•BAB-51

2K 60 12
                                        

𝓱𝓲𝓲 𝓬𝓪𝓵𝓵 𝓶𝓮 𝓴𝓪𝓲 ~~

📍🚫DILARANG SALAH LAPAK ATAUPUN MENYEBUTKAN NAMA TOKOH LAIN YANG TDAK ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN LAPAK REYHAN🚫📌

𝚂𝙴𝙱𝙰𝙶𝙸𝙰𝙽 𝙲𝙴𝚁𝙸𝚃𝙰 𝙰𝙺𝙰𝙽 𝙳𝙸 𝙿𝚁𝙸𝚅𝙰𝚃𝙴 𝙹𝙰𝙳𝙸 𝙵𝙾𝙻𝙻𝙾𝚆 𝙳𝚄𝙻𝚄 𝙱𝙰𝚁𝚄 𝙱𝙸𝚂𝙰 𝙱𝙰𝙲𝙰

-MEMBAGIKAN SEMBAKO-
____________

Guyss jangn lupa vote sm comment ya
karna comment kalian tu mood boster aku banget😁 Apa lagi kalau comment nya tuh pada lucu"

Ingat makin bnyk kalian spam
Aku makin semangat nulisnya
Hehehe😁😘😘

Typo 📌

-Happy Reading-

BEATLESS dan STARGAZER mulai turun ke jalan untuk membagikan beberapa sembako yang mungkin bisa meringankan beban mereka. Hal yang rutin mereka lakukan sekaligus meminta doa agar ujian besok dilancarkan. "Terima kasih banyak, Nak. Semoga lancar, ya, ujiannya besok!" ucap seorang nenek, bersama seorang anak usia sekitar tiga tahun.

Reyhan membagikan sembako di beberapa titik. "YA AMPUNI GANTENG TENAN IKI, MAS!". pekik seorang ibu berperut besar, sepertinya sedang mengandung.

Reyhan was-was sendiri. "Nia, SINI!"

"Mas, iki loh! Aku mau anak kita ganteng kayak gini!"

Semakin ketakutan ketika tangannya ditarik oleh ibu hamil itu, Reyhan menatap  Vania untuk segera mendatanginya. "Elus perut saya dong! Biar ganteng kayak kamu loh, Nak. Ya ampun, ibu kamu ngidam apa, sih?!".

Reyhan menggeleng kasar, raut wajah ketakutannya membuat para anggota tertawa keras. "Aduh, Bu. Jangan apa-apain saya, Bu. Saya masih SMA!"

"Ini loh, perut saya mau dielus biar anaknya nanti ganteng kaya kamu"

"Bu, nanti Ibu nyesel kalau anaknya kayak saya, Bu."

Ibu hamil itu tetap teguh pada pendiriannya, semakin menarik Reyhan dibantu oleh suaminya. "Bentar aja, Nak. Biar anak saya kayak artis Thailand gitu, kayak kamu!"

"HUAAA! VANIA, BANTUIN GUE!". teriak Reyhan membuat Vania berlari pelan, meletakkan plastik sembako lebih dulu.

"Bu, ini kenapa temen saya ditarik-tarik gini?"

"KOK TEMEN, SIH?!". sahut Reyhan.

"Mas, ya ampun. Nggak jadi, deh, Mas! Aku takut anak kita jadi pemarah kayak dia". Ibu hamil itu langsung berlari dibantu suaminya.

Reyhan yang sudah bebas kini berkacak pinggang. "Tadi lo bilang apa? Temen?!"

"Suami, tuh!"

"Dasar pembohong! Menyebalkan, sangat menyebalkan!". Reyhan membalikkan tubuhnya.

Vania menggaruk kepala bingung. "Kapan, ya, suami gue warasnya?".

Mengangkat bahu acuh, Vania kembali membagikan sembako pada sekitar. la hanya memberikan sebuah sembako dan beberapa baju baru saja, mereka sudah sangat senang.

"Ternyata selama ini gue bukan kekurangan, tapi nggak bersyukur"

Setelah beberapa sembako sejumlah tiga ratus dan beberapa anggota juga berpencar di beberapa titik, semuanya berkumpul lagi di taman.

"Sore, semuanya!". seru Reyhan.

"SORE!"

"Kita udah selesai bagiin sembako, makan, baju, dan beberapa hal lain. Gue seneng banget karena kita tetep jalanin hal ini rutin tanpa kendala. Terima kasih juga untuk STARGAZER kecuali buat ketua kalian yang kayak tai!"

REYHAN || PERJODOHAN (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang