-12- Adventurer Association

557 121 3
                                        

Langit sudah mulai menggelap saat Ash dan timnya sampai di sebuah penginapan. Tempat itu terlihat bagus untuk sebuah penginapan di pinggir kota yang menandakan bahwa harga sewa kamarnya mungkin juga akan tinggi.

"Permisi, kami ingin menyewa kamar," ucap Niel mengalihkan perhatian gadis manis yang bertugas sebagai resepsionis di penginapan itu.

"Ah, maafkan aku. Selamat datang di penginapan Gardenia. Tuan ingin menyewa berapa kamar?"

"Tiga kamar standar untuk 3 hari." Mereka memang berniat menetap di Kota ini sembari mencoba beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang ada di Argatroz.

"Kamar standar harga sewanya 300 Con per malam. Tiga kamar standar untuk 3 hari totalnya 2.700 Con. Tapi karena Anda tampan, aku akan memberi diskon 200 Con," ucap gadis itu sedikit tersipu malu. Ucapan dan tingkah lakunya sungguh berbeda.

"Itu mahal sekali," ceplos Ash yang berdiri di paling belakang.

"Astaga. Anda tampan sekali!" Gadis itu membulatkan matanya begitu melihat wajah Ash dari balik tudung yang dikenakannya. Ash yang mendengar itu hanya bisa menautkan alisnya bingung.

"Spesial untuk kalian aku akan memberikan diskon khusus! Kalian hanya perlu membayar 2.000 Con untuk menginap selama tiga hari. Itu sudah termasuk gratis sarapan dan makan malam. Silakan isi formulirnya," ucap gadis itu sumringah. Jarang sekali penginapannya yang terletak dipinggiran kedatangan tamu lelaki tampan. Tentu saja ia harus memberi diskon.

"Jika kalian ingin menetap lebih lama, juga akan ada diskon tambahan hehe. Bagaimana bisa satu kelompok seluruhnya tampan semua."

Mereka memilih mengabaikan gadis itu dan mengisi formulir yang di sediakan. Di Argatroz, orang-orang menggunakan bahasa yang sangat asing tapi anehnya para Explorer dapat memahaminya. Ash juga entah kenapa bisa membaca tulis menggunakan bahasa itu.

"Selamat beristirahat," ucap Resepsionis itu menyerahkan tiga kunci kamar.

Sesampainya di kamar, Ash memutuskan segera membersihkan diri. Syukurlah di kamarnya menyediakan air panas jadi ia bisa berendam sekaligus melepas penat.

Ash membuka sistem pencarian informasi yang tersedia di EARS. Yang pertama ia lakukan adalah mencari informasi tentang Kota ini. Kota tempat Ash berada saat ini bernama Deloca. Deloca adalah kota terluar dari Distrik Elego. Kota ini terbilang kecil tetapi komoditasnya cukup lengkap.

Selanjutnya Ash mencari info tentang para petualang. Di Argatroz, para petualang dapat dikatakan mirip seperti Explorer. Tetapi petualang bekerja dengan memburu para Monster dan menjualnya ke pedagang. Sedangkan Explorer lebih ditujukan untuk menjelajahi The Land dan menambang Heavens Drop.

Untuk menjadi petualang yang resmi dan diakui pemerintah, seseorang harus mendaftar menjadi anggota di Asosiasu Petualang. Asosiasi Petualang memiliki cabang di seluruh Argatroz dan petualang akan mendapatkan manfaat lebih jika terdaftar disana. Petualang dapat mengambil Misi yang ditawarkan oleh Serikat dan akan memperoleh imbalan jika berhasil menyelesaikannya. Tetapi banyak juga petualang yang mengambil misi dari Guild mereka masing-masing.

Ash rasa dirinya perlu mendaftarkan diri ke Asosiasi Petualang. Ia tak tahu dirinya yang berasal dari dunia lain apakah diterima oleh orang-orang di tempat ini. Jadi akan lebih baik jika mereka bisa membaur dengan masyarakat setempat.

Selesai mandi, Ash merebahkan dirinya sejenak di atas tempat tidur. Seharian ini dia telah berjuang sangat keras mulai dari mengalahkan monster di The Land, sampai memburu Monster di hutan agar bisa sampai ke tempat ini. Pukul setengah delapan nanti ia beserta Niel dan Sky telah janjian untuk makan malam bersama. Masih ada waktu sekitar 15 menit.

Tiba-tiba sebuah jendela tampilan terbuka dari EARS milik Ash. Jendela itu menampilkan sebuah video seorang pria paruh baya yang berpakaian seperti orang-orang dari dunianya Ash.

