajaiban On the spot?"
Siulan dan tepuk tangan menggema, menciptakan suasana riuh rendah di koridor. Biru, dengan percaya dirinya, mengarahkan perhatiannya pada Angie, gadis berambut ombre cokelat, "Eh, kaki kamu kenapa?" tanyanya, pura-pura khawatir.
Angie, yang tadinya terlihat cuek, tiba-tiba saja merasa jantungnya berdebar kencang. Pipinya merona merah padam. "Hah? Enggak apa-apa kok," jawabnya, gugup.
"Bisa jalan?"
Angie mengangguk lugu, "bisa."
"Yuk kapan?" tawar Biru, sambil memainkan alisnya.
Sontak, teman-teman Biru berseru histeris, "Buaya! Buaya!" teriak mereka sambil tertawa.
"See you ya Angie, ketik nomor lo, kayaknya kita perlu kenalan sambil call." ujar Biru menyodorkan ponselnya dengan tetapan genit
Angie menggeleng tak habis pikir, namun gadis itu meraih ponsel Biru dan mengetikkan nomornya, "gue tunggu."
Biru mengerlingkan matanya kemudian melambaikan tangannya pada Angie, ia kemudian berjalan hendak menuju ke mading untuk melihat daftar namanya akan tertera di kelas mana nanti. Dia berbalik badan, dan—
BUGH!
Sebuah pukulan keras mendarat di wajahnya.
"Bangsat lo!" suara berat menggema di kantin. "Jadi gini kelakuan bejat lo setelah ninggalin adik gue gitu aja. Iya?!"
🌻🌻🌻🌻
"Kenapa sih, gue enggak gemuk-gemuk, ya? Padahal udah makan banyak, ngemil juga. Aneh banget!" gumam gadis berkucir dua itu mengembungkan pipi.
Dara yang sibuk dengan ponselnya melirik sekilas, "Mungkin lo cacingan kali."
"Sembarangan!"
"Dara! Aca!"
Kedua gadis itu menoleh ke belakang. Jeha datang tergopoh-gopoh, napasnya tersengal-sengal.
"Lo dari mana sih, kok lari-lari gitu?" tanya Aca heran.
Jeha berusaha mengatur napas, "Gue tadi dari... mading!"
"Mading? Kok enggak nungguin kita sih?" tanya Dara.
"Ya lo berdua lama banget, gue udah penasaran duluan!"
Dara memutar bola mata malas. "Terus, kita sekarang gimana? Bareng atau pisah?"
Jeha menatap Aca dan Dara bergantian, raut wajahnya berubah. Bahunya sedikit melemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
PLAYBOY CLASSMATE
Roman pour AdolescentsDara, gadis berhati keras, terjebak dalam permainan cinta yang dirancang oleh Biru, si playboy kelas kakap. Semakin dalam Dara terlibat, semakin sulit baginya untuk membedakan antara cinta sejati dan sandiwara. Akankah Dara mampu keluar dari jebakan...
