Dimalam yang gelap, hanya dengan sedikit pencahayaan dari pojokan kanan.
Dinginnya ac kamar tak membuat dua pasangan ini kedinginan meskipun mereka tak memakai sehelai pakaian.
Sassy dan jack, mereka sedang bercumbu, melampiaskan kerinduannya yang selama ini mereka pendam.
Suara gesekan terdengar hanya jika kalian ikut didalam kamar.
"Jack" panggil sassy dengan suara lirih dan desahan yang membuat jack lebih bersemangat melakukan aktivitasnya.
Keringat membasahi tubuh mereka berdua, sudah dua ronde mereka lalui malam ini, tapi sepertinya jack tak merasa lelah, begitupun dengan sassy.
Berkali kali jack menyambar dua gundukan didada sassy. Istrinya itu sungguh pintar sekali memanjakanya.
Jack meremasnya gemas, yang membuat sassy sampai mengerang.
"Aach" desahan demi desahan terus saja terdengar nyaring didalam kamar.
"Baby, aku mau keluar" ucap jack seraya mempercepat pergerakannya.
"Iyachh" jawab sassy yang juga akan merasakan kenikmatan yang luar biasa.
*
Suara dentingan sendok, garpu dan piring bertautan.
Mereka, sassy, jack, dan juga cindy sedang sarapan.
Eva, anton, dan bu marti sudah kembali kerumah masing masing.
Kemarin sassy mencoba memberi pengertian pada cindy, untuk tetap menghormati dan menyayangi bu marti.
Bu marti senang, semua orang telah memaafkannya.
Alasan bu marti berbuat tak selayaknya ibu adalah, karna keadaan ekonomi yang mengharuskan dia mendidik anaknya dengan keras.
Agar sassy tak menjadi wanita manja seperti diluaran sana, agar sassy bisa mengerti kondisi keluarganya.
Mungkin cara bu marti salah menurut orang orang, tapi setiap orang tua mempunyai cara untuk mendidik anaknya masing masing.
"Ma, pa, cindy kapan punya adik?"
Uhuk..uhuk..
Ucapan cindy sontak membuat sassy tersedak, dam batuk.
Jack melirik sassy sekilas, lalu seulas senyum terbit dibibirnya.
"Cindy-"
"Ah, ya nanti setiap malam papa akan buatkan adik untukmu" ucapan sassy dipotong langsung oleh jack.
"Benelan pa?" Ucap cindy antusias
Aww..
Ringis jack, saat menerima tendangan dari sassy.
"Apa sih sayang" ucap jack manja.
Sassy menatap jack tajam.
Bisa bisanya dia membahas soal seperti itu didepan cindy.
"Ma pa cindy sekolahnya gimana?" Ucap cindy yang tak tau harus bagaimana, sekolahnya sudah jauh dari jangkauan.
"Ah cindy, hari ini kamu papa antar kesekolah yah" ucap jack
"Papa benelan mau ngantel cindy sekolah? Bukannya jauh ya pa"
Jack mengangguk.
"Iya, sekalian papa urus pindah sekolah kamu"
"Papa gak malu nanti ketemu temen temen cindy?"
Jack mengerutkan dahinya
"Malu?"
"Kenapa harus malu, kan anak papa cantik" ucap jack tulus sambil mencubit pipi cindy gemas.
"Yeeyyy" sorak cindy membuat jack dan sassy tersenyum bahagia.
Sekolahan cindy memang jauh, mengingat mereka sedang berada diluar kota.
Hari ini jack sengaja mengantarkan cindy untuk sekalian mengurus perpindahan sekolahnya.
***
Baru saja mereka keluar dari dalam mobil, cindy sudah menampakkan wajah sombongnya.
Bukan sombong karna naik mobil, bukan.
Tapi cindy sombong karna dia sekarang mempunyai papa.
Sebelum sebelumnya cindy selalu diejek temannya karna tak mempunyai papa.
"Cin, itu siapa?" Tanya lani, teman yang suka mengejek cindy
"Kenalin ini papaku" ucap cindy sombong
Lani menyunggingkan sebelah bibirnya.
"Nemu dimana?"
"Ehem" jack berdehem
"Saya papa kandung cindy" ucap jack sambil menunduk, dan mencoba mendekati teman cindy.
Cindy tersenyum melihat papanya yang memperkenalkan diri.
Teman temannya ikut kagum karna jack terlihat sangat tampan dan juga kaya.
"Beluntung sekali kamu, anak miskin tapi punya papa kaya" ucap lani sinis
"Heii nak, jaga ucapanmu, bukankah kau disini untuk belajar tata krama juga?" Ucapan jack sontak membuat teman teman cindy berlalu pergi.
Jack geleng geleng.
"Sayang, kamu jangan sedih ya, hari ini kami terakhir disekolah ini"
Cindy mengangguk.
Paling tidak cindy sudah menunjukkan keteman temannya kalau dia mempunyai papa seperti yang lainnya.
***
"Jack" ucap sassy pada suaminya yang terus terusan memeluk dari belakang dan menenggelamkan kepalanya dileher sassy.
"Jack lepaskan" ucap sassy lagi saat jack tak juga melepasnya.
"Mau lagi" ucap jack manja
"Apa lututmu tak merasa pegal?" Ucapan sassy mampu membuat jack sedikit mengendurkan pelukannya.
Jack menggeleng.
"Pegel sih, tapi enak" jack mencium sassy bertubi tubi. Membuat sang empu menghela napas.
Ting nung
Suara bel pintu, membuat jack mau tidak mau harus melepas pelukannya.
Sassy membuka pintunya, melihat sosok wanita cantik yang berpakaian mini, dan bermake up sedikit tebal menurutnya.
Dengan senyuman sumringah, wanita ini terlihat tak berdosa
"Apa jack ada?"
Tamat
KAMU SEDANG MEMBACA
Sassy [End]
Short Storybibirku sudah tersenyum lebar, aku juga sudah memukul mukul dadaku, agar tak terasa sesak. tapi entah kenapa rasa sesak ini belom juga hilang. air mataku juga terus saja menetes tanpa bisa ku cegah.
![Sassy [End]](https://img.wattpad.com/cover/250758548-64-k606029.jpg)