Chapter 39 ~ Letting Go

211 73 36
                                        

~39~
Melepaskan

~39~Melepaskan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍂

"Aku akan membuktikannya nanti, hingga kelak aku mendapatkan rasa percayamu kembali. Karena aku telah bersungguh hati untuk memiliki."
~Halvard Pavelley~

🍃

     Udara dingin menyelimuti seluruh kawasan padang hijau, kabut putih terlihat bertebaran di sebagian pohon-pohon. Suasana hening dan kaku. Mereka sedang terjebak dengan pikiran masing-masing.

Jalan pun jadi melambat, seiring dengan pertanyaan yang di lontarkan Alighty yang ke dua kalinya. Namun Halvard sengaja tak ingin merespon. Alighty berhenti dan melepas genggaman tangannya. Dengan spontan Halvard berpaling mengarahkan tatapannya ke wajah rapuh itu.

"Apa yang ingin kau ketahui dariku, nona pemburu?"

"Siapa kau sebenarnya tuan Halvard? Aku sangat ingin tahu siapa kau sebenarnya?" balasnya tegas dan semakin memburu.

Tidak ada jawaban yang terdengar, yang ada hanyalah suara langkah kaki mereka yang berjalan menghentak di atas padang rumput.

Di depan sana, seekor kuda sudah menanti. Kuda berbulu coklat muda dan berambut panjang di lehernya. Halvard mendekati kuda itu kemudian ia juga menarik tubuh Alighty dan memintanya segera naik ke atas punggung kuda.

"Naiklah, kita berbicara sambil berjalan," pinta Halvard datar tanpa senyuman.

Alighty menuruti saja tanpa raut muka yang bersahabat. Sepertinya perang dingin itu belum benar-benar usai. Alighty tampak kesal.

Tetapi Halvard terus membuatnya penasaran tanpa menjawab pertanyaannya. Mereka berjalan menjauhi tempat itu dengan menunggang kuda. Alighty duduk di depannya, sementara kedua tangan Halvard tengah melingkar di pinggangnya, sambil memacu jalannya kuda itu.

"Sebelum kau benar-benar pergi, aku ingin menciptakan momen indah hari ini denganmu. Bisakah kau mengesampingkan emosimu hanya untuk hari ini saja?"

Halvard melepas pertanyaan yang membuat suasana menjadi semakin hening.

Alighty menarik napas panjang. Perasaan bimbang masih mencekam dalam dada dan memenuhi ruang nuraninya. Karena meskipun ia membenci Halvard, tetapi ia belum sepenuhnya ingin meninggalkannya.

"Apakah kau seorang anggota dari kelompok bersenjata itu?" Alighty bertanya sambil menoleh sedikit ke belakang.

"Jika aku mengatakan iya, apa yang kau pikirkan tentang hal ini?" tanya Halvard santai dan menghentikan kuda itu berjalan.

I Choose You [Complete]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang