"Di antara sinar pagi yang menyusup di balik jendela, kuselipkan segenggam angan, agar ia membawaku pada lembaran kisah baru yang indah."
~Shine Liefde~
🍃
Pulau Dewata
Angin berhembus meniup dari segala sisi, menyapu halus seluruh tepian pantai dengan butiran pasir yang putih, serta laut yang biru. Dengan wajah menekuk, seorang gadis berdiri di bawah dinding tebing yang curam, seraya melayangkan pandang jauh ke tengah lautan.
Kanvas kosong berdiri miring di atas easel, dekat di mana dia berdiri. Di meja kecil, ada beberapa alat melukis berupa kuas dan berbagai warna cat air.
Tak ada senyum di raut wajah. Sesuatu yang berat memaksanya berpikir keras hingga alis dan dahi mengerut membentuk garis yang dalam. Melukis menjadi batu lompatan sejak dia resign dari salah satu perusahaan swasta di Ibukota.
Isi kepalanya ramai, ketika harus memutar ulang memori beberapa bulan lalu. Meninggalkan semua kenangan di kantor setelah lima tahun meniti karir bukanlah hal mudah. Banyak kenangan manis yang sudah terjadi. Dari bekerja sebagai sekretaris pimpinan, sekarang beralih menjadi seorang pelukis jalanan.
Terlihat kontras bukan?!
"Apakah masih ada perusahaan yang ingin menerimaku bekerja?" Setidaknya, itu salah satu pikiran yang lalu-lalang di kepala. "Alighty, sabarlah." Gadis itu mengusap dadanya pelan sambil menghela napas.
Alighty memilih mengaduh nasip lewat keahliannya dalam melukis. Hal itu adalah kegemarannya sejak kecil, sehingga membuatnya tidak canggung dalam memulai. Walapun tersirat dalam hati, berharap jika secepatnya menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan.
"Saat ini, aku bergantung pada sedikit simpananku untuk bertahan hidup. Sebenarnya aku sadar, tidak seharusnya mengandalkan uang tabungan. Aku harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan penghasilan tambahan selain melukis."
Lautan biru menghampar luas dengan gemuruh ombak yang menghantam tebing tinggi. Denpasar selalu menakjubkan dengan pemandangan alamnya yang indah. Seraya memandang lautan lepas, Alighty kembali larut dalam goresan-goresan warna yang ditampilkan dalam kanvas putih.
Sesekali Alighty mengangkat lengan untuk mengusap peluh yang mengucur di pelipis. Sinar matahari cukup tajam meski menjelang senja, di balik kabut awan yang menggantung rendah di atas permukaan laut.
Pantai Pandawa adalah lokasi terakhir perjalanan kelilingnya setelah melukis sebuah tempat dengan ruang terbuka dan hijau alam. Lalu ada juga sebuah hunian mewah dan beberapa mobil berjajar di depan halaman parkir.
Dari kedua lukisan, Alighty berakhir dengan keindahan lautan. Targetnya adalah tebing tinggi serta ombak yang menepi. Beberapa burung pemangsa ikan yang terbang rendah, meliuk-liuk dengan gemulai bersama hembusan angin. Alighty memindahkan mereka pada kain kasar putih kosong, agar nanti menjadi lukisan terindah menurut versinya.
Alighty meraih kuas, lalu mengukir warna biru, ditimpa lagi dengan warna tosca atau biru pirus, lalu merapikannya dengan warna sedikit jingga di bagian atas. Menit berikutnya, dia memilih warna lain lalu mengaplikasihkannya tipis dan transparan ke hamparan warna dasar yang sudah tersapu rata di atas kanvas.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Choose You [Complete]
Mystery / ThrillerRomance & Action/Crime [18+] Cerita ini juga saya upload di Gwp ya... Note: -Alur cerita novel ini hanyalah fiksi. Hasil dari ide, kreatifitas dan imaginasi penulis sendiri. -Cerita dengan riset yang serius -Thriller (action) -Romance, comedy -Secre...
![I Choose You [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/302415236-64-k896600.jpg)