Ash berpaling ke Niel begitu selesai mengumpulkan seluruh jarahan Boss Monster ke dalam Inventory-nya.
"Ada apa?"
"Forum Adventurer di Information Center sedang ramai membahas gagalnya Guild Flower Child mengalahkan Guardian Distrik Pertama!"
Ash sudah memikirkan kemungkinan gagalnya percobaan pertama tapi dirinya masih terkejut mengetahui Guild besar seperti Flower Child akan gagal. Walaupun anggotanya semua adalah wanita, tetapi mereka sangat ganas seperti sekumpulan singa betina.
"Kak, sepertinya kita harus segera keluar."
Ash mengangguk. Walau informasi di Forum Adventurer masih simpang siur, ia tahu kalau berita itu fakta. Buktinya koordinat Guardian Nest sudah kembali padanya, yang artinya Shark telah gagal.
Tim Ash segera keluar Dungeon dengan memilih opsi Out yang dapat mengeluarkan mereka secara otomatis yang hanya tersedia ketika mereka telah menyelesaikan Dungeon. Apabila mereka gagal menyelesaikan Dungeon, maka opsi itu tidak akan tersedia dan petualang harus keluar Dungeon dengan berjalan kaki.
***
"Benarkah Guild Flower Child benar-benar gagal?" Seorang Elementalist wanita bertanya pada temannya.
"Aku rasa itu benar. Aku punya teman yang bergabung dengan guild itu. Dia bilang saat ini Guild nya sedang gempar."
"Info di Forum mengatakan kalau mereka kehilangan 25% anggota tim. Bukankah kerugian itu sangat besar? Aku dengar mereka menurunkan tim elit."
"Tentu saja besar. Tapi untunglah mereka sempat melarikan diri dari Guardian. Katanya mereka mungkin akan kehilangan 80% anggota tim."
"Guardian benar-benar kejam!"
Sebuah party berisi tiga orang melewati kedua wanita itu dan berjalan memasuki Underworld Gates. Pemandangan ini terus terjadi sejak beberapa menit lalu. Banyak petualang yang penasaran dan memilih pergi ke Underworld untuk melihat Guild Flower Child yang telah selesai dengan percobaan mereka.
"Pemerintah pasti kaya raya. Banyak sekali yang sedang berkumpul di Underworld. Hanya dari biaya masuk, mereka bisa mengumpulkan sampai 5.000 Con!"
"Tapi apa yang dilakukan party itu. Mereka hanya bertiga dan levelnya saja dibawah 20. Mereka pasti para pemula yang tidak tahu betapa mengerikannya Underworld itu."
"Yah aku rasa mereka hanya ingin melihat keadaan dan tetap di Zona Aman."
"Sepertinya begitu."
Sedangkan di Underworld, party tiga orang tadi telah berada di Zona Aman. Party itu adalah Tim Ash yang langsung menuju Underworld begitu menyelesaikan Dungeon. Zona Aman itu memiliki dinding batu dengan lantai yang terdapat ukiran berbentuk lingkaran sihir. Luas Zona Aman sebesar lima kali lapangan basket. Iklimnya seperti berada di dalam sebuah gua, seperti The Land.
Tempat itu cukup ramai dipenuhi para petualang yang penasaran dengan tim dari guild Flower Child yang telah gagal. Biasanya petualang yang berani memasuki Underworld hanyalah yang berlevel 30 ke atas dengan anggota minimal 5 orang. Lingkungan di Underworld terlalu keras dan lengah sedikit saja dapat menyebabkan kematian.
Namun, sekarang banyak petualang di bawah level 30 berada di tempat ini. Selama mereka berada di Zona Aman tidak akan ada monster yang menyerang mereka. Ini dikarenakan lingkaran sihir yang berada dipijakan mereka. Lingkaran sihir itu dibuat oleh Pahlawan yang menciptakan Underworld Gates dengan tujuan memberikan keamanan bagi petualang. Mereka tak perlu takut seketika di serang monster begitu memasuki Underworld.
Ash memperhatikan sekeliling dan mendapati para petualang sangat menanti-nanti kembalinya Guild Flower Child yang artinya tim itu belum ada di Zona Aman. Lima menit kemudian, sekelompok orang terlihat keluar dari salah satu jalur dan menuju Zona Aman. Orang-orang itu adalah anggota Tim Flower Child yang berhasil kembali.
"Tim penolong, segera sembuhkan mereka!"
Seorang wanita berseru lalu sekelompok orang berjubah yang beberapa membawa tongkat setinggi tubuh mereka mulai bergerak menyambut tim tadi. Mereka adalah Cleric dan Healer dari Guild Flower Child.
Walau luka fisik sudah tidak ada, tetapi tim itu terlihat sangat tidak bertenaga. Mereka kehilangan banyak stamina dan tertekan secara mental. Zona Aman yang semula ramai kini hening seketika. Wajah suram yang di pancarkan oleh seluruh tim membuat mereka terhenyak.
