𝓱𝓲𝓲 𝓬𝓪𝓵𝓵 𝓶𝓮 𝓴𝓪𝓲 ~~
📍🚫DILARANG SALAH LAPAK ATAUPUN MENYEBUTKAN NAMA TOKOH LAIN YANG TDAK ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN LAPAK REYHAN🚫📌
𝚂𝙴𝙱𝙰𝙶𝙸𝙰𝙽 𝙲𝙴𝚁𝙸𝚃𝙰 𝙰𝙺𝙰𝙽 𝙳𝙸 𝙿𝚁𝙸𝚅𝙰𝚃𝙴 𝙹𝙰𝙳𝙸 𝙵𝙾𝙻𝙻𝙾𝚆 𝙳𝚄𝙻𝚄 𝙱𝙰𝚁𝚄 𝙱𝙸𝚂𝙰 𝙱𝙰𝙲𝙰
-REYHAN MANJA-
_______________
Guyss jangn lupa vote sm comment ya
karna comment kalian tu mood boster aku banget😁 Apa lagi kalau comment nya tuh pada lucu"
Ingat makin bnyk kalian spam
Aku makin semangat nulisnya
Hehehe😁😘😘
Typo 📌
-Happy Reading-
"DOR!"
"SHIT!"
Beruntung dengan kegesitan yang ia miliki, Reyhan segera menghindar. Ia menurunkan Vania dan meminta perempuan itu untuk keluar dari ruangan. Namun, bukan Vania namanya jika akan diam saja.
"Tembak gue!". teriak Vania menantang Dillon, lalu menoleh ke arah Reyhan. "Lo pergi dari sini, bantu yang lain, biar ini jadi urusan gue"
"Ay! Jangan gila! Lo keluar sekarang, biar ini gue yang urus!"
"Tenang aja gue pasti bisa, percaya deh sama gue. Serius! Gue akan bisa selama nggak ada suntikan. Keluar." Suara datar itu membuat Reyhan merinding.
Dengan langkah ragu, Reyhan berharap
perempuan nekat itu baik-baik saja. "Ah, elah tuh cewek, masih aja keras kepala"
Vania melangkah, mendekat ke arah Dillon yang sudah menodongkan pistol padanya. "Tembak gue. Biar seenggaknya adil karena lo nggak bisa milikin gue, orang lain juga nggak bakal bisa milikin gue"
"Lo jangan gila, Vania! Pergi dari sini sebelum gue hilang kendali!". bentak Dillon berusaha menahan amarahnya.
Vania menyentuh jemari Dillon yang menggenggam pistol dan menuntunnya untuk mengarah ke keningnya. "Tembak sekarang kalau ini bisa bikin lo puas, dan sesusah ini lo jangan pernah lagi ganggu geng gue dan Reyhan"
"ARGHH! JANGAN GILA, VANIA!"
Vania semakin mendekat, ia mengerti apa yang harus dilakukan. "Dillon? Boleh ga, gue mau ngomong sebentar sama lo? Tapi turunin dulu pistolnya"
"Boleh...". Suara Dillon melemah, mengangguk pelan kemudian laki-laki itu duduk di pinggir ranjang diikuti Vania di sebelahnya.
"Gue tau, gue paham. Tapi nggak gini caranya untuk dapetin orang yang lo suka"
Vania menepuk bahu Dillon penuh pengertian. "Kalau lo beneran suka sama gue, gue nggak masalah. Selama lo tetap jadi orang baik, tapi kali ini lo udah keterlaluan"
Dillon menunduk dalam. "Maaf"
"Gue bisa kok sekedar jadi temen lo. Gue akan lebih suka itu dari pada lo harus kayak gini terus. Kebayang nggak kalau orang yang lo sayang, diculik, dijadiin bahan sandera cuma untuk muasin nafsu orang lain? Mau?"
Dillon menggeleng. "Nggak"
"Coba bayangin kalau lo ada di posisi Justin dan Bram. Orang yang lo sayang dan nggak ada salah sama sekali harus disangkutpautin. Khawatir nggak?"
KAMU SEDANG MEMBACA
REYHAN || PERJODOHAN (ON GOING)
Teen Fiction⚠️𝗞𝗔𝗟𝗔𝗨 𝗠𝗔𝗨 𝗛𝗘𝗕𝗔𝗧, 𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗝𝗔𝗗𝗜 𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗧⚠️ UPDATENYA GA MENENTU HARI APA [Baca cerita On Going itu kuncinya sabar] [Yang ngga sabaran, tempat anda bukan disini ] Dijodohin sama ketua geng?! Hmm bagaimana jadinya dijodohi...
