•BAB-56

226 8 0
                                        

𝓱𝓲𝓲 𝓬𝓪𝓵𝓵 𝓶𝓮 𝓴𝓪𝓲 ~~

📍🚫DILARANG SALAH LAPAK ATAUPUN MENYEBUTKAN NAMA TOKOH LAIN YANG TIDAK ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN LAPAK REYHAN🚫📌

𝚂𝙴𝙱𝙰𝙶𝙸𝙰𝙽 𝙲𝙴𝚁𝙸𝚃𝙰 𝙰𝙺𝙰𝙽 𝙳𝙸 𝙿𝚁𝙸𝚅𝙰𝚃𝙴 𝙹𝙰𝙳𝙸 𝙵𝙾𝙻𝙻𝙾𝚆 𝙳𝚄𝙻𝚄 𝙱𝙰𝚁𝚄 𝙱𝙸𝚂𝙰 𝙱𝙰𝙲𝙰

"PELUKAN HANGAN DI PAGI HARI YANG CERAH"
____________

Guyss jangn lupa vote sm comment ya
karna comment kalian tu mood boster aku banget😁 Apa lagi kalau comment nya tuh pada lucu"

Ingat makin bnyk kalian spam
Aku makin semangat nulisnya
Hehehe😁😘😘

Typo 📌

-Happy Reading-

Mentari pagi mengintip lembut lewat celah tirai jendela kamar Reyhan. Sinar keemasannya menari-nari di permukaan kasur, menyelimuti dua sosok yang masih terlelap dalam pelukan hangat. Udara pagi yang segar membawa aroma dedaunan dan tanah basah, membalut suasana dengan ketenangan yang jarang terasa selama ini.

Reyhan masih tertidur dengan napas yang perlahan dan teratur. Wajahnya yang biasanya dingin dan keras kini berubah menjadi lembut, seolah melepaskan semua beban berat yang selama ini menekan dadanya. Di sampingnya, Vania mengamati sosok lelaki itu dengan tatapan penuh kasih sayang. Jarinya bergerak perlahan menyisir rambut hitam yang sedikit berantakan, menghapus sisa-sisa keringat malam tadi.

“Rey...” bisik Vania lembut, tapi Reyhan belum membuka matanya. Ia hanya menarik nafas panjang dan memejamkan kembali matanya, seolah tak ingin kehilangan momen damai itu.

Pelan-pelan Vania melepaskan pelukannya agar Reyhan bisa bergerak bebas. Ia bangkit dan melangkah ke arah jendela, membuka tirai sedikit agar sinar matahari bisa masuk dengan hangat. Angin pagi berhembus lembut, membawa serta aroma tanah dan dedaunan basah yang menyegarkan.

“Pagi ini benar-benar cerah,” ucap Vania pelan, menikmati suasana tenang yang jarang ia rasakan sejak perjodohan ini dimulai.

Reyhan membuka mata perlahan dan menoleh ke arah Vania. Matanya masih merah, tanda kurang tidur, tapi ada senyum kecil yang tersungging.

“Selamat pagi, Van,” ucapnya dengan suara serak.

“Selamat pagi, Rey. Sudah merasa lebih baik?” tanya Vania sambil kembali duduk di sampingnya.

Reyhan mengangguk pelan. “Iya, karena kamu ada di sini.”

Senyuman mereka saling bertukar tanpa kata, mengungkapkan lebih dari apa yang bisa diucapkan. Perasaan yang tumbuh perlahan, mengikis dinginnya masa lalu.

Setelah itu, Vania menyiapkan sarapan sederhana. Bubur hangat dengan taburan sedikit irisan ayam dan daun bawang, makanan yang mudah disantap dan menenangkan perut yang lemah. Mereka duduk berdampingan di meja kecil, berbincang ringan tentang hal-hal sepele yang membuat hati terasa ringan.

“Rey, kamu masih ingat nggak waktu pertama kali kita ketemu?” tanya Vania sambil tersenyum.

Reyhan tertawa pelan, “Kamu yang selalu mulai duluan. Guru sampai pusing ngurusin kita.”

“Mungkin kalau nggak sering berantem, aku nggak akan pernah tahu rasanya seperti ini,” jawab Vania sambil menatap mata Reyhan.