Guardian Nest bukan tempat sembarangan.
Mereka semula berpikir kalau mereka layak dan mampu untuk menaklukan Guardian. Tetapi sekarang, mereka i
ngin menghindari bertemu salah satunya. Terutama para Explorer yang kini bergelar Pahlawan. Level mereka masih terlalu rendah untuk menantang Guardian.
"Komandan Aster, apa yang terjadi di dalam sana?"
Ketua tim penyembuh bertanya pada seorang wanita yang terlihat berusia awal 30-an. Wanita itu terduduk di lantai dengan mata yang bergetar. Dia belum mendapatkan ketenangannya walaupun telah berada di Zona Aman.
"..."
"Komandan?"
"Guardian itu lebih kuat dari yang kita kira. Tim 100 orang tidak akan cukup. Minta Wakil Ketua Guild mengirim 500 anggota. Aku rasa kita bisa mengalahkannnya."
"Tapi bukannya koordinat Guardian Nest telah kembali ke pemiliknya?"
"Aku akan coba bernegosiasi dengan Pahlawan itu. Dia tidak mungkin memasuki Guardian Nest sendirian. Selama dia belum bekerja sama dengan Guild lain, kita masih punya harapan. Kau lakukan saja apa yang aku perintahkan," ucap Aster dengan penuh keyakinan.
"Baik!"
Anggota tim lainnya turut menceritakan bagaimana ganasnya Guardian itu. Mereka telah merencanakan strategi sesuai dengan pernyataan dari Pahlawan yang mengetahui gaya bertarung Guardian ketika mereka belum memasuki Argatroz. Nyatanya Guardian itu berkali-kali lebih kuat. Bahkan rencana cadangan mereka tidak mampu menutup kekalahan.
"Tentu saja sulit." Ash tersenyum mendengar pembicaraan mereka.
Di The Land, Monmon yang merupakan Boss Monster Stage 1 berhasil di kalahkan oleh Explorer generasi pertama. Itu terjadi sekitar 50 tahun yang lalu. Tak ada satupun Exporer yang masih aktif pernah berhadapan dengannya. Informasi yang mereka peroleh hanya berdasarkan catatan yang terdapat di Website Explorer. Besar kemungkinan catatan itu tidak lengkap ataupun ada yang di rahasiakan oleh Asosiasi Explorer.
"Apa kita akan tetap menantangnya?" Niel memandang Ash. Menurutnya lebih baik jika mereka menunggu beberapa hari. Selain untuk mematangkan rencana, mereka juga memiliki waktu untuk naik level.
"Kita lakukan sekarang."
Walaupun Monmon kuat, bukan berarti dia tak terkalahkan. Salah satu penyebab kekalahan Guild Flower Child adalah gerakan mereka yang setengah-setengah.
Monmon saat ini diketahui berlevel 32. Tim yang dikirim oleh Guild itu semuanya dibawah level 50 dengan anggota tertinggi berlevel 48. Saat ini rata-rata petualang elit telah berlevel 60-an. Sudah jelas Flower Child tidak mengerahkan kekuatan penuhnya. Asalkan Ash dapat membawa orang-orang kuat ke timnya, dia yakin bisa mengalahkan Monmon.
Ash menepukkan tangannya tiga kali. Suara tepukan itu menggema di sepanjang Zona Aman dan mengalihkan perhatian mereka ke dirinya.
"Aku Ash, akan menantang Guardian sekarang."
Ash tidak berteriak, tetapi suaranya dapat didengar semua orang. Saat ini Ash sudah memakai jubahnya dan berkat Red Eye Mask, orang lain tidak bisa mengetahui rupanya. Satu-satunya informasi yang tersedia adalah namanya.
Sebagian orang menganggap Ash gila karena tetap ingin menantang Guardian setelah mendengar betapa kejamnya monster itu. Tapi sebenarnya banyak eksekutif guild yang bersemangat dengan pengumuman Ash. Ini adalah kesempatan bagi mereka.
"Aku bersedia bergabung dengan timmu!" seru seorang petualang yang membawa pedang besar di punggungnya.
Ash tersenyum tipis, "Aku tidak bisa menerima sembarang orang. Hanya ada 150 tempat yang tersedia dan aku tidak menerima orang yang levelnya di bawah level 45. Selain itu per orangnya dikenakan biaya 500 Con. Kalian tahu tidak ada yang gratis di dunia ini."
Petualang yang mendengar itu memandang Ash dengan tatapan hina.
-TO VE CONTINUED-
KAMU SEDANG MEMBACA
The Land : Another World
FantasyThe Land : Another World [Season 1 END - Hiatus] Bumi, tahun 2081. Tepat 50 tahun lalu dunia digemparkan dengan kabar jatuhnya 13 meteor ke bumi. Meteor itu jatuh di 13 tempat yang berbeda dan menimbulkan kerusakan yang cukup besar. Namun setelah it...
