⚠️𝗞𝗔𝗟𝗔𝗨 𝗠𝗔𝗨 𝗛𝗘𝗕𝗔𝗧, 𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗝𝗔𝗗𝗜 𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗧⚠️
UPDATENYA GA MENENTU HARI APA
[Baca cerita On Going itu kuncinya sabar]
[Yang ngga sabaran, tempat anda bukan disini ]
Dijodohin sama ketua geng?!
Hmm bagaimana jadinya dijodohi...
Guyss jangn lupa vote sm comment ya karna comment kalian tu mood boster aku banget😁 Apa lagi kalau comment nya tuh pada lucu"
Ingat makin bnyk kalian spam Aku makin semangat nulisnya Hehehe😁😘😘
Typo 📌
-HappyReading-
Reyhan masih memeluk tubuh mungil itu didepan banyak orang, rasa khawatirnya masih tidak bisa turun juga. Sedangkan Aksa sudah ditangani oleh Rachel.
"Rey, engap". ujar Vania, dasar ga tau kondisi.
"Lo beneran ga diapa-apain kan ?"
Vania mengangguk memastikan. "Iya emang kenapa sih ? Aksa juga ga bakal berlebihan sama gue"
Reyhan mengangguk, matanya jatuh pada punggung tangan kanan Vania yang terlihat berdarah, tapi tidak parah hanya lecet dibeberapa sisi saja.
"Gue obatin". Reyhan menarik perempuan bandel itu kearah UKS.
Kadang Reyhan juga heran kenapa ada perempuan seberani dan sehebat Vania didunia ini, bahkan dengan preman saja Vania tidak takut, e malah kadang mereka berteman.
Ceklek !
Reyhan membuka pintu UKS, tidak ada orang. Menuntun Vania untuk duduk dibrankar. "Lo bisa ga sih kalem dikit ? jangan ganas banget jadi cewe". ujar Reyhan mulai membersihkan luka dengan alkohol.
"Gue ga bakal marah kalau Aksa ga keterlaluan"
"Lo tau sendiri kan, karakter Aksa emang ga bisa dilawan, batu kalau ketemu batu bisa pecah, Vania"
Vania mendesah kesal. "Gue ga suka liat cowo kasar ke cewe, apa lagi Aksa punya cewe. Bisa-bisanya dia ngebentak adek kelas didepan banyak orang"
"Udah diem, gue obatin dulu tangan lo"
"Bilangin tuh ketemen lo, jangan banci"
"Diem. Mau gue kentutin ?"
Vania terdiam, Reyhan tetap Reyhan. Mengancamnya dengan berbagai hal yang tidak masuk akal. Perlahan tapi pasti, Reyhan memerban bagian telapak dan punggung tangan Vania.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hm. By the way, thanks"
"Iya"
***
Anggota inti BEATLESS kini sedang berkumpul dirooftop, ada yang perlu dibahas. Soal Aksa dan Vania tadi. Sedari tadi tidak reda juga karena Reyhan belum sama sekali bisa memaafkan Aksa kalau saja terjadi sesuatu pada Vania.
"Minta maaf sama Vania". kata Reyhan
"Gue ga ngerasa salah"
"Dia perempuan, Aksa !"
"Terus kenapa? kan gue udah pernah bilang, siapapun yang ngusik gue mau cowo ataupun cewe, gue ga akan tinggal diem"
Reyhan mengepalkan jemarinya, berbicara dengan Aksa memang memancing emosi kalau sedang berulah begini. Apa lagi keduanya memiliki sifat yang sangat keras kepala, Reyhan dan Aksa jika sedang emosi seperti ini memang akan sangat sulit diredakan. Keduanya selalu mendominasi.
Arkan ikut memberikan keduanya sebatang rokok, agar diam ga banyak cincong. Namun tetap saja, keduanya masih saling menatap sengit walaupun sedang menyesap bahkan membuang asap rokok.
"Heh liat-liatan ntar jatuh cinta kan berabe woi !"
"Heh Raffael anak bapak Setya, udah lo jangan ikutan". tegur Bram.
Tapi walaupun bertengkar seperti ini, tidak sampai sehari juga mereka akan baikan entah dengan cara apa baikannya. Karena mereka pada saling membutuhkan.