"Pak! Berhasil terhubung. Kita harus cepat," ucap seseorang dari balik layar.

"Ehem! Baik lah. Para Explorer sekalian yang melihat siaran ini, kami dari Asosiasi Explorer Dunia sudah memahami situasi yang kalian alami. Saat ini di bumi tengah terjadi puluhan bencana alam yang memakan korban. Kami mohon agar kalian segera mengalahkan Raja Iblis beserta para Eksekutifnya. Kalian tak perlu mengkhawatirkan keluarga kalian disini. Semuanya berada dalam perlindungan kami. Cukup fokus pada tugas kalian disana."

"Kami tak punya banyak waktu karena akses ke EARS sudah dibatasi. Kami akan coba menghubungi kalian di lain waktu. Sekian dan terimakasih."

Layar jendela menjadi buram dan sambunganpun terputus. Ash menghela napas panjang setelahnya. Ia yakin seluruh Explorer yang berada di sini pasti merasa frustrasi dan tertekan. Dalam daftar peringkat Explorer di Argatoz, Ash dapat melihat terjadi pengurangan jumlah Explorer sekitar 200 orang. Ash yakin mereka telah gugur karena tidak sanggup bertahan di tempat ini.

Waktu yang dijanjikan telah tiba dan Ash segera turun untuk makan malam. Di sana sudah ada Niel dan Sky duduk di meja di sudut ruangan. Dari wajah keduanya, Ash yakin mereka juga telah menyaksikan siaran tadi. Mereka segera memesan makanan lalu berbincang ringan sembari menunggu makanan disajikan.

"Jadi kita akan mendaftar ke Asosiasi Petualang?"

"Kurasa itu pilihan terbaik kita untuk saat ini. Orang akan menganggap kita aneh jika tidak tergabung di sana. Kita juga bisa dicurigai sebagai kelompok kriminal. Ini hanya serikat, kita tidak perlu bergabung dengan Guild," jelas Ash.

"Aku bersyukur punya teman yang rupawan sepertimu. Kalau tidak kita akan mengeluarkan banyak biayanya untuk menginap disini."

"Benar. Terimakasih, Kak Ash," ucap Sky senang.

Ash sebenarnya juga tak menyangka wajahnya akan membawa keuntungan di Argatroz ini. Yah, dia berharap wajahnya dapat terus berguna di masa depan. Sky juga sudah lebih rileks dari sebelumnya. Sepertinya anak itu sedikit tenang mengetahui keselamatan Neneknya akan dilindungi oleh pihak Asosiasi.

"Oh iya. Aku sudah mentransfer Heavens Drop yang kita tambang di The Land kepada anggota party sesuai permintaanmu. Mereka menitip ucapan terimakasih padamu dan akan membalas kebaikanmu di masa datang. Sepertinya mereka cukup kesulitan uang. Kau baik hati sekali. Kalau orang lain, mungkin mereka akan menikmatinya untuk diri sendiri. Apalagi situasi sedang sulit seperti ini." Niel memuji kebaikan hati Ash. Walaupun Ash suka dengan uang dan berambisi menjadi orang kaya, tapi dia tidak suka mengambil yang bukan miliknya. Seluruh anggota party berhak atas Heaven Drop itu.

"Lagipula aku masih punya tabungan Heavens Drop yang belum sempat kujual."

Niel merasa iri mendengarnya. Sebelumnya memasuki The Land, Niel telah menjual seluruh Heavens Drop miliknya pada Asosiasi Explorer Nasional. Jika tahu akan dibutuhkan seperti ini ia sudah pasti tidak akan menjualnya. Ini mungkin pertama kali dalam seumur hidupnya ia merasa miskin.

Sky sendiri hanya punya sedikit Heavens Drop hasil penjelajahan perdana dengan party sebelumnya di The Land. Ditambah dengan hasil buruan yang tadi mereka jual, Sky sudah punya cukup banyak uang untuk menghidupi dirinya sendiri.

"Apa kehadiran manusia dari dunia lain seperti kita ini tidak akan ketahuan? Apa nanti kita akan dibunuh jika ketahuan?"

"Aku tak tahu. Tapi kurasa cepat atau lambat akan ada pihak yang tahu. Apalagi tidak semua Explorer berpikir untuk menyembunyikan identitas mereka. Yang terpenting kita harus selalu waspada."

"Itu benar," ucap Niel setuju.

The Land : Another WorldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang