~38~
Apakah kau baik-baik saja?
🍃
"Aku ingin menghentikan langkahnya tapi, saat ini aku tidak punya pilihan. Bertahan belum tentu bisa mengubah kenyataan. Lalu, haruskan berpisah menjadi jawaban?"
~Halvard Pavelley~
🍂
Alighty melepas sabuk pengamannya. Pagi ini Janet telah mengantarnya ke stasiun kereta bawah tanah, karena Alighty berjanji akan pergi bersama Luke untuk menuju ke salah satu desa.
Ia meninggalkan Jordan yang masih tertidur nyenyak di kamarnya setelah semalam ia bergadang bersama Dave. Entah apa yang mereka bicarakan hingga sampai begitu larut malam. Alighty dan Janet kebetulan sama-sama tidak ingin bergabung dan memilih tidur lebih awal.
"Jord, aku pergi bersama Luke pagi ini," tulisnya kepada Jordan melalui pesan singkat.
Setelah mengirim pesan, Alighty menoleh pada Janet, "Terimakasih Janet, kau sudah mengantarku," ucapnya seraya memberi pelukan pada Janet yang masih memegang roda kemudi.
"Ya, jangan ragu menghubungiku," jawab Janet dan melebarkan kedua ujung sudut bibir mungilnya.
"Ya, tentu saja," sahut Alighty singkat.
"Alighty, sepertinya mau turun hujan. Sebaiknya kau membawa payung ini," pinta Janet seraya menyodorkan payung padanya.
"Oh, baiklah, terimakasih Janet. Aku pergi sekarang," balas Alighty sambil melambai dan berlalu di balik pintu mobil.
Langit sangat mendung. Gerimis kecil mulai berjatuhan dan menyentuh wajah beningnya. Alighty meraih payung berwarna putih transparan yang diberikan Janet. Ia membukanya lalu berjalan lagi.
Ia menunggu beberapa saat, hingga Luke muncul di sebelahnya. "Kakak, maaf membuatmu lama menunggu," sergahnya.
"Aku harap kebiasaan terlambatmu sudah sembuh total, Luke. Untung saja waktu keberangkatan kereta masih sekitar 30 menit lagi," balas Alighty mengerucutkan bibirnya. Ia terbiasa sedikit bercanda dengan adiknya itu.
"Oh ya, untuk apa kakak tiba-tiba mengajakku pergi?"
"Aku akan cerita nanti," balas Alighty tanpa memberitahu tujuan mereka. Luke menatapnya kaku, "Kalimat ini sudah yang ke tiga kalinya aku dengar, dan kakak belum memberitahuku sama sekali," omelnya.
Alighy mengusap keningnya, lalu menatap lamat-lamat pada kedua bola mata hitam kecoklatan itu. "Kemari, duduklah di sini," pinta Alighty dan Luke segera bergeser mengikuti arahannya.
"Ya," jawab Luke dan melepas ransel di punggungnya lalu memindahnya ke bagian depan.
"Luke, kau ingat? Dulu, kau selalu bilang kalau kau ingin bertemu Mommy 'kan?" tanya Alighty pelan dan sangat hati-hati karena ia tahu tipe adiknya sedikit keras dengan pendiriannya. Ia juga sedikit ragu karena setelah sekian lama sejak Luke beranjak remaja, ia menjadi pria dingin dan tidak mau membahas apapun lagi tentang ibunya.
"Itu dulu," jawabnya singkat.
"Bagaimana kalau misalnya kau tiba-tiba bertemu dengannya lagi? Aku hanya mau tahu," tanya Alighty.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Choose You [Complete]
Mystery / ThrillerRomance & Action/Crime [18+] Cerita ini juga saya upload di Gwp ya... Note: -Alur cerita novel ini hanyalah fiksi. Hasil dari ide, kreatifitas dan imaginasi penulis sendiri. -Cerita dengan riset yang serius -Thriller (action) -Romance, comedy -Secre...
![I Choose You [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/302415236-64-k896600.jpg)