Ash telah sampai di kaki gunung Canive tapi bukan serta merta ia dapat langsung bertemu dengan Kuma. Ia harus menyusuri seluruh kaki gunung yang luas untuk menemukan dimana pria tua itu tinggal.
Saat mendengar cerita Alfreed, Ash yakin Kuma tipe orang yang suka menyendiri. Dia pasti mendirikan rumah di tempat tidak mudah ditemukan orang lain.
Langit sudah mulai menggelap dan burung berterbangan kembali ke sarang mereka. Namun setelah berjam-jam lamanya, Ash masih belum menemukan tempat tinggal Kuma. Gunung Canive dikenal sangat berbahaya pada malam hari. Ash tidak ingin menghabiskan malam di alam liar.
Saat ingin mencari tempat untuk mendirikan tenda, Ash melihat kepulan asap membumbung ke langit tak jauh dari lokasinya. Itu tandanya ada orang lain di tempat ini selain Ash. Ash segera menuju tempat asap itu berasal sebelum langit semakin gelap.
Beberapa menit berjalan Ash menemukan sebuah rumah kecil yang lampunya menyala. Ia melihat seorang pria tengah membawa seember air dari sumur di sebelah rumahnya.
"Permisi."
Ash mendapatkan perhatian pria itu. Namun sesuai yang diharapkan hanya perlu sepersekian detik sebelum akhirnya pria itu menganggap Ash tidak ada di sana.
"Aku tersesat dan sudah malam. Akan berbahaya jika aku berada di luar."
"Kalau begitu dari awal jangan ke sini."
"Bisa kah aku menginap semalam?"
"Kau bisa menemukan penginapan di kota terdekat."
"Aku sudah dua hari belum makan apapun."
"Daging Yellow Bird enak jika di panggang. Sarang mereka ada di dekat pintu masuk hutan."
"Terimakasih atas kebaikannya. Aku tidak akan merepotkanmu selama disini."
Ash berjalan memasuki rumah Kuma. Percakapan keduanya sangat tidak nyambung tapi Ash tidak bisa menyerah begitu saja. Dari balik punggungnya Ash bisa merasakan Kuma tengah kesal dengan kegigihannya.
"Kau hanya boleh menginap semalam disini. Besok pagi aku tidak ingin melihatmu lagi."
"Baik, terimakasih."
Ash menaruh pedangnya di sudut ruangan lalu duduk di meja makan. Di sana sudah ada semangkuk sup yang di sediakan. Sedangkan sepotong daging tengah dipanggang di atas kompor. Kuma yang menyaksikan ketidaksopanan Ash hanya bisa menahan kesal.
Rumah Kuma sangat sederhana dengan seluruh materialnya terbuat dari kayu. Namun Ash sudah merasa sangat nyaman berada disini. Perapian di dekatnya memancarkan kehangatan sehingga ia tidak perlu takut kedingingan pada malam hari.
Jika hanya melihat sekilas, tak ada yang akan menduga kalau Kuma adalah seorang pendekar pedang. Pria tua itu hanya terlihat seperti orang biasa. Ash mengaktifkan skill [Sharp Eye] namun level Kuma masih tidak dapat ia identifikasi. Itu udah jelas kalau Kuma memiliki level yang sangat tinggi.
"Apa kau seorang petualang?"
Kuma meletakkan semangkuk sup kentang dan sepiring daging panggang. Walau hanya menu sederhana, Ash hampir tidak bisa menahan air liurnya agar tidak menetes.
"Iya, aku petualang." Ash segera memasukkan sesuap makanan ke mulutnya.
"Untuk apa kau berada di sini?" Kuma melanjutkan percakapan di tengah makan malam mereka. Ash tidak membayangkan kalau Kuma lah yang akan pertama kali mengajaknya berbincang.
"Aku ingin mencari Quest perubahan Class. Karena aku mengincar Special Class, aku tidak bisa mengambil misi do Asosiasi Petualang. Aku juga tidak punya banyak petunjuk jadi aku memilih berpetualang untuk saat ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Land : Another World
FantasyThe Land : Another World [Season 1 END - Hiatus] Bumi, tahun 2081. Tepat 50 tahun lalu dunia digemparkan dengan kabar jatuhnya 13 meteor ke bumi. Meteor itu jatuh di 13 tempat yang berbeda dan menimbulkan kerusakan yang cukup besar. Namun setelah it...
