~15~
Aku baik-baik saja
🍃
Hari menjelang sore. Arlogi di atas nakas telah menunjukkan pukul 14.30 waktu Indonesia tengah. Sinar matahari mulai merendah menerobos dengan tajam melewati celah jendela dari arah pantai.
Seluruh ruangan masih sepi meskipun penghuni di dalamnya berjumlah lengkap. Namun seluruh penghuni sepertinya betah berada dalam kamar masing-masing.
Jordan berjalan melewati kamar demi kamar, namun tak ada aktivitas sama sekali. Tangan kirinya menggenggam sebuah laptop, lalu turun menuju lantai utama dan kali ini ia dalam keadaan lebih segar. Langkah tegasnya itu menuju ruang makan dan menyeduh secangkir teh panas.
Selagi duduk, ia membuka laptopnya dan mengakses sejumlah sistem informasi. Sesekali ia meneguk teh hangatnya seraya menatap serius pada layar laptop.
"Jord?" sapa Halvard tanpa disadari datang dari belakang.
Jordan menoleh dan menyambut. "Hei, Halv," jawabnya penuh semangat.
"Sergio belum turun?" ucap Halvard meletakkan laptop di atas meja.
"Mungkin masih mandi atau bersiap-siap, entahlah. Di atas masih sangat sepi belum ada tanda-tanda kehidupan," ucap Jordan sedikit bercanda karena sepertinya Sergio dan Collya masih tidur nyenyak.
Halvard menarik kursi lalu duduk dan berkata, "Collya sedang mengalami jet lag seperti biasa setelah penerbangannya. Biarkan saja."
"Bagaimana dengan Alighty? Apa dia juga belum keluar dari kamarnya? Wanita itu biasanya bangun lebih awal," tanya Jordan sambil menoleh ke pintu kamar milik Alighty di sebelah sana.
"Dia demam, setelah kehujanan semalam," sahut Halvard dengan muka flat seraya menyalakan laptop. Ia bangkit dan menyeduh segelas teh herbal sebelum memulai pertemuan.
"Demam, Halv? Tapi, kau tidak membiarkannya begitu saja 'kan? Dimana dia?" tanya Jordan agak panik.
"Kau tahu, aku bukan pria jahat yang sampai hati membiarkan seseorang dalam keadaan tak berdaya," balas Halvard santai.
"Apa dia dikamarnya?"
"Ya, semua sudah kutangani termasuk memberinya beberapa obat-obatan."
"Aku ingin melihatnya sebentar, Halv."
"Jord, dia sedang tidur nyenyak, jangan diganggu. Biarkan saja dia beristirahat," gumam Halvard sambil mengaduk teh herbalnya.
"Halv, bagaimana kau tahu dia baik-baik saja kalau kau tidak memeriksanya kembali."
"Aku baru saja dari sana beberpa menit lalu, Jord. Tenang dan duduklah," ucapnya dengan alis terangkat.
"Kau bersamanya semalam, dan hari ini kau mengurusnya. Kau mendadak perhatian?" Tatapan Jordan tidak berhenti menyorot serius.
"Dia wanita lemah dan di sini bersama kita. Apa kau akan membiarkannya begitu saja saat kau tahu ada sesuatu yang membahayakan?" elak Halvard.
"Aku berharap dia segera pulih." Jordan terlihat sangat gelisah dan benar-benar ingin pergi bertemu dengan Alighty.
"Tunggulah, kita lihat reaksi obat yang kuberikan."
KAMU SEDANG MEMBACA
I Choose You [Complete]
Misterio / SuspensoRomance & Action/Crime [18+] Cerita ini juga saya upload di Gwp ya... Note: -Alur cerita novel ini hanyalah fiksi. Hasil dari ide, kreatifitas dan imaginasi penulis sendiri. -Cerita dengan riset yang serius -Thriller (action) -Romance, comedy -Secre...
![I Choose You [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/302415236-64-k896600.jpg)