⚠️𝗞𝗔𝗟𝗔𝗨 𝗠𝗔𝗨 𝗛𝗘𝗕𝗔𝗧, 𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗝𝗔𝗗𝗜 𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗧⚠️
UPDATENYA GA MENENTU HARI APA
[Baca cerita On Going itu kuncinya sabar]
[Yang ngga sabaran, tempat anda bukan disini ]
Dijodohin sama ketua geng?!
Hmm bagaimana jadinya dijodohi...
Vania langsung terdiam, apa sih Reyhan tidak jelas, semakin lama semakin sering menggodanya. Tapi Vania tidak akan masuk kedalam perangkap lubang buaya milik Reyhan, tidak akan pernah. Semoga.
"Rey !"
"Hm"
"Nanti jadi mampir dulu kan ?"
"Emang boleh gue mampir kerumah lo dulu ?"
Mendengar itu Vania memutar bola mata malas. "Bukan itu ih !"
"Nanti, mampir dulu ya kekedai ice cream ?!". lanjutnya.
"Oh"
"Lo mah oh-oh aja"
"Terus ? ah ah gitu biar lo suka"
Vania mencubit lengan Reyhan kesal. "Tinggal bilang iya susah amat sih lo"
"Awss ! i-iya iya, gausah pake segala nyubit gue juga kali sakit"
"Rey !"
Tak ada jawaban sama sekali dari Reyhan. "Rey lo bener- bener mau ngajak gue ribut hah ! dipanggil tuh jawab bukan cuma diem aja"
"Iya apaan Nia ?"
"Lo jangan ndusel-ndusel gitu bisa ga sih ? penggel nih punggung gue"
"Ga ! udah ah diem aja lo berisik". ketus Reyhan, sepertinya ia memiliki hobi baru yaitu mendusel-ndusel kan wajahnya dan menghirup wangi khas tubuh Vania.
Vania segera memarkirkan motor besar milik Reyhan lalu menggertak laki-laki dibelakangnya yang belum juga kunjung turun. Reyhan berdecak kesal kegiatannya diganggu, dengan berat hati akhirnya turun juga.
"Lagi modus juga, ga peka amat jadi cewe"
Wajah perempuan disampingnya terlihat sangat berseri melihat kedai ice cream didepan mereka, Vania berlari kecil meninggalkan Reyhan tanpa peduli apapun, yang ia mau sekarang hanya membeli ice cream, sudah lama sekali rasanya, sekitar dua hari yang lalu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.