Mereka tertawa bersama, mengenang masa-masa penuh pertengkaran yang kini berubah menjadi kenangan manis.

Siang hari mereka habiskan dengan duduk santai di teras rumah. Angin sepoi-sepoi mengusap kulit, membawa kesejukan yang menenangkan. Reyhan merangkul Vania dari belakang, membuatnya tersenyum malu.

“Van, aku nggak pernah nyangka kita bisa sampai di titik ini,” ucap Reyhan dengan suara lembut.

Vania menoleh, menatap mata Reyhan yang serius dan jujur. “Aku juga nggak pernah nyangka, tapi aku bersyukur kita bisa melalui semuanya bersama.”

di Sore harinya mereka berjalan di taman dekat rumah. Langkah mereka pelan, tangan mereka sesekali bersentuhan, memicu detak jantung yang tak bisa mereka sembunyikan. Reyhan menggenggam tangan Vania dengan lembut, sesekali mengecup ujung jarinya.

“Van, aku nggak mau kehilangan kamu,” kata Reyhan lirih.

Vania mengangguk, hatinya bergetar. “Aku juga, Rey.”

Tak terasa sorepun mulai merayap dengan lembut, langit berubah menjadi jingga keemasan yang menyelimuti taman di sekitar rumah. Reyhan dan Vania berjalan perlahan menyusuri jalan setapak, tangan mereka sesekali bersentuhan, membuat jantung keduanya berdebar.

Mereka berhenti di bangku kayu yang teduh, duduk berdampingan menikmati udara segar. Sunyi yang hangat mengisi ruang di antara mereka, seolah waktu berhenti sejenak.

“Kamu tahu, Van,” suara Reyhan pelan, “aku nggak pernah nyangka bisa senyaman ini sama kamu.”

Vania menoleh, menatap mata Reyhan yang jujur dan hangat. “Aku juga nggak pernah nyangka, tapi aku bersyukur kita bisa jalani semuanya bersama.”

Matahari mulai turun di balik cakrawala, menyisakan warna merah keemasan yang indah. Vania berdiri lalu menggenggam tangan Reyhan, mengajaknya pulang.

Sesampainya di rumah, aroma masakan sederhana menguar dari dapur. Vania sibuk menyiapkan makan malam, sementara Reyhan duduk santai menunggu dengan senyum kecil.

Mereka makan bersama dengan santai, sambil berbagi cerita dan canda. Setelah makan, Reyhan menguap pelan.

“Kamu capek, Rey?” tanya Vania dengan penuh perhatian.

“Aku capek, tapi aku nggak mau tidur tanpa kamu,” jawab Reyhan.

Vania tersenyum dan menggandeng tangannya, membimbingnya ke ruang tamu. Mereka duduk bersama menonton film favorit, tertawa bersama dan menikmati momen sederhana.

Ketika mata Reyhan mulai terasa berat, Vania menggendongnya ke kamar.

“Kamu harus tidur, Rey. Besok ada sekolah,” ucapnya lembut.

“Aku nggak bisa tidur kalau nggak dipeluk kamu, Van,” jawab Reyhan kecil.

Vania memeluknya erat. “Aku di sini, peluk aku sampai kamu tidur.”

Dalam pelukan hangat itu, mereka tertidur, membawa harapan dan janji untuk hari-hari yang lebih baik.
-----------
Stay tune buat bab selanjutnya yyaa!

Ada yang masih inget ga sama cerita ini? kayanya aku tuh terakhir update ini tuh 2023bdeh klo ga salah, maaf yya para reader bubub tersayang aku pada, kila upnya baru sempet ini karna akunya juga udh lupa alurnya jdi maaf juga kalau alurnya acak-acak kek ceria diatas maaf klo ga nyambung TPI insyaallah Kila usahain buat biar ceritanya nyambung lagii 🙏🙏🙏

Kalian semua pasti udh pada kangen nggak nih sama Reyhan?  makasih banyak juga ya buat kalian yang masih setia nunggu Reyhan.

kalau udah banyak yang ngevote dan komen next bakal aku lanjut insyaallah lebih cepat
_______

RV
21/7/25

Jgn lupa Vote + Komen!!

Thank u!!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 21, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

REYHAN || PERJODOHAN (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang