𝓱𝓲𝓲 𝓬𝓪𝓵𝓵 𝓶𝓮 𝓴𝓪𝓲 ~~
📍🚫DILARANG SALAH LAPAK ATAUPUN MENYEBUTKAN NAMA TOKOH LAIN YANG TDAK ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN LAPAK REYHAN🚫📌
𝚂𝙴𝙱𝙰𝙶𝙸𝙰𝙽 𝙲𝙴𝚁𝙸𝚃𝙰 𝙰𝙺𝙰𝙽 𝙳𝙸 𝙿𝚁𝙸𝚅𝙰𝚃𝙴 𝙹𝙰𝙳𝙸 𝙵𝙾𝙻𝙻𝙾𝚆 𝙳𝚄𝙻𝚄 𝙱𝙰𝚁𝚄 𝙱𝙸𝚂𝙰 𝙱𝙰𝙲𝙰
"PENJELASAN"
____________
Guyss jangn lupa vote sm comment ya
karna comment kalian tu mood boster aku banget😁 Apa lagi kalau comment nya tuh pada lucu"
Ingat makin bnyk kalian spam
Aku makin semangat nulisnya
Hehehe😁😘😘
Typo 📌
-Happy Reading-
Reyhan dan Vania. Kini telah berada di meja makan bersama, bunda Reyhan sudah kembali kekamar karna ia yakin bahwa Vania bisa mengurus Reyhan.
"Suami Nia, dimakan gih buburnya habis itu bobo dikamar". suruhnya pada sang suaminya yang tengah duduk di sampingnya yang hanya diam mengaduk-aduk buburnya.
Reyhan menunduk dan menjauhkan mangkuk bubur dari nya. "nggak mau". ucapnya sambil menggeleng pelan.
"kok ga mau kenapa? ga suka bubur ya? atau kamu mau makan nasi aja?". tanya Vania.
Vania tak kunjung mendapat jawaban dari sang suami Ia pun menoleh ke arah suaminya sekilas karna ia mendengar suara Isak tangis.
Terlihat, Reyhan hanya diam dan menunduk sambil terisak tangisnya.
"loh-loh kamu ini kok nangis Rey?kenapa sayangku". ujar Vania panik kala Reyhan merengek lalu mengelus punggung lelaki itu pelan. "cup-cup sayang"
Reyhan yang diperlakukan seperti ia tersenyum penuh bahagia. "lo sih ga peka banget, disuapin gitu kek suaminya". ujar Reyhan cemberut.
Vania yang mendengarnya terkekeh geli. "utututu cayang nya guehh, sini-sini gue suapin". Ucap Vania lalu ia mengambil alih mangkuk yang berisi bubur itu dan ia suapkan kepada Reyhan.
Reyhan menerima suapan itu. "ma-- aci yaa"
Vania mengangguk. "iya sama-sama, yaudah habisin yaa habis tuh nanti kekamar nanti aku ceritain yang sebenarnya". ujar Vania sambil menyuapkan Sesuap bubur kedalam mulut suaminya.
disuapan terakhir Reyhan hanya diam memandangnya dengan wajah yang sangat tenang tanpa beban.
"Nia tau, Vania lucu. Tidak perlu terus di tatap," kata Vania, yang di mana membuat Reyhan langsung tersadar dan mengangguk pelan.
"nih makan gihh tinggal sekali suap aja". ujar Vania, dan menyuapkannya pada Reyhan.
Vania tersenyum dan ia mencubit pipi Reyhan lalu ia cium sekilas. "pinter banget sih, yaudh sana gihh naik duluan keatas buat mandi sore biar ga bau kamu"
Reyhan yang mendapatkan asupan ia segera naik berlari keatas.
***
Selesai Vania mencuci piring bekas makan ia dan Reyhan tadi, ia segera naik keatas untuk menghampiri Reyhan.
ia melihat Reyhan yang bersandar pada pinggiran kasur, lalu menghampirinya. "kok belum mandi sih lo, mandi dulu gih sana"
"ngga mau, aku pusing lagi ga enak badan". ujar Reyhan.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYHAN || PERJODOHAN (ON GOING)
Jugendliteratur⚠️𝗞𝗔𝗟𝗔𝗨 𝗠𝗔𝗨 𝗛𝗘𝗕𝗔𝗧, 𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗝𝗔𝗗𝗜 𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗧⚠️ UPDATENYA GA MENENTU HARI APA [Baca cerita On Going itu kuncinya sabar] [Yang ngga sabaran, tempat anda bukan disini ] Dijodohin sama ketua geng?! Hmm bagaimana jadinya dijodohi...
