•BAB-46

1K 36 0
                                        

𝓱𝓲𝓲 𝓬𝓪𝓵𝓵 𝓶𝓮 𝓴𝓪𝓲 ~~

📍🚫DILARANG SALAH LAPAK ATAUPUN MENYEBUTKAN NAMA TOKOH LAIN YANG TDAK ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN LAPAK REYHAN🚫📌

𝚂𝙴𝙱𝙰𝙶𝙸𝙰𝙽 𝙲𝙴𝚁𝙸𝚃𝙰 𝙰𝙺𝙰𝙽 𝙳𝙸 𝙿𝚁𝙸𝚅𝙰𝚃𝙴 𝙹𝙰𝙳𝙸 𝙵𝙾𝙻𝙻𝙾𝚆 𝙳𝚄𝙻𝚄 𝙱𝙰𝚁𝚄 𝙱𝙸𝚂𝙰 𝙱𝙰𝙲𝙰

-BUKTI SUAMI UNTUK MUSUH-

_______________

Guyss jangn lupa vote sm comment ya
karna comment kalian tu mood boster aku banget😁 Apa lagi kalau comment nya tuh pada lucu"

Ingat makin bnyk kalian spam
Aku makin semangat nulisnya
Hehehe😁😘😘

Typo 📌

-Happy Reading-

Kepulan asap di sekitar Vania membuat napasnya tersedat. "Lo semua ngerokok atau bakar-bakar, sih?!". entak Vania kesal.

"Nggak mau nyobain, Van? Entar ketagihan loh," tawar Putra, menyodorkan sebatang rokok dan korek gas.

Vania memicingkan matanya, menatap Putra sengit. "Gue nggak sebego itu buat ngerusak tubuh sendiri."

"Iya, tau Ibu ratu, Ibu negara."

Mengangkat bahu acuh, Vania membuka ponselnya dengan bosan, di basecamp pemandangannya hanya ini-ini saja, tidak ada yang lain. Belum lagi wajah-wajah membosankan terpampang jelas di depannya. "Kiara! Prom night kapan, Ki?". tanya Vania pada Kiara-anak OSIS yang menjadi kesayangan guru SMA Garda Satya. "Jangan kayak tahun kemarin, ya, nggak seru banget!"

Kiara mengangguk pelan. "Aman, Kak, nggak bakal ngecewain. Tapi kapannya mah, kata Kak Justin masih dirahasiain!"

Dasar OSIS, suka sekali main rahasia. "Lo semua ngapain, sih? Serius banget? Jangan serius-serius, nanti ditinggalin sakit hati,". ucap Vania ngelantur.

"Kak Vania, emang kalau serius bakal sakit hati, ya? Berarti Bella nggak boleh terlalu serius belajar, ya?" tanya Bella.

Vania memutar bola matanya malas, berbicara dengan Bella memang sangat menguras emosi. "Bukan belajar, tapi terlalu serius mencintai seseorang."

"Oh, berarti Bella nggak boleh terlalu mencintai Kak Bram, ya? Nanti jadi demam, ya?"

"Gobl*k, ah, nih anak! Angkut napa Arsya, temen lo nih bikin darah tinggi!".

Yang dipanggil hanya mengangkat bahunya acuh. "Gue juga udah nyerah sama dia. Gih kick dia dari STARGAZER."

Natasha berpindah, duduk di sebelah Vania. "Van, kita harus ke perbatasan sekarang!"

"Ngapain, sih?"

"Tiger Moon nyerang BEATLESS. Ini si Raffael ngabarin gue!"

Membelak kaget, Vania berpikir keras, jumlah anggota Tiger Moon ditambah dengan banyak preman, pasti jumlah BEATLESS akan kalah telak , Vania segera berdiri lalu memakai jaket STARGAZER. "Cabut ke perhatasan, inget tugas masing-masing,". ucap Vania tegas.

Matanya melirik pada Kiara, Rachel, Bella, dan Arsya. "Lo berempat langsung ke basecamp BEATLESS, pastiin semua obat untuk yang luka, cukup "

"Siap!"

Vania ke sana bukan karena Reyhan, tapi memang sudah dari awal BEATLESS dan STARGAZER dibuat, memiliki prinsip untuk saling membantu satu sama lain, apalagi di dalam keadaan mendesak seperti ini.

REYHAN || PERJODOHAN (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang