"Jadi kita akan ke kota Dinoz?"
Dinoz adalah ibukota distrik Elego yang berjarak 2 kota dari kota Deloca. Disana terdapat Gate yang dapat membawa mereka ke Underworld. Untuk sampai ke kota itu, perlu waktu dua hari jika menggunakan kereta kuda.
Niel dan Sky sudah mendengar penjelasan dari Ash dan mereka setuju dengan rencana pergi ke kota Dinoz. Setidaknya mereka bisa mengamati situasi dan kondisi di Kota itu.
Untuk mempersiapkan perjalan mereka, Ash perlu berbelanja perbekalan. Selama menuju kota Dinoz, mereka harus melewati Hutan Tunan yang berisi banyak Monster. Untuk itu setidaknya mereka harus membeli banyak Potion.
Toko Ramuan yang menjual HP Potion hanya berjarak beberapa meter dari penginapan Ash. Selain Potion, toko itu juga menjual ramuan lain seperti racun dan penawarnya. Ash rasa ia perlu membeli Potion dan Antidote yang banyak karena di tim mereka tidak ada seorangpun yang memiliki kekuatan penyembuhan.
[HP Potion]
Size : Small
Effect : Memulihkan 3.000 HP
Price : 50 Con
"Jadi ini yang namanya Potion?"
Ash menyentuh botol kaca kecil berisi cairan berwarna hijau. Ini pertama kalinya ia melihat item itu karena selama ini Ash dan timnya berburu hanya mengandalkan pemulihan alami tubuh mereka.
HP Potion berukuran kecil dihargai 50 Con perbuah. Sedangkan yang sedang harganya 70 Con dan dapat memulihkan 5.000 HP. Untuk Potion berukuran besar harganya 120 Con dan dapat memulihkan 10.000 HP.
Ash juga melihat-lihat MP Potion yang dijual di tempat ini. Walaupun dia jarang memakai Mana karena tidak bisa menggunakan Skill, Ash rasa Niel dan Sky membutuhkannya. Harga perbotolnya sama seperti HP Potion dan tingkat pemulihannya juga sama. Hanya saja cairan MP Potion berwarna merah.
Terakhir, Ash membeli beberapa Antidote untuk berjaga-jaga. Ia tak tahu Monster yang mungkin menyerang memiliki kekuatan seperti apa. Akan sangat berbahaya jika itu tipe beracun dan Ash tidak memiliki penawarnya. Harga Antidote cukup mahal, mulai dari 60 Con untuk Antidote tingkat rendah, 85 Con untuk Antidote tingkat menengah, dan 150 Con untuk Antidote tingkat tinggi. Masing-masing antidote dapat menetralisir racun sesuai dengan tingkat kekuatannya. Cairan racun biasa berwarna ungu dan antidotenya berwarna biru. Semakin pekat warna cairan itu makan semakin kuat kandungan racun atau penawar di dalamnya.
Ash memutuskan membeli HP Potion ukuran Medium dan Large masing-masing 10 buah. MP Potion ukuran Medium dan Large masing-masing 5 buah. Dan Antidote semua tingkat masing-masing 3 buah.
"Tolong beri diskon."
"Tentu saja, Tuan Petualang."
Berkat poin Fame miliknya, Ash sering mendapat diskon ketika berbelanja di Kota ini. Dari total belanjaannya sebesar 3.735 Con, Ash hanya perlu membayar 3.500 Con. Dia juga diberi bonus 5 buah Sta Pil yang dapat menambah staminanya.
"Lumayan juga pengeluaran kali ini."
[Informasi Pribadi]
Nama : Ash (Cha Jioh) (Cursed)
Ras : Human (?)
Job : Petualang/-
Level : 8 (44/900)
Fame : 100
Grade : D
Rank : #1 (Argatroz Explorer Rank) #- (Adventurer Rank)
Saldo : 6.676 Con
***
Party Ash memutuskan berangkat siang itu juga. Bergerak lebih cepat akan lebih baik. Jika mereka memulai perjalanan siang ini, mereka akan sampai di kota tetangga sebelum malam. Dan pagi harinya mereka akan melewati Hutan Tunan. Mereka harus menghindari berada di Hutan saat malam hari karena mayoritas monster menjadi sangat sensitif ketika malam tiba.
Niel sudah menyiapkan kereta kuda ukuran kecil yang bisa menampung 3 sampai 5 orang. Kereta kuda itu dia dapatkan dengan mengeluarkan uang sebesar 1.350 Con. Padahal mereka bisa saja menyewanya dengan harga 200 Con, tapi mereka rasa akan terus membutuhkan kereta ini jadi lebih baik dibeli. Jika sudah tidak dibutuhkan, mereka dapat menjualnya di kota terdekat, jadi tidak ada yang sia-sia.
Party Ash tidak menyiapkan perbekalan makanan. Makanan instan yang Ash bawa dari dunianya masih tersisa sangat banyak karena tidak pernah ia pakai selama di kota Deloca jadi mereka tidak perlu membeli cadangan makanan. Selain itu wortel pemberian James juga masih ada, ditambah hasil kebun lainnya yang Niel dapatkan sebagai imbalan saat melaksanakan misi individu.
Mereka meninggalkan Deloca tepat pukul 2 siang. Sebagai anak orang kaya yang dari kecil telah dididik dengan terlalu baik, Niel ditugaskan Ash mengemudi kereta itu. Alasannya karena Niel memiliki kemampuan menunggang kuda yang tidak dimiliki Ash. Menurut Niel itu hanya alasan yang dibuat-buat. Tapi lelaki itu memilih menuruti Ash karena entah kenapa ia selalu merasa derajat Ash lebih tinggi darinya. Tidak peduli ia anak orang kaya yang punya banyak pengawal, ketika bersama Ash dia malah seperti pengikut setia Ash. Ia merasa Ash sebagai sosok yang dapat menuntunnya dengan baik.
Ash menyuruh Sky untuk beristirahat selama perjalanan karena anak itu ternyata mabuk kendaraan. Sedangkan Ash sendiri mengamati situasi sekitar dengan tenang.
Mereka meninggalkan Deloca melalui gerbang utara. Itu adalah gerbang yang berbeda dengan gerbang yang mereka lewati saat datang ke kota ini. Di luar sana mereka di hadapkan dengan pemandangan dataran hijau nan asri. Terdapat beberapa monster level rendah sedang berkeliaran mencari makan. Monster level itu tidak akan menyerang jika tidak diganggu.
Perjalanan menuju kota tetangga cukup lancar karena rute yang mereka lewati termasuk zona aman yang jarang terdapat monster berbahaya. Beberapa kali mereka berpapasan dengan petualang lain ataupun pedagang yang membawa kargo berisi barang dagangan mereka. Biasanya para pedagang akan menyewa petualang untuk mengawal perjalan mereka. Walaupun tidak ada monster yang menyerang, terkadang ada kelompok bandit yang berusaha merampok para pedagang.
Saat matahari mulai terbenam, mereka sudah dapat melihat pintu masuk ke kota itu. Walaupun tempat itu merupakan sebuah kota, Ash merasa kota ini lebih kumuh dari Deloca. Mungkin hampir terasa seperti sebuah desa.
[Pemberitahuan]
Anda akan memasuki kota Didio. Kota Didio dulunya adalah kota yang sangat sejahtera. Namun sejak bangsa iblis menyerang, kota ini menjadi luluh-lantah. Walikota yang memimpin saat ini terkenal sangat serakah dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Hampi seluruh warganya menderita dalam kemiskinan akibat pajak yang terlalu tinggi.
--
Alis Ash tertaut saat sebuah notifikasi muncul. Sebelumnya tidak ada pemberitahuan serupa saat ini memasuki kota Deloca. Ia merasakan sedikit kecurigaan. Apa ini ada hubungannya dengan statusnya yang saat ini adalah seorang petualang?
"Berhenti sebentar. Pajak masuk di kota ini sebesar 150 Con per orang. Anda baru bisa masuk setelah membayarnya."
Niel tidak bisa tidak ternganga mendengar ucapan penjaga itu. Tarif yang dipatok terlalu tinggi, bahkan berkali-kali lipat dari tarif yang mereka keluarkan saat memasuki kota Deloca.
"Apa tidak bisa dikurangi?"
"Maaf, dikota ini penuh orang miskin. Kami tidak bisa sebaik itu memberikan diskon disaat kami sendiri sedang kesulitan."
Ash memberi isyarat pada Niel untuk membayar sesuai jumlah yang diminta. Ditempat ini poin Fame mereka yang masih sedikit tidak akan membantu. Lagipula biaya masuk yang besar bukan salah mereka, tetapi karena walikota yang ingin menumpuk kekayaannya sendiri.
"Terimakasih," ucap penjaga itu saat menerima sejumlah uang dari Niel.
Kondisi kota ini ternyata lebih buruk dari perkiraan Ash. Dia dapat melihat puluhan orang duduk meminta-minta kepada orang-orang yang lewat. Tubuh mereka begitu kurus kering seperti kulit membalut tulang.
"Tolong sedikit belas kasihmu, Tuan."
Party Ash melewati para pengemis itu. Mereka tidak bisa membantu, karena jika mereka berbaik hati pada seorang pengemis maka pengemis lain akan menyerang dan menuntut mereka untuk memberi sedikit uang. Itu terlalu beresiko.
Tujuan mereka saat ini adalah mencari penginapan yang cukup aman. Di pemukiman kumuh seperti ini tingkat kriminalitasnya sangat tinggi. Akan berbahaya jika nanti kereta kuda mereka dicuri.
-TO BE CONTINUED-
KAMU SEDANG MEMBACA
The Land : Another World
FantasiaThe Land : Another World [Season 1 END - Hiatus] Bumi, tahun 2081. Tepat 50 tahun lalu dunia digemparkan dengan kabar jatuhnya 13 meteor ke bumi. Meteor itu jatuh di 13 tempat yang berbeda dan menimbulkan kerusakan yang cukup besar. Namun setelah it...
