•BAB-16

1.9K 99 5
                                        

𝓱𝓲𝓲 𝓬𝓪𝓵𝓵 𝓶𝓮 𝓚𝓲𝓵𝓪 ᥫ᭡~~

𝚂𝙴𝙱𝙰𝙶𝙸𝙰𝙽 𝙲𝙴𝚁𝙸𝚃𝙰 𝙰𝙺𝙰𝙽 𝙳𝙸 𝙿𝚁𝙸𝚅𝙰𝚃𝙴 𝙹𝙰𝙳𝙸 𝙵𝙾𝙻𝙻𝙾𝚆 𝙳𝚄𝙻𝚄 𝙱𝙰𝚁𝚄 𝙱𝙸𝚂𝙰 𝙱𝙰𝙲𝙰
                           ________________
𝐂𝐮𝐦𝐚 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐫𝐢𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐲𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢𝐡𝐚𝐥𝐮𝐚𝐧𝐤𝐮, 𝐦𝐚𝐚𝐟 𝐚𝐩𝐚𝐛𝐢𝐥𝐚 𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐚𝐭𝐚² 𝐲𝐠 𝐭𝐲𝐩𝐨 𝐤𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐚𝐤𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐚𝐦𝐚 𝐤𝐚𝐥𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐥𝐢𝐬 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐲𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢𝐡𝐚𝐥𝐮𝐚𝐧𝐤𝐮,𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐚𝐟 𝐚𝐩𝐚 𝐛𝐢𝐥𝐚 𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐞𝐬𝐚𝐦𝐚𝐚𝐧 𝐧𝐚𝐦𝐚, 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐡, 𝐩𝐞𝐫𝐢𝐬𝐭𝐢𝐰𝐚, 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭,𝐢𝐭𝐮 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐤𝐚𝐫𝐧𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐬𝐞𝐧𝐠𝐚𝐣𝐚𝐚𝐧.

-APARTEMEN-


"Keselll Nia keselll"

"Iya Reyhan, lo kesel tapi mau lo apa ?"

"Peluk yang kenceng Nia"

Menghela napas berat, Vania meletakkan telapak biar gue obatin"

"Nia... nanti dulu ih, elus dulu ayo ih"

"Iya Rey iya, belum aja gue sentil ginjal lo".
ketus Vania kesal, Vania jadi merasa seperti sedang merawat seorang anak kecil yang menangis lalu mengadu padanya.

Entah dirasuki setan model apa, Reyhan benar-benar jauh berbeda dari biasanya.

"Iya ini udah dielus, ayo"

"Ga mau, peluk lagi peluk Nia". Reyhan menekan tubuh Vania semakin dalam didekapannya, rasa nyaman yang ia rasakan membuatnya benar-benar hampir gila sendiri.

"Nia ?"

"Apa lagi Reyhan ? mau nyuruh gue buat jungkir balik, kayang, salto, atau lompat dari gedung ?"

"Bukan itu". kata Reyhan.

"Terus apa ?"

"Gue kok ngerasa ada yang empuk ya ? kenyel kenyel gitu ih gemes banget deh, jadi mau pegang terus digigit"

Plak !

"GA ADA LAGI PELUK-PELUK !"

Vania segera menarik lengan Reyhan kedalam tenda khusus milik gengnya, menarik Reyhan dengan perasaan sangat jengkel. Dasar om-om pedo !

Membuka kain yang menutupi tenda, seluruh sorot mata menyorot mereka seakan bertanya-tanya.

"Yang nanya-nanya, mau gue sunat sampai habis hah ?!". ketus Vania sambil mengambil peralatan obat.

Para laki-laki didalam tenda langsung mengapit masa depan mereka, bisa-bisa tidak punya keturunan kahi nanti, ok lebih baik diem saja dari pada membangunkan kemarahan sang ratu mereka.

Vania duduk didepan Reyhan, sedikit membungkuk untuk mendekat dengan wajah Reyhan.

"Kalau sakit, bilang". kata Vania, Reyhan mengangguk, wajahnya datar sekali.

Reyhan bosan, maka dari itu kedua tangannya meraih pinggang kecil milik Vania lalu ia dekatkan, Vania tersentak.

"Eh !"

"Laper". ujar Reyhan, nadanya sedikit hmmmm. manja.

Vania melirik kesekitar, teman-temannya terutama Elmira dan Natasha sudah menatapnya ganas. FYI Elmira dan Natasha memang mengagumi seorang Reyhan. Lagi pula siapa sih yang bisa untuk menolak pesona seorang Reyhan ?

REYHAN || PERJODOHAN (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang