~26~
Musim Dingin
🍃
"Pada langit berkelabu, aku menggantung setumpuk rasa rindu. Aku harap, ia bergerak mengantarnya ke singgasana hatimu."
~Alighty Christaline~
🍂
The Harbour City
Musim dingin menyelimuti seluruh kota tak terkecuali juga di sekitar kota dermaga. Bulan juli menjadi puncak winter-nya. Suasana udara yang sangat kaku dan bersalju menemani langkah kecil Alighty. Sejak tiba, mereka langsung menuju ke restoran yang ada di sekitar kota dermaga dan berjarak hampir setengah jam dari bandara.
Seorang teman Jordan telah meminta mereka untuk menunggu dan membiarkan mereka tinggal di apartmen saja. Akhirnya mereka mengikuti saran itu meski Alighty sempat menolaknya.
Alighty terlihat dingin dan bibirnya agak memucat. Ia menyesap minuman hangatnya sambil memandang keindahan gedung-gedung di sekitar pelabuhan. Untung saja mereka menunggu di tepian kota, jadi Alighty cukup terhibur dengan pemandangannya yang menawan.
"Jord, berapa lama kita menunggu temanmu itu?" tanya Alighty sambil memotong pancake pesanannya.
"Sebentar lagi, Alighty. Mereka dalam perjalanan." jawab Jordan sambil menikmati pizzanya.
"Baiklah," balas Alighty dan memotret salah satu view di seberang.
"Aku senang kita punya kesempatan bersama seperti sekarang Alighty," ucap Jordan tersenyum dan memandangnya agak lama.
"Aku juga Jord," Alighty tertawa kalem.
Sambil menunggu mereka di jemput, Alighty bangkit dan melihat-lihat di sekeliling dermaga. Jordan juga turut menemani.
Mereka berjalan menyusuri tepian sambil bercerita dan tertawa. Jordan merangkul bahunya sehingga mereka berjalan sangat berdempetan dan terlihat seperti sepasang kekasih.
"Lihat di sebelah sana, kau mau aku memotretmu? tanya Jordan.
"Hm, boleh saja." Alighty menerima tawaran itu.
Setelah beberapa menit mereka menjelajahi tepian dermaga, kemudian seseorang datang. Posturnya tinggi besar dan wajahnya lumayan tampan. Tapi ternyata dia tidak sendirian. Ia datang bersama pasangannya yang berjalan agak lambat di belakang.
"Hi, Jord, nice to meet you." sapa pria itu dan menyalami Jordan.
Mereka saling berpelukan satu sama lain dan menyulam senyum yang lebar. Jordan terlihat manis dan sangat bersahabat. Ya, dia memang semanis itu dan tidak ada kata canggung dalam kamusnya.
"Alighty, ini adalah teman-temanku di sini. Aku sudah lama mengenal mereka dengan baik," ucap Jordan dan menyebut nama mereka satu persatu. Kedua orang itu turut memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangan.
"Aku Dave," kata pria dengan perawakan tinggi.
"Panggil aku Janet," ucap perempuan berambut panjang pirang sambil menebarkan senyumannya.
Alighty tersenyum dan menyambut uluran tangan mereka dengan ramah. "Aku Alighty," ucapnya dengan manis.
"Maafkan kami Jord. Kami sedikit terlambat," sambung Janet lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Choose You [Complete]
Mystery / ThrillerRomance & Action/Crime [18+] Cerita ini juga saya upload di Gwp ya... Note: -Alur cerita novel ini hanyalah fiksi. Hasil dari ide, kreatifitas dan imaginasi penulis sendiri. -Cerita dengan riset yang serius -Thriller (action) -Romance, comedy -Secre...
![I Choose You [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/302415236-64-k896600.jpg)