1.8

48.9K 903 62
                                        

Sania tengah berada di dapur untuk membuatkan teh untuk Kevin, Sania ingat Kevin tadi muntah-muntah jadi siapa tau dengan minum teh bisa meredakan rasa mualnya.

"Sania ayo sarapan, kita udah telat banget loh ini belum sarapan padahal udah mau jam 10,"ajak Maria yang baru datang kemudian duduk di meja makan.

Sania yang mendengar suara ibu mertuanya lantas keluar dari dapur dengan membawa teh hangat untuk Kevin.

"Sania Rendy dimana?"tanya Maria.

"Mas Rendy tadi ijin pergi ketemu temen-temen nya mah."

Maria mengangguk.

"Sayang."

Sania menoleh ke arah Kevin yang tengah tersenyum kepadanya, Sania memilih langsung mengalihkan pandangannya dari Kevin.

"Kevin, tumben banget sih kamu panggil aku sayang,"ujar Maria yang kegeeran, Maria kira Kevin memanggil' sayang' untuk dia tapi panggilan sayang Kevin di tujukan untuk wanita yang masih berdiri di depan meja makan itu.

"Dia geer sayang,"bisik Kevin saat melewati belakang tubuh Sania.  Dengan jahil Kevin meremas pantat Sania membuat Sania terkejut bukan main.

Sania melotot kan matanya ke arah Kevin yang sudah duduk.

"Ayo sayang duduk,"perintah Kevin sembari  menarik pelan tangan Sania untuk duduk di bangku sampingnya. Sania hanya pasrah daripada ia menolak, nanti Maria malah jadi curiga.

"Kevin kamu kok panggil menantumu dengan panggilan sayang?"tanya Maria.

"Ya karena aku sangat menyayangi menantuku ini,"jawab Kevin dengan tangannya yang mulai nakal meraba-raba paha Sania dari balik meja.

Sania tentu berusaha untuk menyingkirkan tangan Kevin, tapi nyatanya sulit.

"Em pah, ini teh nya,"ujar Sania sembari menggeser gelas yang berisi teh ke hadapan Kevin.

"Terima kasih,"ujar Kevin dengan menunjukkan senyum mesum pada Sania.

Kevin mengambil gelas hanya menggunakan satu tangan dan tangan yang satunya ia biarkan di atas paha Sania.

Sania hanya bisa menghela nafas pelan, percuma membuat Kevin menghentikan kegiatannya itu, karena di larang sama saja dengan perintah bagi Kevin.

"Em mah aku ambilkan makannya ya,"tawar Sania.

Maria yang tengah sibuk bermain ponsel menatap Sania kemudian menganggukkan kepalanya, lalu sibuk bermain ponsel kembali.

Sania tersenyum lebar, Sania langsung berdiri membuat tangan Kevin terlepas dari pahanya. Sania kemudian menunjukkan senyum mengejek pada Kevin. Tapi Kevin tidak hilang akal dia malah meletakan tangannya di paha Sania bagian belakang dan naik ke atas untuk meremas pantatnya. Untung saja posisi meja lumayan tinggi jadi Maria dipastikan tidak akan mengetahui apa yang sedang Kevin lakukan.

Sania menegang, tangannya yang sedang ia gunakan untuk mengambil nasi  mendadak terhenti.

"Emmhhh,"desahan lirih keluar dari mulut Sania saat Kevin masuk ke dalam rok mininya dan menyapa vaginanya yang hanya terbungkus celana dalam katun.

Kevin tentu bergerak bebas menyentuh vagina Sania karena Maria pun sedang sibuk sendiri bermain ponsel.

Sania memilih cepat-cepat mengambilkan Maria makanan dan ia langsung mendudukan dirinya kembali membuat tangan Kevin menyingkir dari sana.

"Mah sudah, ayo kita mulai makan,"ujar Sania.

"Oh ya makasih Sania."

Maria meletakkan ponselnya di atas meja dan mulai menikmati sarapannya.

 Father In LawTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang