Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di sebuah pusat perbelanjaan, Sania sedang berada di toko perlengkapan bayi. Ia sibuk memilih baju untuk calon bayinya. Sebenarnya, Sania sudah membeli beberapa pakaian, namun belum banyak. Kali ini ia ingin menambah lagi. Uang yang ia gunakan adalah hasil pinjaman dari Rendy, dan ia berjanji akan mengembalikannya setelah anaknya lahir, karena Sania berencana untuk bekerja setelah persalinan.
Untuk jenis kelamin anaknya adalah perempuan, sesuatu yang sudah ia ketahui sejak USG di usia kandungan empat bulan.
"Sania, kayaknya ini bagus deh buat keponakanku," ujar Bella sambil menunjukan berbagai macam bandana berwarna pink yang terlihat sangat cantik.
"Hei, itu dipakai nanti saja, kalau sudah agak besar. Bayi baru lahir biasanya nggak suka dipakaikan begituan," sahut Sania.
"Nggak apa-apa dong, disimpan aja. Aku beliin buat kamu."
"Ya udah, terserah kamu."
Sania kembali melihat-lihat. Saat hendak mengambil sebuah baju cantik, tiba-tiba ada tangan lain yang juga ingin meraihnya.
"Um, maaf," ujar Sania lalu menatap orang itu. Namun seketika wajahnya terkejut.
"Sania," panggil orang itu.
"Kamu Sania kan?" ia memastikan, seolah tak percaya bisa bertemu Sania di sini.